Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh
Tokoh Indonesia

Biografi Budi Gunawan

NOleh: Nurdyansa
•(Diperbarui: 6 Okt 2026)•4 menit baca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • Purnawirawan Jenderal Polisi dan mantan Kepala BIN
  • Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri (1999-2004)
  • Pernah menjadi tersangka KPK, status dibatalkan praperadilan
  • Menjabat Kepala BIN (2016-2024), terlama dalam sejarah
  • Menko Polhukam (2024-2025) sebelum di-reshuffle
Daftar Isi

Budi Gunawan, seorang tokoh yang namanya tak asing dalam kancah keamanan dan intelijen Indonesia, mengukir jejak panjang di institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Lahir pada 11 Desember 1959 di Surakarta, Jawa Tengah, perjalanan kariernya diwarnai berbagai posisi strategis, termasuk momen-momen krusial yang menguji integritas dan kapasitasnya di hadapan publik. Dari seorang ajudan presiden hingga memimpin lembaga intelijen dan menjadi menteri koordinator, Budi Gunawan telah menjadi saksi dan pelaku penting dalam dinamika politik dan keamanan nasional.

Potret Budi Gunawan
Sumber: Wikipedia (Budi_Gunawan_sebagai_Anggota_Dewan_Pertimbangan_Presiden_RI_(2026).jpg)

Biodata Budi Gunawan

Metrik Nilai
Nama Lengkap Budi Gunawan
Lahir Surakarta, 11 Desember 1959
Kebangsaan Indonesia
Alma Mater Akademi Kepolisian (1983), Sespimpol (1988), Lemhannas (2005), Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti (2018)
Pekerjaan Purnawirawan Jenderal Polisi, Pejabat Intelijen, Politikus
Pasangan Susilowati Rahayu
Jabatan Penting Kepala BIN (2016-2024), Menko Polhukam (2024-2025), Ketua Kompolnas, Ketua PB ESI
Pangkat Terakhir Jenderal Polisi

Awal Karier dan Jejak di Kepolisian

Budi Gunawan memulai perjalanan pengabdiannya di Korps Bhayangkara setelah lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1983. Dengan bekal pendidikan yang mumpuni, termasuk Sespimpol pada 1988 dan Lemhannas pada 2005, ia menapaki berbagai posisi di kepolisian, mengasah kemampuannya dalam bidang reserse, intelijen, dan manajemen organisasi. Salah satu babak penting dalam awal kariernya adalah ketika ia dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden dan kemudian Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, dari tahun 1999 hingga 2004. Peran ini memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola negara dan interaksi dengan pucuk pimpinan tertinggi.

Setelah periode tersebut, karier Budi Gunawan terus menanjak. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Bali, sebuah posisi penting yang menuntut kepiawaian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di salah satu destinasi wisata utama Indonesia. Selanjutnya, ia juga menduduki posisi sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri dan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Pengalaman yang beragam ini membentuknya menjadi seorang perwira tinggi yang memiliki visi luas dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap berbagai tantangan.

Kontroversi dan Kebangkitan di Badan Intelijen Negara

Pada tahun 2015, nama Budi Gunawan mencuat ke permukaan publik dengan intensitas yang tinggi ketika Presiden Joko Widodo mengajukannya sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia. Namun, pencalonan tersebut segera diiringi dengan kontroversi besar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi terkait rekening gendut yang diduga tidak wajar. Situasi ini memicu ketegangan antara dua lembaga penegak hukum yang berujung pada kegaduhan politik nasional.

Meskipun status tersangka sempat menyemat pada dirinya, Budi Gunawan tidak menyerah. Melalui jalur praperadilan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan status tersangka yang disematkan oleh KPK, menyatakan bahwa penetapan tersebut tidak sah. Keputusan ini, ditambah dengan hasil penyelidikan internal Polri yang menyatakan dirinya bersih dari tuduhan, membuka kembali jalan bagi Budi Gunawan untuk kembali berkiprah.

Pascakontroversi pencalonan Kapolri, pada 9 September 2016, Budi Gunawan diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Penunjukan ini menandai babak baru dalam kariernya, di mana ia dipercaya untuk memimpin salah satu lembaga paling strategis dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman internal maupun eksternal.

"Saya akan menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan profesional serta akan memegang teguh segala rahasia intelijen negara dalam keadaan bagaimanapun," ujar Budi Gunawan saat pelantikan dirinya di Istana Negara, Jakarta.

Selama menjabat sebagai Kepala BIN, Budi Gunawan dikenal fokus pada modernisasi intelijen, penguatan sumber daya manusia, dan adaptasi teknologi dalam menghadapi dinamika ancaman global. Beliau menegaskan netralitas dan independensi BIN dalam mengawal negara:

"Saya jamin tidak ada pesanan-pesanan. Sesuai undang-undang, BIN harus bekerja dengan mengedepankan independensi karena Presiden memang menjadi klien tunggal."

Ia menjadi elemen kepolisian kedua yang memimpin BIN setelah Sutanto, dan yang paling lama menjabat dalam posisi tersebut, hingga Oktober 2024.

Peran di Kabinet dan Jabatan Publik Lainnya

Setelah delapan tahun memimpin BIN, pada 20 Oktober 2024, Budi Gunawan kembali menempati posisi sentral dalam pemerintahan. Ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam, yang kemudian diubah namanya menjadi Menko Polkam) oleh Presiden Prabowo Subianto dalam susunan Kabinet Merah Putih. Penunjukannya sebagai menteri koordinator ini menegaskan kembali kepercayaan negara terhadap kapasitas dan pengalamannya. Dalam masa jabatannya yang singkat, ia bertanggung jawab mengoordinasikan berbagai kebijakan dan program di sektor politik, hukum, dan keamanan, menghadapi beragam tantangan domestik. Namun, pada 8 September 2025, Budi Gunawan diberhentikan dari jabatannya sebagai Menko Polkam sebagai bagian dari reshuffle kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Di luar peran utamanya di kepolisian dan intelijen, Budi Gunawan juga aktif dalam berbagai jabatan publik lainnya. Ia menjabat sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), sebuah lembaga yang bertugas membantu Presiden dalam menetapkan kebijakan Polri dan memberikan pertimbangan dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Selain itu, ia juga aktif dalam pengembangan olahraga elektronik di Indonesia dengan menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PB ESI). Berbagai peran ini menunjukkan kapasitasnya yang multi-dimensi, tidak hanya di bidang keamanan tetapi juga dalam ranah kebijakan publik dan pengembangan potensi generasi muda.

Referensi

  1. Grokipedia. (2025). Budi Gunawan. Grokipedia. https://grokipedia.com/page/Budi_Gunawan
  2. VIVA. (t.t.). Profil Budi Gunawan. VIVA. https://www.viva.co.id/siapa/read/61-budi-gunawan
  3. Wikipedia. (2025). Budi Gunawan. Wikipedia bahasa Inggris. https://en.wikipedia.org/wiki/Budi_Gunawan
  4. Subianto, P. (2025). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Kabinet. Jakarta.
  5. Republik Indonesia. (2016). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 110/P Tahun 2016 tentang Pengangkatan Kepala Badan Intelijen Negara. Jakarta.

Pertanyaan Seputar Tokoh Ini

Siapakah Budi Gunawan?

Budi Gunawan adalah seorang purnawirawan Jenderal Polisi yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Kapan Budi Gunawan menjadi Kepala BIN?

Budi Gunawan menjabat sebagai Kepala BIN dari tahun 2016 hingga Oktober 2024.

Apa kontroversi yang pernah melibatkan Budi Gunawan?

Budi Gunawan pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan gratifikasi pada tahun 2015 saat dicalonkan sebagai Kapolri, namun status tersangkanya dibatalkan melalui praperadilan.

Apa saja jabatan penting yang pernah diemban Budi Gunawan?

Selain Kepala BIN dan Menko Polhukam, Budi Gunawan juga pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri, Kepala Polda Bali, Kepala Lemdiklat Polri, Wakil Kepala Polri, Ketua Kompolnas, dan Ketua PB ESI.

Bagikan:
N

Nurdyansa

Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content