Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh
Tokoh Indonesia

Biografi Kunto Arief Wibowo: Jejak Karier Cemerlang Perwira Tinggi TNI

NOleh: Nurdyansa
•(Diperbarui: 9 Okt 2026)•6 menit baca•Wikidata: Q12492964
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • Putra dari mantan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno
  • Lulusan Akademi Militer tahun 1992 kecabangan infanteri
  • Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I sejak Januari 2025
  • Pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi dan Wadankodiklat TNI-AD
Daftar Isi

Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo dikenal sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang meniti karier cemerlang dengan berbagai penugasan strategis di berbagai penjuru tanah air. Putra dari mantan Wakil Presiden RI ke-6, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno ini, menunjukkan dedikasi, disiplin, dan profesionalisme tinggi dalam setiap jabatan yang diamanahkan kepadanya, hingga kini dipercaya mengemban tugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I.

Potret Kunto Arief Wibowo
Sumber: Wikipedia (Letjen_TNI_Kunto_Arief_Wibowo.jpg)

Biodata Kunto Arief Wibowo

Metrik Nilai
Nama Lengkap Kunto Arief Wibowo
Tempat, Tanggal Lahir Malang, 15 Maret 1971
Kebangsaan Indonesia
Profesi Tentara (Perwira Tinggi TNI-AD)
Pangkat Terakhir Letnan Jenderal TNI
Almamater Akademi Militer (1992), Universitas Terbuka
Orang Tua Try Sutrisno (ayah), Tuti Sutiawati (ibu)
Pasangan Indira Paramita
Anak 2
Jabatan Penting Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (2025-sekarang), Wakil Komandan Kodiklat TNI-AD (2023-2024), Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi (2022-2023), Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad (2021-2022)
Tanda Kehormatan Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dll.

Awal Kehidupan dan Latar Belakang Keluarga Militer

Lahir di Malang pada tanggal 15 Maret 1971, Kunto Arief Wibowo tumbuh dan berkembang di tengah keluarga dengan tradisi militer yang sangat kuat. Ayahnya, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, merupakan salah satu tokoh militer dan negarawan penting di Indonesia yang pernah menjabat sebagai Panglima ABRI sekaligus Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6. Tumbuh dalam lingkungan tersebut memberikan Kunto pemahaman mendalam tentang arti pengabdian kepada negara, kedisiplinan hidup, serta tanggung jawab moral seorang prajurit Sapta Marga.

Meski dibesarkan dalam bayang-bayang nama besar sang ayah, Kunto tidak pernah memanfaatkan keistimewaan tersebut untuk mendapatkan kemudahan dalam meniti kariernya. Ia memilih jalan hidupnya sendiri melalui jalur kawah candradimuka Akademi Militer di Magelang. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan militernya dan lulus pada tahun 1992, seangkatan dengan sejumlah perwira tinggi kenamaan lain seperti Letjen TNI Maruli Simajuntak. Sejak awal pelantikannya sebagai perwira remaja berpangkat Letnan Dua, Kunto telah membulatkan tekad untuk mendedikasikan seluruh jiwa raganya bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di bawah kecabangan infanteri.

Perjalanan Pendidikan Lanjutan dan Pengembangan Kapasitas

Komitmen Kunto terhadap profesionalisme militer tidak berhenti pada kelulusannya dari Akademi Militer pada tahun 1992. Sepanjang perjalanan kariernya, ia secara konsisten mengikuti berbagai jenjang pendidikan pengembangan spesialisasi dan umum guna mempertajam kemampuan taktis maupun strategis. Pada tahun 2007, ia menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Pendidikan Reguler XLV. Pendidikan ini membekalinya dengan wawasan manajerial tingkat menengah serta kemampuan analisis operasional yang matang.

Tidak hanya berhenti di situ, pada tahun 2018 Kunto juga terpilih untuk mengikuti program pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Keikutsertaannya dalam program Lemhannas memberikan perspektif yang lebih luas mengenai geopolitik, geostrategi, serta ketahanan nasional secara komprehensif. Bekas pendidikan di Lemhannas ini sangat membantunya ketika kelak menduduki posisi-posisi pimpinan tingkat tinggi yang memerlukan pengambilan keputusan lintas sektor dan lintas matra.

Penugasan Lapangan pada Jenjang Pertama hingga Menengah

Karier militer di lapangan dimulai dengan penuh tantangan. Penugasan pertamanya adalah sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara (Linud) 502/Ujwala Yudha pada tahun 1992, sebuah satuan elite pemukul cepat yang menuntut kesiapan fisik dan mental luar biasa. Selepas itu, ia juga dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 412/Bharata Eka Sakti. Pengalaman memimpin prajurit di tingkat peleton membentuk karakternya menjadi seorang pemimpin yang dekat dengan anak buah dan memahami betul denyut nadi kehidupan di garis depan.

Memasuki jenjang kepangkatan Mayor pada tahun 2007 hingga 2008, Kunto mengemban tugas sebagai Kepala Seksi Operasi Korem 083/Baladhika Jaya di Malang. Tanggung jawabnya semakin kompleks karena mencakup perencanaan taktis operasional pertahanan wilayah. Ketika berpangkat Letnan Kolonel, ia dipercaya memimpin Batalyon Infanteri 500/Raider sebagai Komandan Batalyon dari tahun 2008 hingga 2009. Satuan Raider dikenal memiliki kualifikasi tempur khusus yang melampaui infanteri reguler. Di bawah kepemimpinannya, disiplin dan kesiapan operasional batalyon tersebut terus terjaga.

"Kepemimpinan di dalam militer bukan sekadar memberikan perintah dari atas meja, tetapi bagaimana seorang pemimpin hadir di tengah-tengah prajurit, merasakan kesulitan mereka, dan menjadi teladan dalam setiap tindakan."

Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi kepemimpinan yang senantiasa ia terapkan di setiap satuan yang dipimpinnya. Selepas memimpin Batalyon Raider, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Komandan Satuan Pendidikan Sussarcab di Pusdikif Pussenif serta Kepala Staf Brigade Infanteri 13/Galuh.

Pengabdian pada Jenjang Perwira Menengah dan Tinggi

Ketika menyandang pangkat Kolonel, penugasan Kunto semakin luas dan strategis. Ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Brigade Infanteri 6/Tri Shakti Balajaya pada periode 2012 hingga 2013, sebuah brigade infanteri mekanis yang memiliki mobilitas tinggi. Setelah itu, ia dialihtugaskan ke dunia pendidikan militer sebagai Kepala Departemen Teknik Akademi Militer dari 2013 hingga 2014, tempat di mana ia turut mencetak taruna-taruna calon perwira masa depan TNI.

Pengalamannya dalam bidang operasional teruji kembali ketika ia diangkat sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam IX/Udayana (2014-2016). Peran ini menuntut koordinasi ketat dalam pengamanan wilayah perbatasan dan kepulauan strategis. Tidak lama berselang, ia dipercaya memegang tongkat komando kewilayahan sebagai Komandan Korem 044/Garuda Dempo di Palembang (2016-2018), disusul tugas sebagai Danpuslatpur Kodiklatad pada tahun 2018.

"Setiap penugasan adalah amanah sekaligus ladang pengabdian. Prajurit profesional harus siap ditempatkan di mana saja demi kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya."

Komitmen ini dibuktikannya saat mengemban jabatan sebagai Komandan Korem 032/Wirabraja di Sumatra Barat (2018-2020) dan Kepala Staf Kodam III/Siliwangi (2020-2021).

Puncak Kepemimpinan di Berbagai Komando Utama

Karier militer Kunto semakin bersinar manakala ia dipromosikan menyandang pangkat Mayor Jenderal. Ia dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad pada tahun 2021 hingga 2022. Divisi Infanteri 3 Kostrad yang berkedudukan di Sulawesi Selatan merupakan salah satu kekuatan penangkal strategis utama di wilayah timur Indonesia. Kepemimpinannya di Kostrad memperkuat kesiapsiagaan satuan lintas udara dan infanteri dalam menghadapi berbagai potensi ancaman kedaulatan.

Pada awal tahun 2022, Kunto dipromosikan sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi, memimpin teritorial penting di Jawa Barat dan Banten, sekaligus merangkap sebagai Komandan Garnisun Tetap II/Bandung. Selama kepemimpinannya di Siliwangi, ia dikenal sangat dekat dengan masyarakat, aktif mendorong ketahanan pangan, inovasi teritorial, serta pembinaan sosial kemasyarakatan yang humanis.

"Kehadiran TNI di tengah rakyat harus memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan, karena kekuatan pertahanan sejati berpijak pada kemanunggalan TNI dan rakyat."

Selepas menakhodai Kodam III/Siliwangi pada tahun 2023, ia diangkat sebagai Wakil Komandan Kodiklatad, sebelum akhirnya mengemban tugas di Sekretariat Jenderal Wantannas. Puncak pengabdiannya berlanjut ketika ia dinaikkan pangkatnya menjadi Letnan Jenderal TNI dan dilantik sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I pada Januari 2025.

Penghargaan dan Tanda Kehormatan Negara

Atas dedikasi, loyalitas, dan prestasi luar biasa yang ditunjukkannya selama puluhan tahun berdinas di militer, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dianugerahi berbagai tanda kehormatan dan bintang jasa bergengsi. Di antara tanda kehormatan tersebut adalah Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta sejumlah Satyalancana Kesetiaan seperti Kesetiaan 8 Tahun, 16 Tahun, 24 Tahun, dan 32 Tahun. Ia juga memiliki berbagai brevet kehormatan dan kualifikasi militer seperti Brevet Kualifikasi Raider, Brevet Mobil Udara, Brevet Para Dasar, serta beberapa penghargaan wing terjun payung dari negara sahabat.

Referensi

  1. Wikipedia. (2025). Kunto Arief Wibowo. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Kunto_Arief_Wibowo
  2. Liputan6. (2024). Profil Letjen Kunto Arief Wibowo, Ternyata Putra Wapres Era Soeharto. Diakses dari https://www.liputan6.com/hot/read/5891545/profil-letjen-kunto-arief-wibowo-ternyata-putra-wapres-era-soeharto

Ringkasan Cepat (TL;DR):

  • Putra dari mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.
  • Lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan infanteri.
  • Menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I sejak 7 Januari 2025.
  • Pernah mengemban posisi strategis sebagai Pangdam III/Siliwangi dan Wadankodiklat TNI-AD.
  • Memiliki berbagai tanda kehormatan bintang jasa dan brevet kualifikasi militer elite.

FAQ (Pertanyaan Umum):

  • Siapa Kunto Arief Wibowo? Kunto Arief Wibowo adalah perwira tinggi TNI-AD berpangkat Letnan Jenderal yang menjabat sebagai Pangkogabwilhan I sejak Januari 2025.
  • Kapan dan di mana Kunto Arief Wibowo dilahirkan? Ia lahir di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 15 Maret 1971.
  • Apa saja jabatan penting yang pernah dipegangnya? Ia pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi, Pangdivif 3/Kostrad, serta Wakil Komandan Kodiklatad.
  • Apakah ia memiliki hubungan keluarga dengan tokoh nasional? Ya, ia merupakan putra kandung dari mantan Wakil Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.

Pertanyaan Seputar Tokoh Ini

Siapa Kunto Arief Wibowo?

Kunto Arief Wibowo adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I sejak Januari 2025.

Kapan dan di mana Kunto Arief Wibowo lahir?

Ia lahir di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 15 Maret 1971.

Apa jabatan penting yang pernah diemban Kunto Arief Wibowo?

Ia pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi, Wakil Komandan Kodiklat TNI-AD, dan Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad.

Bagikan:
N

Nurdyansa

Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content