Biografi Henri Becquerel: Penemu Radioaktivitas dari Laci Laboratorium
Daftar Isi
Pada 1 Maret 1896, di tengah cuaca Paris yang mendung, Antoine Henri Becquerel membuka laci meja kerjanya dan mencuci pelat fotografi yang tersimpan di sana bersama kristal garam uranium. Alih-alih menemukan bayangan samar, ia mendapati pelat itu menghitam nyaris sempurna. Dari insiden laci laboratorium tersebut, fisika modern mengenal sebuah fenomena baru: radioaktivitas spontan. Peristiwa sederhana yang lahir dari cuaca buruk itu menempatkan nama Becquerel dalam deretan penemu yang mengubah sejarah ilmu pengetahuan.
Antoine Henri Becquerel lahir di Paris pada 15 Desember 1852 dan wafat di Le Croisic, Prancis, pada 25 Agustus 1908. Setiap mahasiswa fisika kini mengenal satuan "becquerel" (Bq) untuk mengukur aktivitas radiasi, sebuah warisan namanya yang diresmikan Sistem Internasional Satuan (SI) pada 1975. Ketekunan turun-temurun keluarga Becquerel selama hampir satu abad pada 2009 diabadikan pula ketika Museum Nasional Sejarah Alam Prancis (MNHN) serta berbagai institusi saintifik menempatkan kisah penemuan radioaktivitas dalam kanon sains Prancis.

Biodata & Profil Singkat
| Biodata | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Antoine Henri Becquerel |
| Lahir | 15 Desember 1852, Paris, Prancis |
| Wafat | 25 Agustus 1908 (usia 55 tahun), Le Croisic, Prancis |
| Almamater | École Polytechnique, École des Ponts et Chaussées |
| Peran Utama | Fisikawan eksperimental, Penemu radioaktivitas |
| Portofolio | Profesor École Polytechnique dan Muséum national d'histoire naturelle; Ketua Gabungan Penelitian Energi Nuklir |
| Penghargaan | Penghargaan Nobel Fisika 1903 (Berbagi 1/2) |
| Ruang Lingkup | fisika, fosforensi, penemuan radioaktivitas uranium |
Latar Belakang Keluarga Ilmuwan Prancis
Henri Becquerel tumbuh di tengah atmosfer laboratorium yang nyaris turun-temurun. Kakeknya, Antoine César Becquerel, adalah pionir elektrokimia yang pada 1820an pertama kali menunjukkan bahwa listrik dapat mempercepat kristalisasi, sebuah temuan yang kemudian melahirkan teknik galvanoplasti. Sang ayah, Alexandre Edmond Becquerel, mendalami efek fotovoltaik dan pada 1839 membangun sel fotoelektrik pertama yang mengubah cahaya menjadi arus listrik di laboratorium Museum Nasional Sejarah Alam (MNHN) Paris. Ayahnya juga seorang ahli fosforensi dan fluoresensi. Kedua figur ini menjadi acuan sekaligus tekanan moral bagi Henri sejak remaja.
Becquerel menyelesaikan pendidikan teknik dasar dulu-soalnya di sebuah sekolah menengah di Paris sebelum diterima di École Polytechnique pada 1872. Dua tahun berselang, ia masuk École des Ponts et Chaussées, lembaga elite teknik sipil Prancis, sambil mulai membidangi ilmu luminesensi ala keluarganya. Ruhaniauh tenang dan disiplin ala insinyur bercampur dengan tradisi riset eksperimental laboratorium MNHN, sehingga ia mewarisi kursi teknik fisika terapan di museum itu pada 1878 dan menyelesaikan doktoratnya pada 1888 dengan disertasi tentang intensitas cahaya yang dipancarkan dalam sifat luminesensi.
Karier Awal dan Panggung Akademik Prancis
Karier profesional Becquerel berkembang paralel antara dunia teknik negara dan riset murni. Ia bekerja di layanan publik jembatan dan jalan (Ponts et Chaussées) hingga menjabat insinyur kepala, sementara di sisi lain terus menapaki jenjang akademis. Pada 1892, setelah kematian ayahnya, Henri dinobatkan sebagai profesor fisika terapan di MNHN, posisi ketiga dalam garis keturunan Becquerel yang memegang kursi tersebut seturun-temurun sejak 1838. Tiga tahun berikutnya, pada 1895, ia mengangkat diri menjadi profesor fisika di École Polytechnique, kampus teknik paling bergengsi di zamannya.
Kepakarannya berkembang dari polarisasi cahaya, magnetisme, hingga putaran Faraday. Ia teliti dalam eksperimen dan tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan. Pada masa itu, lab fotografi bukan sekadar galeri seni, melainkan sarana presisi ilmiah. Keterampilan fotografi yang diwarisi dari kakeknya memberinya alter-ego refleks dalam bekerja. Pada akhir abad 19, ketika dunia saintifik heboh akibat ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Röntgen pada 1895, Becquerel lah yang berada di posisi unik untuk menggerakkan uji silang karena latar keluarga fosforensi serta keahlian fotografi tersebut.
Garam Uranium, Laci Laboratorium, dan Penemuan Radioaktivitas
Pada Januari 1896, di tengah rapat Académie des Sciences di Paris, Henri Poincaré membacakan laporan mengenai sinar X Röntgen. Becquerel menyimak dengan geliat intelektual karena kecurigaan langsung tertuju pada fenomena fosforensi yang selama ini menjadi kepakarannya. Ia merumuskan hipotesis awal: mungkinkah garam uranium yang berpendar di bawah sinar matahari turut memancarkan radiasi menembus kertas hitam sebagaimana sinar-X?
Pertengahan Februari 1896, Becquerel membungkus pelat fotografi dengan kertas hitam tebal, meletakkan kristal garam uranium di atasnya, dan menjemur rangkaian itu seharian di bawah matahari Paris. Setelah dicuci, pelat tersebut menunjukkan bayangan kristal, menukikkan dugaanku bahwa sinar matahari memicu radiasi mirip sinar-X. Ia memaparkan hasilnya di acara Akademi Sains pada 24 Februari 1896. Beberapa hari berikutnya, cuaca Paris mendung. Kebutuhan sinar matahari tidak terpenuhi, sehingga Becquerel menyimpan kristal uranium dan pelat bungkusannya di dalam laci meja kerja. Pada 1 Maret, tanpa alasan eksplisit kecuali keingintahuan atau ketepatan jadwal laporan, ia mencuci pelat itu dan menemukan bayangan yang luar biasa jelas. Pada rapat Akademi berikutnya, ia menyusulkan: "uranium memancarkan radiasi tanpa rangsangan cahaya matahari."
"On doit donc conclure de ces expériences que la substance phosphorescente en question émet des radiations qui traversent le papier opaque à la lumière et réduisent les sels d'argent." (Kita harus simpulkan dari eksperimen ini bahwa zat fosforensi tersebut memancarkan radiasi yang menembus kertas hitam dan mereduksi garam perak).
Ia terus menguji. Bulan Mei 1896, ia membuktikan bahkan garam uranium yang nonfosforesen tetap menunjukkan efek serupa, sehingga radiasi itu bukan fenomena cahaya atau fosforensi, melainkan pancaran intrinsik dari atom uranium itu sendiri. Ia menerbitkan tujuh makalah dalam satu tahun, menggambarkan sifat radiasi, daya ionisasi, dan pengaruh medan magnet pada radiasi.

Kolaborasi dengan Pasangan Curie
Radiasi Becquerel pada awalnya belum banyak menarik perhatian masyarakat ilmiah yang masih terpesona oleh sinar X. Di tengah keheningan riset, sebuah keputusan doktorat mengubah sejarah: Marie Curie, begawan kimia kelahiran Warsawa, memilih radiasi uranium untuk bahan tesisnya pada 1897. Dengan elektrometer karya Pierre Curie, Marie dan Pierre mengukur daya ionisasi radiasi tersebut dan pada 1898 berhasil mengisolasi dua unsur baru, polonium dan radium. Istilah "radioaktivitas" sendiri dicetuskan Marie Curie untuk menyulut perubahan paradigma.
Becquerel menjadi mentor kebanggaan sekaligus mitra dialogis. Ketika bukti-bukti curie semakin kuat, ia turut membantu mengukuhkan citra fenomena baru dalam forum-forum Akademi Sains Prancis. Tepat pada Desember 1903, Becquerel nerima Nobel Fisika bersama Pierre dan Marie Curie atas "layanan luar biasa"nya dalam penemuan radioaktivitas spontan. Poin tegas Nobel Folketing adalah: dia layak meraih separuh penuh penghargaan, sementara setengah lainnya dibagi pasangan Curie. Penegasan itu terabadikan dalam lembaran resmi Nobel:
"Penghargaan ini diberikan dalam pengakuan atas layanan luar biasa yang telah ia berikan melalui penemuan radioaktivitas spontan."
Uniknya, hanya dalam hitungan dua tahun, ketiga tokoh tersebut berdiri selama satu panggung Nobel, bukti solidnya kolaborasi saintifik angkatan Paritas abad 19.
Akhir Hayat dan Warisan: Tahun-Tahun Terakhir dan Kematian Dini
Setelah menyandang Nobel, Becquerel memikul tanggung jawab akademik lebih berat, namun kesehatannya berangsur menurun. Terungkap dalam catatan catatannya, tanda bahaya kesehatan mulai muncul bersema di tengah kesibukan memimpin berbagai institusi. Pada 1906, ia menjadi anggota dan kemudian wakil presiden, lalu presiden Académie des Sciences. Pada 1908, ia berfungsi sebagai salah satu sekretaris tetap selama hanya dua minggu. Namun usianya yang baru 55 tahun diputus oleh serangan jantung dini pada 25 Agustus 1908 saat beristirahat di rumah musim panasnya di Le Croisic, Prancis Barat.
Meski masa aktifnya praktis hanya dua belas tahun sejak penemuan terbesar 1896, bukti ketelitiannya mampu menganggungi sepanjang sejarah fisika. Ia meninggalkan seorang istri, Louise Désirée Lorieux, serta putra tunggal Jean Becquerel (1878-1953) yang kemudian menjadi fisikawan nuklir. Melalui putranya, garis keturunan keempat ilmuwan keluarga Becquerel mengabdi bagi sains Prancis.
Warisan Ilmiah dan Pengaruh Abadi
Dampak radioaktivitas Becquerel melampaui abad kehidupannya. Ernest Rutherford pada 1899 mengklasifikasikan radiasi menjadi alfa, beta, dan gamma, lalu pada 1902 bersama Frederick Soddy merumuskan transmutasi unsur. Energi atom yang dikendalikan manusia, pengobatan kanker radioterapi, hingga teknologi eksplorasi luar angkasa berkat generator termoelektrik radioisotop, semua berakar pada laci malang musim mendung 1896 itu. Pada 1953, laboratorium di luar ruang angkasa: bulan kawah di sisi jauh Bulan dinamai Becquerel; pada 1975, satuan SI untuk aktivitas radiasi secara resmi dinamai "becquerel" (Bq).
Museum Ilmiah Inggris mengakui: garis keluarga Becquerel menyatukan empat generasi ilmuwan sekaligus dari Antoine César, Edmond, Henri, hingga Jean, sebuah rekor langka dalam sains Eropa. Ketelitian metode, sikap jujur ketika hasil percobaan tidak sesuai hipotesis awal, dan keterbukaan dalam menyerahkan panggung lanjutan pada generasi Curie membuat Becquerel model ilmuwan par excellence. Di Museum Nasional Sejarah Alam Prancis, peringatan 100 tahun penemuan radioaktivitas pada 1996 digelar sebagai monumen proses saintifik yang baru dimulai melalui sebuah rasa ingin tahu yang diperbolehkan menekusuri pelat fotografi tak terduga.
"Jika Pierre Curie wafat pada 1906 dan Marie Curie menempuh jalur kesehatan buruk akibat radiasi dalam periode yang sama, terbukti para penemu radioaktivitas turut menjadi korban dari bidang yang mereka buka, meski tindakan perlindungan dini baru lahir setekakah kemudian."
Referensi
American Physical Society. (2008). March 1, 1896: Henri Becquerel Discovers Radioactivity. APS News. https://www.aps.org/apsnews/2008/02/becquerel-discovers-radioactivity
Nobel Prize Outreach. (2026). Henri Becquerel Facts. NobelPrize.org. https://www.nobelprize.org/prizes/physics/1903/becquerel/facts/
Becquerel, H. (1896). Sur les radiations émises par phosphorescence. Comptes Rendus, 122, 420. https://www.nndc.bnl.gov/discovery/abstracts/92/238.pdf
CERN. (2023). Becquerel Discovers Radioactivity. CERN Timeline. https://timeline.web.cern.ch/becquerel-discovers-radioactivity
Science Museum Group. (2023). The Becquerel family: Four generations of scientists. Science Museum. https://www.sciencemuseum.org.uk/objects-and-stories/becquerel-family-four-generations-scientists
Nurdyansa
Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.
Biografi Tokoh Terkait Lainnya
6 Rekomendasi
Biografi Abraham Lincoln, 'Bapak Demokrasi Amerika' Penghapus Perbudakan

Biografi Abu Bakar Ash Shiddiq, Kisah Sang Khulafaur Rasyidin

Biografi Adam Malik

Biografi Adam Osborne - Penemu Laptop

Biografi Adam Smith, Bapak Ilmu Ekonomi Dunia
