Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh
Tokoh Indonesia

Biografi Gofar Hilman: Dari Asongan Punk ke Radio, Lawless, dan Podcast

NOleh: Nurdyansa
(Diperbarui: 24 Sep 2026)

Jauh sebelum namanya dikenal lewat gelaran rekor siaran radio 34 jam nonstop atau gerai burger yang mengubah peta kuliner Jakarta, Abdul Gofar Hilman lebih dulu menjalani hidup dari pinggiran. Ia mengamen di jalanan, berjualan kaset dan aksesori punk beralaskan terpal di sela-sela konser, dan sempat tidur di mana saja demi menyambung hidup. Perjalanan dari asongan punk hingga menjadi salah satu figur paling dikenal di radio dan konten digital Indonesia itulah yang membentuk karakter Gofar Hilman hingga hari ini: blak-blakan, pekerja keras, dan tak mudah menyerah pada keadaan.

Potret gofar hilman
Sumber: Wikimedia Commons (Gofar_Hilman_2018.png)

Biodata Gofar Hilman

Atribut Keterangan
Nama Lengkap Abdul Gofar Hilman
Nama Panggung Gofar Hilman
Tanggal Lahir 26 April 1983
Tempat Lahir Jakarta, Indonesia
Kewarganegaraan Indonesia
Profesi Penyiar radio, YouTuber, aktor, presenter, komedian, pengusaha
Dikenal Lewat Hard Rock FM (2012-2021), rekor MURI siaran 34 jam nonstop, Lawless Burger, kanal YouTube Gofar Hilman
Akun Media Sosial Instagram dan X @pergijauh

Akar Punk dan Tahun-Tahun Sulit

Gofar Hilman lahir dan besar di Jakarta. Kecintaannya pada musik punk dimulai sejak sekolah dasar dan makin mengental saat SMP, ketika ia mulai berlatik musik punk dan membentuk band bernama Social Distress bersama teman-temannya. Setelah lulus SMA pada 1998, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, melainkan terjun langsung mencari nafkah.

Penghidupannya di masa itu jauh dari kata mapan. Ia berdagang barang-barang punk seperti kaset, kaus, dan aksesori secara asongan di berbagai konser musik punk, menawarkan dagangannya dengan beralaskan terpal. Untuk menyambung hidup, ia juga sempat menjadi pengamen dan kerap tidur di mana saja, termasuk di jalanan. Profesi pedagang asongan ini ia jalani hingga sekitar 2003.

Satu babak yang jarang diketahui publik terjadi pada 2008, ketika Gofar lolos tes dan diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di sebuah kantor pemerintahan. Namun hanya sebulan menjalani dunia birokrasi, ia memutuskan mengundurkan diri. Keputusan itu menjadi titik putar: ia memilih jalan kewirausahaan bersama rekan-rekannya, yang kelak melahirkan Lawless Jakarta.

Lawless Jakarta dan Revolusi Burger

Bersama Arian Arifin, Ucup, Sammy Bramantyo, dan Roni Pramaditia, Gofar mendirikan Lawless Jakarta pada 2011. Proyek ini berkembang dari gerai alat musik dan merchandising menjadi Lawless Burgerbar, gerai burger yang menawarkan menu dengan porsi dan karakter kuat, mengusung estetika rock and punk yang lekat dengan latar belakang para pendirinya.

Lawless Burger tumbuh menjadi salah satu ikon kuliner burger artis paling dikenal di Jakarta. Kunci keberhasilannya, menurut berbagai pemberitaan, terletak pada kemampuan beradaptasi di setiap situasi serta karakter produk yang konsisten. Bagi Gofar, Lawless bukan sekadar bisnis kuliner, melainkan perpanjangan dari identitas komunitas musik yang membesarkannya.

Radio, Rekor MURI, dan Panggung Film

Karir Gofar di dunia siaran dimulai pada 2012 ketika ia bergabung dengan Hard Rock FM Jakarta. Gaya bicaranya yang lugas, spontan, dan tanpa basa-basi dengan cepat mendapat tempat di hati pendengar. Puncaknya, ia mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk siaran radio terlama: 34 jam nonstop sendirian, sebuah aksi yang digelar untuk menggalang dana pembangunan sekolah.

Ketenarannya di radio membuka jalan ke layar lebar. Ia tampil di sejumlah film Indonesia, antara lain Aku Cinta Kamu (2014), Me & You vs The World sebagai Baron, Bajaj Bajuri The Movie (2014), Tak Kemal Maka Tak Sayang (2014), 99% Muhrim: Get Married 5 (2015), Relationshit (2015), Midnight (2015), dan Jomblo Ngenes (2017).

Setelah hampir satu dekade, Gofar mengundurkan diri dari Hard Rock FM pada April 2021. Keputusan itu menutup babak panjang karirnya di radio, meski bukan akhir dari kehadirannya di udara: pada Mei 2022, ia kembali menjadi penyiar, kali ini di Prambors.

YouTube, Ngobam, dan Demam Didi Kempot

Di luar radio, Gofar membangun kanal YouTube yang menjadi mesin kreatifnya. Konten-konten seperti Ngobam (Ngobrol Bareng Musisi), Sekutomotif, dan SekutFM rutin menghasilkan ratusan ribu penonton. Identitas personalnya lekat dengan sapaan khas "Sekut" yang menjadi sebutan bagi komunitas pendengar dan penontonnya.

Salah satu momen paling berpengaruh dalam karir digitalnya terjadi pada 2019, ketika ia mengajak Didi Kempot berkolaborasi dalam konten Ngobam. Konten tersebut ikut berperan mengenalkan kembali lagu-lagu campursari sang maestro ke generasi muda, seiring gelombang fenomena Sobat Ambyar yang melanda Indonesia. Massa mengenang kolaborasi itu sebagai salah satu jembatan penting antara musik tradisional kontemporer dan kultur digital.

Gofar juga mengembangkan format wawancara panjang lewat konten SekutFM, mewawancarai musisi dan figur publik dengan durasi jauh lebih panjang dari standar konten pendek. Format ini mempertahankan ciri khasnya sebagai pewawancara yang menggali cerita sampai dalam, tanpa terburu-buru.

Selain konten musik, lini Sekutomotif menghadirkan sisi lain Gofar sebagai penggemar dunia otomotif. Modifikasi kendaraan, ulasan motor dan mobil, serta ngobrol santai soal gaya hidup roda dua menjadi sajian rutin yang memperluas jangkauan audiensnya di luar kalangan penggemar musik. Strategi multi-konten ini membuat kanal YouTube-nya tidak bergantung pada satu format semata.

Badai 2021 dan Jalan Pemulihan

Titik terberat karir Gofar datang pada Juni 2021. Seorang perempuan melalui akun Twitter @quweenjojo menuduhnya melakukan pelecehan seksual dalam sebuah acara di Malang pada 2018. Tudingan itu viral dan memicu gelombang reaksi. Pada 9 Juni 2021, PT Lawless Jakarta Indonesia mengeluarkan Gofar dari manajemen dan menyatakan berpihak bersama korban. Gofar vakum dari dunia hiburan dan menonaktifkan seluruh media sosialnya. Ia mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp 10 miliar akibat kasus tersebut.

Gofar membantah tuduhan itu sejak awal, menyatakan ada dua saksi yang mendampinginya sepanjang acara hingga masuk mobil, dan menyatakan siap menempuh jalur hukum. Setelah dua pekan bungkam, ia tampil dalam video klarifikasi pada 24 Juni 2021.

"Seenggaknya gue tahu pada saat acara itu gue yakin banget gue enggak melakukan itu. Karena ada dua orang saksi, laki-laki, yang pada saat itu menemani gue selama acara, sampai masuk mobil," kata Gofar membantah tudingan itu.

"Dari hasil klarifikasi dan segala upaya pencarian bukti telah dilakukan, tidak satu pun menunjukkan keterlibatan saya dalam tuduhan yang beredar," tegasnya dua pekan setelah kabar itu menyebar.

Ia juga menyatakan bahwa stigma yang dilekatkan padanya tanpa bukti adalah ketidakadilan.

Babak itu berbalik arah pada Februari 2022, ketika perempuan penuding tersebut menuliskan permintaan maaf dan mengakui bahwa tudingan pelecehan seksual terhadap Gofar Hilman tidak pernah terjadi. Pernyataan itu mengakhiri salah satu kontroversi paling ramai di jagat hiburan Indonesia.

Babak Baru: Podcast Grind Boys dan Kemandirian

Usai badai, Gofar membangun ulang eksistensinya lewat jalur podcast. Ia menggagas Grind Boys bersama dua sahabat lamanya semasa SMA, Rico Lubis dan Mahesa Yuwanda. Podcast ini tumbuh pesat dengan ratusan episode dan jutaan penonton, menempatkannya di jajaran podcaster paling produktif di Indonesia. Kanal YouTube pribadinya pun kembali aktif dengan SekutFM yang tayang rutin dua kali sepekan.

Dari pengamen jalanan, pedagang asongan terpal, pegawai negeri sebulan, pendiri gerai burger ikonik, penyiar radio pemegang rekor MURI, hingga podcaster lintas platform, perjalanan Gofar Hilman mencerminkan ketekunan seseorang yang berulang kali jatuh dan berulang kali bangkit dengan caranya sendiri. Karirnya tidak selalu mulus, tetapi justru dari setiap benturan itulah bentuk ketokohannya terbaca jelas: seorang pekerja hiburan yang bertahan karena kejujuran berekspresi dan kemauan untuk terus berkarya.

Gaya Personal dan Falsafah Kerja

Satu hal yang konsisten dari penampilan publik Gofar adalah kejujuran dalam berekspresi. Ia tidak pernah menyembunyikan tato yang memenuhi tubuhnya, cara bicaranya yang lugas, atau latar belakangnya yang tidak biasa untuk ukuran figur publik arus utama. Dalam berbagai kesempatan ia menegaskan bahwa karya dan ekspresinya tidak dimaksudkan untuk menyerang siapapun, melainkan cermin kejujuran pada diri sendiri.

Falsafah itu terlihat dari cara ia membangun komunitas. Sapaan "Sekut" yang ia populerkan bukan sekadar jargon, melainkan cara memperlakukan pendengar dan penonton sebagai kawan sejajar. Di radio maupun di YouTube, pendengar dipanggil dengan cara yang sama seperti ia memanggil temannya sendiri. Pendekatan egaliter inilah yang membuatnya tahan lama di industri yang gemar mengganti figur setiap musim.

Dari sisi disiplin kerja, rekor siaran 34 jam nonstop adalah bukti paling gamblang. Siaran maraton itu bukan aksi tunggal tanpa persiapan: ia memikul tanggung jawab mengisi udara sendirian, mengelola materi, dan menjaga tempo sepanjang lebih dari satu hari penuh, demi target donasi pembangunan sekolah. Usaha seperti itu menjadi penanda etos kerja yang ia bawa dari masa-masa berjualan di pinggir jalan.

Warisan dan Posisi dalam Lanskap Hiburan

Hingga hari ini, Gofar Hilman menempati posisi unik di lanskap hiburan Indonesia. Ia adalah produk dari tiga generasi medium sekaligus: radio konvensional, gelombang awal YouTube Indonesia, dan era podcasting. Hanya sedikit figur yang berhasil berpindah antarmedium itu tanpa kehilangan basis pendengar, dan Gofar termasuk di dalamnya.

Di ranah kuliner, jejak Lawless yang ia bangun bersama rekan-rekannya tetap menjadi tolok ukur untuk kolaborasi kreatif antara akar komunitas musik independen dan usaha komersial. Bahkan setelah keluar dari manajemen, nama Lawless tetap identik dengan fase awal yang digerakkan para pendirinya, sebuah penanda bahwa fondasi karakter sebuah jenama seringkali lebih abadi daripada susunan kepemilikan semata.

Di ranah musik, kontribusinya pada arus menguatnya kembali campursari dan Didi Kempot di kalangan anak muda tidak bisa dilepaskan dari laporan besar kultur pop Indonesia pada akhir 2010-an. Kolaborasi Ngobam bersama Lord Didi itu membuka mata banyak penonton muda terhadap khazanah musik Jawa kontemporer, dan menjadi bukti bahwa medium digital bisa menjadi jembatan lintas generasi.

Perjalanan pria kelahiran 26 April 1983 ini masih berjalan. Dengan Grind Boys yang terus merilis episode baru, SekutFM yang menjangkau pendengar di berbagai platform, serta kehadirannya yang kembali di radio, Gofar Hilman membuktikan bahwa karir di dunia hiburan tidak dibangun dalam satu malam, dan tidak pula runtuh karena satu badai. Ia bertahan karena terus bekerja, terus bercerita, dan tidak berhenti menjadi dirinya sendiri.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content