Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh
Tokoh Indonesia

Biografi Ahmad Dofiri: Sang Adhi Makayasa Pemecat Sambo yang Kini Jadi Penasihat Presiden

NOleh: Nurdyansa
•(Diperbarui: 7 Okt 2026)•9 menit baca•Wikidata: Q134697121
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • Peraih penghargaan Adhi Makayasa Akpol 1989 sebagai lulusan terbaik.
  • Menjabat Kapolda DIY, sukses mengamankan wilayah dan menaikkan status Polda menjadi tipe A.
  • Memimpin sidang KKEP yang memecat mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo secara tegas pada Agustus 2022.
  • Menjabat Wakapolri (2024–2025) hingga purna tugas dan kini mengemban amanah sebagai Penasihat Khusus Presiden.
Daftar Isi

Jenderal Polisi (Kehoramtan) Ahmad Dofiri adalah purnawirawan perwira tinggi Polri peraih Adhi Makayasa Akpol 1989 yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian. Namanya mencuat secara nasional saat ia memimpin sidang etik yang memecat Ferdy Sambo pada tahun 2022.

Potret ahmad dofiri
Sumber: Wikipedia (Jenderal_Polisi_(Hor)_Ahmad_Dofiri.jpg)

Biodata Ahmad Dofiri

Informasi Detail
Nama Lengkap Jenderal Polisi (Kehormatan) Ahmad Dofiri
Tempat Lahir Indramayu, Jawa Barat
Tanggal Lahir 4 Juni 1967
Almamater Akademi Kepolisian (Lulus 1989)
Penghargaan Utama Adhi Makayasa (Lulusan Terbaik Akpol 1989)
Jabatan Terakhir Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian (Sejak 2025)
Jabatan Sebelumnya Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2024–2025)
Nama Istri Diana Wahyuni

Jejak Langkah Akademik dan Penghargaan Adhi Makayasa

Lahir di Indramayu pada tanggal 4 Juni 1967, Ahmad Dofiri tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan kedisiplinan yang ketat. Sejak kecil, ia diajarkan untuk menghargai setiap proses belajar dan bekerja keras demi meraih impian. Masa kecilnya dihabiskan di daerah pesisir utara Jawa Barat yang membentuk karakternya menjadi sosok yang lugas namun tetap tenang dalam bertindak. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Tegalurung pada tahun 1980 dengan nilai yang sangat menonjol dibanding teman-teman sebayanya. Bakat akademisnya semakin terlihat ketika ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Indramayu dan lulus pada tahun 1983.

Ketertarikannya pada dunia sains, keteraturan, dan kedisiplinan membawanya masuk ke SMA Negeri 1 Sindang, salah satu sekolah menengah atas terkemuka di wilayah Indramayu. Di sekolah ini, Ahmad Dofiri dikenal sebagai siswa yang aktif, cerdas, dan memiliki kepribadian yang tenang. Ia berhasil menyelesaikan masa sekolah menengah atasnya dengan predikat memuaskan pada tahun 1986, yang sekaligus menjadi jembatan baginya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi di dunia pengabdian negara.

Langkah besarnya di dunia militer dan kepolisian dimulai ketika ia memutuskan untuk mendaftar ke Akademi Kepolisian. Sejak awal menginjakkan kaki di kawah candradimuka Akpol, pemuda asal Jawa Barat ini telah menunjukkan bakat kepemimpinan yang sangat menonjol dan berbeda dari rekan-rekan seangkatannya. Kemampuannya menyerap materi taktik kepolisian, hukum, latihan fisik, dan teori kepemimpinan secara seimbang membuatnya selalu berada di peringkat teratas angkatannya selama masa pendidikan. Kerja keras tersebut membuahkan hasil tertinggi ketika ia lulus pada tahun 1989 sebagai peraih penghargaan Adhi Makayasa, sebuah lambang supremasi akademik dan kepribadian terbaik yang hanya diberikan kepada satu lulusan terbaik dari setiap angkatan di akademi militer maupun kepolisian.

"Disiplin, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih adalah fondasi mutlak yang harus dipegang teguh oleh setiap insan Bhayangkara dalam melayani masyarakat."

Prestasi tersebut tidak membuat Ahmad Dofiri cepat berpuas diri. Ia sangat menyadari bahwa tantangan tugas kepolisian di masa depan akan semakin kompleks dan membutuhkan landasan ilmiah yang sangat kuat. Oleh karena itu, di sela-sela kesibukan dinasnya yang padat, ia melanjutkan studi di Program Pascasarjana Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia dan berhasil meraih gelar magister pada tahun 2000. Untuk memperkuat keahlian taktisnya di lapangan, ia juga menempuh sejumlah pendidikan spesialisasi kepolisian yang komprehensif, seperti Pendidikan Kejuruan Reserse Umum pada tahun 1992, Pendidikan Dasar Perwira Brimob tahun 1994, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada tahun 1996, Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian tahun 2003, hingga Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian pada tahun 2012.

Pengabdian di Daerah: Menjaga Kondusivitas Banten, Yogyakarta, dan Jawa Barat

Karier operasional Ahmad Dofiri di lapangan diwarnai dengan penugasan di berbagai wilayah strategis di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan sosial cukup tinggi. Pengalaman kepemimpinannya diuji secara nyata ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Banten pada tahun 2016. Meskipun masa jabatannya di tanah jawara terbilang singkat, stabilitas keamanan di wilayah Banten berhasil terjaga dengan baik berkat pendekatan persuasif yang diterapkannya kepada para ulama, tokoh adat, serta elemen masyarakat setempat. Ia percaya bahwa kunci utama keamanan daerah adalah sinergi yang harmonis antara aparat penegak hukum dan pemuka agama.

Setelah menyelesaikan tugas dengan baik di Banten, Ahmad Dofiri dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta pada akhir tahun 2016. Di Yogyakarta, kepiawaian kepemimpinannya diuji oleh berbagai dinamika sosial, budaya, dan politik yang cukup tinggi. Selama hampir tiga tahun memimpin Polda DIY, ia berhasil menangani sejumlah isu sensitif yang berpotensi memicu gesekan horizontal dan mengganggu ketenteraman warga. Salah satu momen krusial yang ditanganinya dengan sangat tenang dan profesional adalah peristiwa penyerangan bersenjata tajam di Gereja Santo Lidwina Bedog, Sleman, pada awal tahun 2018. Melalui respons cepat aparat keamanan di lapangan dan komunikasi yang intensif dengan tokoh lintas agama serta pihak Kesultanan Yogyakarta, ia berhasil meredam potensi konflik keagamaan yang sempat memanas dan dengan cepat mengembalikan rasa aman bagi seluruh warga Yogyakarta.

Selain itu, selama memimpin Polda DIY, ia juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan kejahatan jalanan yang melibatkan remaja atau yang dikenal dengan istilah klitih. Ia mengedepankan pendekatan preventif dengan berpatroli malam secara rutin dan pembinaan karakter remaja yang tertangkap, sekaligus menerapkan tindakan hukum yang tegas bagi pelaku yang telah melampaui batas pidana. Atas berbagai pencapaian dan kondusivitas wilayah yang berhasil dijaganya, Polda DIY di bawah kepemimpinannya berhasil naik status dari tipe B menjadi tipe A, sebuah pengakuan resmi atas peningkatan kapasitas organisasi dan pelayanan kepolisian di Yogyakarta.

Kesuksesannya di Yogyakarta membawa Ahmad Dofiri kembali ke tanah kelahirannya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat pada November 2020. Penunjukan ini dilakukan di tengah masa-masa sulit pandemi global, di mana kepolisian dituntut tidak hanya menjaga keamanan tetapi juga menegakkan protokol kesehatan masyarakat secara ketat guna menekan angka penyebaran virus. Di bawah kendalinya, Polda Jawa Barat mengambil tindakan tegas terhadap berbagai pelanggaran kekarantinaan kesehatan, termasuk penanganan hukum terkait kerumunan massa berskala besar di Megamendung, Bogor, yang melibatkan tokoh organisasi kemasyarakatan terkemuka pada waktu itu. Langkah berani ini menunjukkan prinsip hidupnya bahwa hukum harus ditegakkan secara tegak lurus tanpa tebang pilih dan tanpa ragu demi keselamatan rakyat banyak.

Ketegasan di Meja Sidang Etik dan Reformasi Institusi

Karier Ahmad Dofiri semakin kokoh di tingkat nasional ketika ia ditarik ke Markas Besar Polri untuk menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri pada akhir tahun 2021. Jabatan ini menuntut tingkat akurasi analisis yang sangat tinggi dalam mendeteksi berbagai potensi ancaman terhadap keamanan nasional serta gejolak sosial politik di seluruh wilayah tanah air. Di bawah kepemimpinannya, Baintelkam Polri berhasil memetakan potensi gangguan keamanan dengan sangat rapi, mendukung jalannya transisi politik dan pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi secara maksimal.

Ujian terberat sekaligus momen bersejarah yang melambungkan namanya di mata publik nasional terjadi pada bulan Agustus 2022. Ketika institusi kepolisian diguncang hebat oleh skandal pembunuhan berencana Brigadir J yang melibatkan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Ferdy Sambo, Kapolri menunjuk Ahmad Dofiri untuk memimpin sidang Komisi Kode Etik Polri. Sidang etik tersebut merupakan pertaruhan terbesar bagi reputasi dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian yang pada saat itu berada di titik terendah dalam sejarah kepolisian modern Indonesia.

"Keputusan ini diambil secara kolektif kolegial dan berdasarkan pertimbangan fakta persidangan yang objektif demi menjaga kehormatan serta marwah institusi Polri."

Dengan ketenangan luar biasa, kewibawaan yang tinggi, dan penguasaan hukum yang sangat mendalam, Ahmad Dofiri memimpin jalannya sidang maraton yang berlangsung selama belasan jam secara terbuka dan transparan. Keputusannya sangat jelas dan tanpa keraguan sedikit pun, menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat kepada sang jenderal bintang dua yang sebelumnya memiliki pengaruh sangat kuat di internal kepolisian. Kepemimpinan sidang yang objektif, berani, dan transparan ini mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat, praktisi hukum, akademisi, hingga jajaran pemerintahan, karena dianggap sebagai momentum penting kembalinya marwah, kehormatan, dan integritas kepolisian Indonesia.

Setelah menuntaskan tugas berat di Baintelkam, ia kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Inspektur Pengawasan Umum Polri pada awal tahun 2023. Di posisi ini, ia fokus pada penguatan sistem pengawasan internal, pemberantasan praktik pungutan liar dalam pelayanan kepolisian, serta peningkatan transparansi pelayanan publik di seluruh satuan kerja kepolisian di Indonesia. Baginya, pengawasan internal yang kuat adalah benteng utama untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang oleh aparat di lapangan.

Puncak Pengabdian di Polri dan Amanah Baru sebagai Penasihat Khusus Presiden

Kepercayaan pimpinan Polri dan pemerintah terhadap kapasitas intelektual serta integritas Ahmad Dofiri mencapai puncaknya ketika ia dilantik sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pada tanggal 13 November 2024, menggantikan Agus Andrianto yang mendapatkan amanah baru di kabinet pemerintahan. Penunjukan ini merupakan kelanjutan alami dari pengabdian panjangnya yang tanpa cacat di kepolisian. Bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ia bahu-membahu merumuskan berbagai kebijakan strategis untuk modernisasi kepolisian, peningkatan profesionalisme anggota, serta pemantapan pelayanan kepolisian yang responsif, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Ahmad Dofiri memegang jabatan Wakapolri hingga ia memasuki masa purna tugas dari kedinasan aktif kepolisian pada tanggal 30 Juni 2025. Dedikasinya yang luar biasa selama puluhan tahun di kepolisian membuat negara memberikan penghormatan tinggi berupa kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi Kehormatan atas jasa-jasanya yang sangat luar biasa bagi stabilitas keamanan nasional dan penegakan hukum di tanah air.

Namun, masa pensiun dari kedinasan aktif tidak menghentikan langkah pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Pada tanggal 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian dalam sebuah upacara resmi di Istana Negara. Jabatan strategis ini dibentuk oleh presiden untuk memberikan masukan-masukan taktis dan strategis langsung kepada kepala negara mengenai arah kebijakan keamanan nasional serta akselerasi reformasi institusi penegak hukum di Indonesia.

Dalam peran barunya tersebut, Ahmad Dofiri juga dipercaya memegang peran sentral sebagai Sekretaris Komisi Reformasi Kepolisian, sebuah lembaga khusus yang bertugas merumuskan peta jalan pembenahan menyeluruh bagi Korps Bhayangkara. Pada pertengahan tahun 2026, ia bersama anggota komisi lainnya berhasil merumuskan dan menyerahkan dokumen penting berisi rekomendasi reformasi struktural, instrumental, dan kultural polri langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dokumen komprehensif tersebut menitikberatkan pada perbaikan kultur pelayanan publik, penghapusan tindakan kekerasan yang berlebihan di lapangan, serta penguatan pengawasan eksternal guna memastikan polisi masa depan yang semakin profesional, berintegritas tinggi, dan dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia.

Kehidupan pribadi Ahmad Dofiri juga dikenal sangat harmonis dan jauh dari pemberitaan miring. Didampingi oleh istrinya, Diana Wahyuni, ia selalu menanamkan nilai-nilai kerendahan hati dan kesederhanaan di tengah keluarga mereka. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak yang dididik dengan pemahaman agama dan disiplin yang kuat, meneladani sikap hidup sang ayah yang selalu mengutamakan integritas dan tanggung jawab dalam setiap langkah pengabdiannya kepada negara.

Referensi

  1. Wikipedia bahasa Indonesia. (2026). Ahmad Dofiri. Diperoleh dari https://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dofiri
  2. Kompas ID. (2025). A Series of Special Advisors Surrounding President Prabowo. Diperoleh dari https://kompas.id/artikel/en-sukarno-minta-10-pemuda-prabowo-melantik-10-penasihat
  3. Detik News. (2025). Enam Kali Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Daftar Lengkapnya. Diperoleh dari https://www.detik.com/jabar/berita/d-8662443/enam-kali-reshuffle-kabinet-prabowo-ini-daftar-lengkapnya
  4. Digivestasi News. (2026). 6 Key Police Reform Recommendations Submitted to Prabowo Subianto-Here Are the Critical Points. Diperoleh dari https://digivestasi.com/news/detail/berita_terkini/6-key-police-reform-recommendations-submitted-to-prabowo-subianto-here-are-the-critical-points

Pertanyaan Seputar Tokoh Ini

Siapa Ahmad Dofiri?

Jenderal Polisi (Kehormatan) Ahmad Dofiri adalah purnawirawan perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian sejak September 2025.

Apa prestasi akademik tertinggi Ahmad Dofiri?

Ahmad Dofiri merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1989 dan berhasil meraih penghargaan prestisius Adhi Makayasa.

Apa peran penting Ahmad Dofiri dalam penanganan kasus Ferdy Sambo?

Beliau bertindak sebagai Ketua Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang memimpin sidang etik dan memutuskan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Ferdy Sambo pada Agustus 2022.

Kapan Ahmad Dofiri dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden?

Beliau dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 17 September 2025 untuk mengurusi bidang keamanan dan akselerasi reformasi institusi kepolisian.

Bagikan:
N

Nurdyansa

Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content