Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh

7 Pengusaha Indonesia yang Memulai Karier dari Nol hingga Jadi Orang Terkaya

Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2026

Membangun bisnis besar jarang dimulai dari modal besar atau koneksi istimewa. Tujuh tokoh berikut membuktikan bahwa titik awal yang sederhana, bahkan nyaris tanpa modal, bisa berujung pada kerajaan bisnis yang dikenal luas di Indonesia maupun dunia.

Daftar ini merangkum titik balik karier masing-masing tokoh, sebelum pembaca menelusuri kisah lengkapnya di halaman biografi masing-masing.

  1. 1Chairul Tanjung

    Chairul Tanjung

    Tumbuh di kamar losmen sempit bersama keluarganya pasca-penutupan usaha percetakan sang ayah, Chairul Tanjung membiayai kuliah kedokteran giginya di Universitas Indonesia dengan membuka jasa fotokopi, penjilidan modul, dan toko perlengkapan medis di lorong kampus. Naluri bisnisnya yang tajam membawanya mendirikan PT Pariarti Shindutama sebelum melesat membangun konglomerasi CT Corp. Kini ia mengendalikan pilar perbankan konsumen (Bank Mega, Allo Bank), media penyiaran nasional (Trans TV, Trans7, Detikcom), serta ritel terintegrasi (Transmart).
  2. 2Sudono Salim

    Sudono Salim

    Tiba di pelabuhan Kudus pada tahun 1936 dari desa terpencil di Fujian tanpa sepeser pun uang di saku, pria bernama lahir Liem Sioe Liong ini mengawali hidupnya sebagai buruh di pabrik tahu dan pedagang minyak kacang keliling. Memanfaatkan ketepatan membaca rantai pasok kebutuhan pokok di masa revolusi, ia membangun imperium Salim Group yang mencakup produsen tepung terigu raksasa Bogasari, raksasa mie instan dunia Indofood, jaringan ritel modern Indomaret, hingga pilar perbankan swasta terbesar nasional Bank Central Asia (BCA).
  3. 3Mochtar Riady

    Mochtar Riady

    Sempat bercita-cita menjadi bankir sejak masa kanak-kanak di Malang kendati hanya mewarisi toko sepeda kecil keluarga, Mochtar Riady dikenal di jagat keuangan Asia dengan julukan 'The Magic Man of Banking'. Keahliannya merevitalisasi bank-bank sekarat—mulai dari Bank Kemakmuran, Bank Buana, Bank Panin, hingga membesarkan BCA—menjadi batu loncatan mendirikan Lippo Group. Di bawah arahannya, Lippo menjelma konglomerasi terintegrasi yang memelopori kota mandiri Lippo Karawaci, jaringan hipermarket Hypermart, serta rantai rumah sakit modern Siloam Hospitals.
  4. 4Top Ittipat

    Top Ittipat

    Kisah pengusaha muda asal Thailand bernama asli Aitthipat Kulapongvanich ini merupakan drama kebangkitan kewirausahaan paling dramatis di Asia Tenggara. Kecanduan game online di bangku sekolah dan dihadapkan pada kenyataan pahit keluarganya terlilit utang 40 juta baht pasca-krisis moneter, Top menolak menyerah dengan merintis kios kastanye goreng di pusat perbelanjaan. Eksperimen pantang menyerahnya menggoreng rumput laut berujung pada lahirnya merek global Tao Kae Noi yang kini merajai rak-rak minimarket di puluhan negara, termasuk Indonesia.
  5. 5Sandiaga Uno

    Sandiaga Uno

    Lulus dengan predikat summa cum laude dari Wichita State University dan George Washington University, Amerika Serikat, karier profesional Sandiaga sempat runtuh seketika saat perusahaannya di Singapura bangkrut terhantam badai krisis finansial Asia 1998. Menjadi pengangguran dengan tabungan menipis dan harus tinggal di rumah orang tua, ia bersama Edwin Soeryadjaya mendirikan biro konsultasi finansial kecil PT Recapital Advisors dan PT Saratoga Investama Sedaya, yang kemudian melesat menjadi salah satu konglomerasi investasi ekuitas swasta terkuat di Asia Tenggara.
  6. 6Erick Thohir

    Erick Thohir

    Kendati merupakan putra pengusaha Teddy Thohir, Erick memilih membangun jalurnya sendiri dari bawah tanpa bergantung pada grup bisnis sang ayah. Bersama rekan-rekan kuliahnya sepulang dari Amerika Serikat, ia merintis bisnis penyiaran dan sindikasi media cetak kecil-kecilan lewat bendera Mahaka Media. Portofolio bisnisnya kian mengglobal saat ia mencatatkan sejarah sebagai orang Asia pertama yang mengakuisisi mayoritas saham klub raksasa sepak bola Serie A Italia Inter Milan dan klub basket NBA Philadelphia 76ers, sebelum dipercaya mengomandoi Kementerian BUMN.
  7. 7Sukanto Tanoto

    Sukanto Tanoto

    Terpaksa putus sekolah di bangku SMA pada usia 17 tahun di Medan akibat penutupan sekolah Tionghoa dan kebangkrutan usaha sang ayah, Sukanto Tanoto mengambil alih beban keluarga dengan menjual suku cadang mesin, pipa, dan peralatan bensin ke perusahaan minyak Pertamina. Ketajaman bisnisnya melahirkan pabrik kayu lapis modern CV Ratu dan bertransformasi menjadi Royal Golden Eagle (RGE), konglomerasi manufaktur berbasis sumber daya alam global yang mempekerjakan puluhan ribu karyawan di sektor pulp (APRIL), serat rayon (Bracell), dan minyak sawit (Asian Agri).