Beranda Biodata Biografi Jengis Khan – Sang Penakluk Dari Mongolia

Biografi Jengis Khan – Sang Penakluk Dari Mongolia

2664
3

Biografiku.com – Biografi Jengis Khan. Raja Jengis Khan merupakan pemimpin sekaligus penakluk dari Mongololia. Ia dikenal sebagai seorang kaisar kerajaan Mongolia yang kekuasaannya meliput hampir seluruh wilayah Asia mencapai sebagian daratan Eropa kala itu yakni Moscow, Rusia. Penaklukannya dilakukan dengan jalan genosida dan penghancuran sehingga saat ia wafat luas wilayah kekuasaanya sudah mencapai 13.5 juta kilometer.

Biodata Jengis Khan

Biografi Jengis Khan - Sang Penakluk Dari Mongolia  Nama : Gengis Khan atau Jengis Khan
Nama asli : Temujin
Lahir : Delüün Boldog, Mongolia, 1162
Asal : Mongolia
Orang Tua : Yesügei (ayah), Ho’elun (ibu)
Istri : Börte, Khulan khatun, Yesui, Yesugen, Heda’an, Gurbasu Khatun
Anak : Ogadai Khan, Jochi Khan, Tolui, Chagatai Khan, Alakhai Bekhi, Checheikhen, Gelejian, Tümelün, Alaltun, Altani, Khochen Beki.

Biografi Jengis Khan

Jengis Khan atau juga dikenal sebagai Gengis Khan, dilahirkan kira-kira tahun 1162. Ayahnya seorang kepala suku kecil. Ia menamakan anaknya Temujin sesudah dia mengalahkan kepala suku lain.

Tatkala Temujin berumur sembilan tahun, ayahnya terbunuh oleh suku lawannya, dan sesudah itu anggota familinya yang kebetulan masih hidup berada dalam cengkeraman ketakutan dan keterasingan.

Masa Remaja

Ini betul-betul suatu pemula dari kehidupan yang getir, dan bagi Temujin lebih-lebih lagi sebelum ada perubahan yang lebih baik untuk dirinya. Tatkala dia sudah menginjak usia muda remaja, dia tertawan dalam suatu pertempuran melawan suku lawannya.

Untuk mencegah dia bisa lolos, sebuah gelang bambu digantungkan di batang lehernya. Dari keadaan yang tak tampak jalan lolos dalam tahanan kelompok buta huruf yang primitif. Dari negeri yang kering kerontang Temujin atau yang kemudian dikenal dengan Jengis Khan mampu bangkit menjadi manusia yang terkuat di dunia.

BACA JUGA :  Profil dan Biografi Raja Salman - Raja Arab Saudi Ketujuh

Kebangkitannya bermula dari usahanya meloloskan diri dari tahanan lawannya. Kemudian dia bergabung dengan Toghril, teman akrab mendiang ayahnya, seorang kepala suku yang punya kaitan hubungan di daerah itu.

Tahun-tahun berikutnya yang penuh dengan baku hantam antar suku, Temujin setapak demi setapak berjuang keras mencapai puncak.

Suku-suku Mongol lama terkenal penunggang-penunggang kuda yang mahir dan pendekar-pendekar yang keras tak kenal ampun. Sepanjang sejarah mereka tak henti-hentinya menggempur Cina bagian utara.

Tetapi, sebelum Temujin muncul, antar suku Mongolia suka berperang dengan sesamanya menyia-nyiakan energi mereka. Dengan kelihaian menggabungkan sikap keberanian, diplomasi, kekerasan dan kesanggupan mengorganisir, Temujin berhasil menyatukan semua suku-suku dibawah kepemimpinannya.

Gelar Jengis Khan

Dalam biografi jengis khan, disebutkan pada tahun 1206 sebuah permusyawaratan besar antar suku-suku Mongol memberi julukan Temujin “Jengis Khan” yang berarti “Kaisar semesta.”

Ekspansi Militer ke China

Kekuatan militer Jengis Khan yang menakutkan yang digalangnya menujukan ujung tombaknya ke negeri-negeri yang berdampingan. Mula-mula dia melabrak Hsi Hsia di timur laut Cina dan Kekaisaran Chin di utara Cina.

Tatkala pertempuran berlangsung percekcokan timbul antara Jengis Khan dan Khwarezm Shah Muhammad yang memerintah kerajaan yang lumayan besarnya di Persia dan Asia Tengah.

Biografi Jengis Khan - Sang Penakluk Dari Mongolia
Patung Jengis Khan di Mongolia

Di tahun 1219 Jengis Khan menggerakkan pasukannya melabrak Khwarezm Shah. Asia Tengah dan Kerajaan Persia diambil alih dan kerajaan Khwarezm Shah Muhammad dihancurkan.

Jengis Khan Wafat

Bersamaan dengan itu sebagian pasukan Mongol menyerang Rusia, Jengis Khan secara pribadi memimpin tentara menyerbu Afganistan dan India bagian utara. Dia kembali ke Mongolia tahun 1225 dan wafat di sana tahun 1227.

Tidak ada yang tahu dimana makam dari Jengis Khan berada. Konon menurut cerita, Jengis Khan dikuburkan di makam tidak bertanda.

BACA JUGA :  Biografi Avenged Sevenfold - A7X

Tak ada catatan sejarah yang menuliskan dimana makam Jengis Khan berada. Bahkan menurut legenda, para Prajurit serta pekerja yang ikut andil dalam memakamkan Jengis Khan dibunuh agar rahasia makamnya dapat tertutup dengan rapat.

Kekaisaran Monglia Setelah Jengis Khan

Dalam biografi jengis khan diketahui sesaat sebelum Jengis Khan menghembuskan nafas terakhir, dia minta agar putera ketiganya, Ogadai, ditetapkan jadi penggantinya. Ini merupakan pilihan bijaksana karena Ogadai menjadi seorang jendral brilian atas hasil usahanya sendiri.

Di bawah kepemimpinannya, pasukan Mongol meneruskan penyerbuannya di Cina, sepenuhnya menguasai Rusia, dan menyerbu maju menuju Eropa.

Di tahun 1241 gabungan tentara Polandia, Jerman, Hongaria sepenuhnya dipukul oleh orang-orang Mongol yang maju pesat menuju Budapest. Tetapi, tahun itu Ogadai meninggal dunia dan pasukan Mongol mundur dari Eropa dan tak pernah kembali lagi.

Ada masa lowong yang kentara tatkala para kepala suku Mongol saling adu alasan mengenai soal pengganti pimpinan. Tetapi, sementara itu di bawah dua Khan berikutnya (Mangu Khan dan Kublai Khan, keduanya cucu Jengis Khan) orang-orang Mongol meneruskan maju mendesak terus di Asia.

Tahun 1279 orang-orang Mongol sudah menguasai sebuah empirium yang terluas dalam sejarah. Penguasaan daerahnya meliputi Cina, Rusia, Asia Tengah, juga Persia dan Asia Tenggara.

Biografi Jengis Khan - Sang Penakluk Dari Mongolia
Wilayah Kekuasaan Kekaisaran Mongolia / artileri.org

Tentaranya melakukan gerakan maju yang penuh keberhasilan menambah daerah yang membentang mulai dari Polandia hingga belahan utara India, dan kekuasaan Kublai Khan diakhiri di Korea, Tibet, dan beberapa bagian Asia Tenggara.

Suatu empirium yang begini luas daerahnya dengan sendirinya sukar diatasi lewat sistem transportasi yang masih primitif. Akibatnya adalah musykil memelihara keutuhan daerah kekuasaan, sehingga pada akhirnya empirium itu terpecah belah.

BACA JUGA :  Biografi dan Profil Ratu Elizabeth II - Ratu Kerajaan Inggris

Tetapi, kekuasaan Mongol masih mampu bertahan bertahun-tahun. Orang Mongol baru terhalau dari sebagian besar Cina tahun 1368. Malahan, kekuasaan mereka atas daerah Rusia berlangsung lebih lama.

“Pengelana Emas,” begitulah julukan yang lazim diberikan kepada kerajaan cucu Jengis Khan bernama Batu didirikan di Rusia berlangsung hingga abad ke-16 dan Khamate dari Crimea bertahan hingga tahun 1783.

Cicit-cicit lain Jengis Khan mendirikan dinasti-dinasti yang menguasai Asia Tengah dan Persia. Kedua daerah ini ditundukkan di abad ke-14 oleh Timurleng (Tamerlane), juga berdarah Mongol dan mengklaim diri keturunan Jengtis. Dinasti Tamerlane berakhir di abad ke-15.

Tetapi meski ini berakhir bukanlah berarti penaklukan-penaklukan dan penguasaan Mongol sudah stop. Cicit Tamerlane bernama Baber menyerbu dan menduduki India dan mendirikan dinasti Mogul (Mongol). Penguasa-penguasa Mogul, yang menguasai hampir seluruh India tetap menggenggam tampuk kekuasaan hingga pertengahan abad ke-18.

Dalam biografi jengis khan, adalah satu akibat tak langsung penaklukan oleh Jengis Khan menyimpan makna tersendiri. Penaklukan Mongol yang berbarengan dengan penyatuan sebagian besar Asia lebih mengembangkan rute perdagangan di kawasan itu daripada keadaan sebelumnya.

Dan sekaligus mendorong arus perdagangan antara Cina dan Eropa. Pedagang-pedagang Eropa seperti Marco Polo dengan demikian dapat melakukan perjalanan ke Cina dan kembali membawa pelbagai rupa kisah tentang betapa kaya dan makmurnya Cina.

Peningkatan kegiatan ekonomis dengan daerah Timur ini dan kenaikan minat di Cina sendiri salah satu sebab yang menggoda orang-orang Eropa untuk berdatangan mencari rejeki dan mengeksploitir Timur.

Loading...