Biografi Syahar Diantono: Dari Akpol 1991, Penangkap Teddy Minahasa, hingga Kabareskrim
Ringkasan Cepat
- Lahir di Todanan, Blora, 2 Februari 1970; lulusan Akpol 1991 satu angkatan dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
- Karier di bidang reserse; menjabat Kadiv Propam 2022-2024 menggantikan Ferdy Sambo dan memimpin penangkapan Irjen Teddy Minahasa
- Jabatan puncak: Kabaintelkam (2024-2025) lalu Kabareskrim Polri sejak 5 Agustus 2025
- Berpangkat Komisaris Jenderal Polisi (bintang tiga), menangani kasus narkoba, TPPU, hingga kejahatan siber
Daftar Isi
Pada 5 Agustus 2025, Komjen Pol. Drs. Syahar Diantono, M.Si., resmi menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, menggantikan Komjen Pol. Wahyu Widada. Penunjukan itu menjadi puncak karier perwira asal Blora yang nyaris sepanjang pengabdiannya berkutat di dunia penyidikan, dan ia tercatat satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Akademi Kepolisian 1991.
Setahun setelah dilantik, nama Syahar kembali menjadi sorotan ketika Bareskrim di bawah komandonya menggagalkan penyelundupan ketamin seberat 1,3 ton di perairan Kepulauan Riau dan mengembangkannya menjadi pengungkapan 800 kilogram ketamin tambahan dari dua kapal asing. Di saat yang sama ia memimpin penyikapan kasus-kasus agraria secara restoratif serta penanganan kasus penipuan investasi yang merugikan publik. Berikut profil lengkap dan perjalanan karier Komjen Pol. Syahar Diantono.

Potret Komjen Pol Syahar Diantono
Biodata Syahar Diantono
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Syahar Diantono |
| Gelar | Drs., M.Si. |
| Lahir | Todanan, Blora, Jawa Tengah, 2 Februari 1970 |
| Pasangan | Dyah Saraswati |
| Pendidikan | Akademi Kepolisian (Akpol) 1991, PTIK 1998 |
| Pangkat | Komisaris Jenderal Polisi (bintang tiga) |
| Jabatan Saat Ini | Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri sejak 5 Agustus 2025 |
| Satuan | Reserse |
| Karier Kunci | Wakabareskrim (2021), Kadiv Propam (2022), Kabaintelkam (2024), Kabareskrim (2025) |
Ringkasan Cepat:
- Syahar Diantono lahir 2 Februari 1970 di Blora, Jawa Tengah, dan lulus Akademi Kepolisian 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Ia ditunjuk sebagai Kabareskrim Polri pada 5 Agustus 2025, setelah sebelumnya menjabat Kabaintelkam, Kadiv Propam, Wakabareskrim, dan Dirtipidter Bareskrim.
- Sebagai Kadiv Propam, ia memimpin penangkapan Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba, menggantikan posisi yang ditinggalkan Ferdy Sambo.
- Di bawah kepemimpinannya, Bareskrim mengungkap penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal MV King Sun dan 800 kilogram ketamin dari kapal Fuchangxing 1 serta MT Ashley pada 2026.
Masa Kecil dan Pendidikan di Blora
Syahar Diantono lahir pada 2 Februari 1970 di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Blora dikenal sebagai daerah agraris di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan sejak kecil Syahar tumbuh di lingkungan yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Tidak banyak catatan publik mengenai masa kecilnya, namun jejak pendidikannya cukup jelas. Ia menempuh pendidikan kepolisian di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang kelak menjadi Akademi Kepolisian, dan lulus pada tahun 1991.
Kebersamaan dengan Listyo Sigit Prabowo di angkatan yang sama menjadi salah satu catatan yang sering disorot. Keduanya lulus dari Akpol 1991, kelas yang kemudian melahirkan banyak perwira tinggi. Syahar juga menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 1998, dan melanjutkan pendidikan tinggi dengan meraih gelar magister sehingga namanya kerap ditulis dengan gelar Drs. dan M.Si.
Jalan Panjang di Dunia Reserse: Kapolres hingga Dirtipidter
Perjalanan karier Syahar dimulai dari jajaran kepolisian daerah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Satuan II Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Jawa Timur. Pada tahun 2008 ia diangkat menjadi Kapolres Pasuruan Kota, kemudian pada 2010 dipercaya sebagai Kapolres Pasuruan. Setahun berikutnya, pada 2011, ia menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.
Kariernya mulai memasuki lingkup Mabes Polri pada 2012 ketika ia menjabat Kepala Subdirektorat VI Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Pada 2014 ia ditugaskan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau. Wilayah Kepri yang berbatasan langsung dengan perairan internasional memberinya pengalaman menangani kasus-kasus lintas negara, pengalaman yang kelak sangat berguna ketika ia memimpin Bareskrim. Pada 2016 ia menjadi Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Lemdikpol Polri, lalu pada 2017 menjadi Analis Kebijakan Madya bidang Sespimmen.
Babak baru dimulai pada 2018 ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. Sebagai pejabat humas, ia kerap tampil di hadapan media menjelaskan penanganan perkara. Salah satu kasus yang ditanganinya saat itu adalah penetapan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam perkara dugaan ujaran kebencian. Kepada wartawan, Syahar menjelaskan bahwa penyidik menjerat Bahar dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dan tidak melakukan penahanan karena yang bersangkutan dinilai kooperatif. Pada 2019 ia naik menjadi Kepala Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Divisi Humas.
Puncak karier di bidang reserse dimulai pada 2020 ketika ia dipercaya sebagai Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri. Dalam jabatan ini ia memimpin pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster yang saat itu menjadi perhatian nasional. Timnya mengamankan tersangka Kusmianto alias Lim Swie King beserta 73.200 ekor benih lobster, dan berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum. Keberhasilannya membawanya naik kelas menjadi Wakil Kepala Bareskrim Polri pada 2021.
Menggantikan Ferdy Sambo dan Menangkap Teddy Minahasa
Peristiwa besar terjadi pada 2022. Setelah Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J dan dicopot dari jabatannya, Polri menunjuk Syahar sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) pada 8 Agustus 2022. Tugas itu bukan sekadar promosi biasa. Propam adalah internal affairs Polri yang mengawasi perilaku anggota, dan penunjukan Syahar terjadi di tengah krisis kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kurang dari tiga bulan kemudian, Syahar kembali menjadi sorotan. Pada 14 Oktober 2022 ia memimpin langsung penangkapan Irjen Teddy Minahasa, Kapolda Jawa Timur yang kala itu masih aktif, atas dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba. Penangkapan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti keterlibatan perwira tinggi tersebut dalam kasus narkotika. Tindakan tegas itu dipandang sebagai langkah penting dalam membersihkan institusi, dan mengangkat reputasi Syahar sebagai perwira yang berani menindak anggotanya sendiri.
Pada 2023 ia memeriksa sejumlah saksi dan ahli dalam perkara Teddy Minahasa yang kemudian disidangkan. Setelah dua tahun memimpin Propam, pada 28 Juni 2024 ia dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, menggantikan Komjen Suntana. Di posisi ini ia mengelola fungsi intelijen keamanan Polri hingga akhirnya kembali ke bidang reserse setahun kemudian.
Mengomandoi Bareskrim: Dari Mutasi 2025 hingga Pengungkapan Ketamin
Pada 5 Agustus 2025, Kapolri mengeluarkan surat keputusan Nomor Kep/1186/VIII/2025 yang memutasikan 61 perwira tinggi dan menengah Polri. Dalam mutasi itu Syahar ditetapkan sebagai Kabareskrim Polri, menggantikan Komjen Wahyu Widada. Posisi ini bukan hal baru baginya karena ia pernah menjadi Wakabareskrim pada 2021, namun kini ia memegang kendali penuh atas seluruh penyidikan pidana nasional.
Di bawah komando Syahar, Bareskrim menangani berbagai perkara besar. Dalam laporan kinerja yang disampaikannya pada Oktober 2025, Polri mengungkap 38.934 kasus tindak pidana narkoba sepanjang Januari hingga Oktober 2025 dengan 51.763 tersangka dan barang bukti 197 ton.
"Polri konsisten menjalankan arahan Presiden, dan kami akan terus bekerja sama lintas sektor untuk menuntaskan ini," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Oktober 2025.
Pada awal 2026 penyidik Dittipideksus menangani kasus dugaan fraud PT Dana Syariah Indonesia yang merugikan banyak nasabah. Aset senilai Rp 425 miliar disita dan perkara dilimpahkan ke kejaksaan pada Agustus 2026. Pada Juni 2026 Syahar ikut dalam upaya reformasi agraria ketika Komisi III DPR meminta Bareskrim mengubah pendekatan penanganan konflik agraria menjadi lebih restoratif. Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR pada 26 Agustus 2026, Syahar menyampaikan bahwa terdapat 32 laporan polisi dan lima pengaduan masyarakat yang aktif ditangani 12 polda jajaran, plus satu kasus yang belum teridentifikasi.
"Terdapat 32 laporan polisi atau LP dan 5 pengaduan masyarakat atau dumas yang aktif ditangani oleh 12 polda jajaran. Serta, mohon izin, ini ada satu kasus yang belum teridentifikasi," kata Syahar di hadapan Komisi III DPR.
Sebelumnya, Bareskrim juga melakukan supervisi dan verifikasi terhadap 147 kasus kriminalisasi di 11 provinsi sesuai data Konsorsium Pembaruan Agraria. Dari proses itu, lima kasus dihentikan penyidikannya melalui surat perintah penghentian penyidikan dan tiga kasus dihentikan pada tahap penyidikan, sementara sepuluh kasus berpotensi diselesaikan melalui restorative justice.
Namun peristiwa yang paling menyita perhatian terjadi pada pertengahan 2026. Pada 6 Agustus 2026, aparat gabungan TNI AL, Polri, BNN, BIN, dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan sekitar 1,3 ton ketamin dari kapal MV King Sun di perairan Berakit, Bintan, Kepulauan Riau. Kabareskrim Syahar mengambil alih penyidikan dan menetapkan delapan awak kapal sebagai tersangka, terdiri dari satu warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar. Delapan tersangka dititipkan di Polresta Barelang selama proses penyidikan. Menariknya, para tersangka tidak dijerat dengan Undang-Undang Narkotika karena ketamin belum dikategorikan sebagai narkotika, melainkan jeratan Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Pengembangan kasus itu membuahkan hasil besar. Tim gabungan mendeteksi dua kapal mencurigakan di perairan Vietnam, yaitu kapal Fuchangxing 1 dan MT Ashley. Pada 22 Agustus 2026 kapal Fuchangxing 1 dicegat dan sepuluh awaknya diamankan. Sehari kemudian MT Ashley menyusul diamankan. Penggeledahan di Batam menemukan 800 bungkus ketamin HCL seberat 800 kilogram yang disembunyikan dalam 40 karung di ruang kemudi Fuchangxing 1. Dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri pada 1 September 2026, Syahar menegaskan operasi ini merupakan bukti sinergi antarlembaga dalam memberantas peredaran narkoba lintas negara, dan menyatakan pengembangan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar.
Keluarga dan Reputasi di Mata Publik
Syahar Diantono menikah dengan Dyah Saraswati. Seperti umumnya perwira tinggi Polri, ia jarang mengekspos kehidupan pribadinya ke publik. Gitarnya di dunia maya lebih banyak diwarnai pemberitaan tentang penugasan resmi, mulai dari keterangannya sebagai juru bicara kepolisian, keberaniannya menangkap perwira nakal ketika memimpin Propam, hingga hasil operasi besar Bareskrim saat menjabat Kabareskrim.
Reputasi yang terbangun dari pengalaman panjang di reserse membuat namanya kerap disebut dalam berbagai bursa jabatan strategis, termasuk potensi menjadi Wakapolri. Latar belakangnya sebagai lulusan Akpol 1991 yang seangkatan dengan Kapolri, kombinasi pengalaman di penindakan, propam, dan intelijen, menjadikannya salah satu perwira polisi paling berpengalaman di generasinya. Hingga saat ini ia masih memimpin Bareskrim dan terus mengembangkan penyidikan kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik.
Referensi
- Wikipedia. (2026). Syahar Diantono. Wikipedia Bahasa Indonesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Syahar_Diantono
- Antara News. (2018). Bareskrim jadwalkan periksa Bahar bin Smith Kamis pagi. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/775034/bareskrim-jadwalkan-periksa-bahar-bin-smith-kamis-pagi
- Tirto.id. (2018). Polisi: Bahar bin Smith ditetapkan tersangka tapi tidak ditahan. Tirto.id. https://tirto.id/polisi-bahar-bin-smith-ditetapkan-tersangka-tapi-tidak-ditahan-dbcx
- Tribratanews Polri. (2020). Bareskrim Polri berhasil amankan tersangka penyelundup 73.200 ekor benih lobster. Tribratanews Polri. https://tribratanews.polri.go.id/blog/nasional-3/bareskrim-polri-berhasil-amankan-tersangka-penyelundup-73-200-ekor-benih-lobster-11272
- Humas Polri. (2025). Polri ungkap 38.934 kasus narkoba, sita 197 ton barang bukti sepanjang Januari-Oktober 2025. Humas Polri. https://humas.polri.go.id/news/detail/2140937-polri-ungkap-38934-kasus-narkoba-sita-197-ton-barang-bukti-sepanjang-januarioktober-2025
- DetikNews. (2026). Rapat di DPR, Kabareskrim ungkap ada 32 laporan konflik agraria di 12 polda. detikcom. https://news.detik.com/berita/d-8634743/rapat-di-dpr-kabareskrim-ungkap-ada-32-laporan-konflik-agraria-di-12-polda
- BeritaSatu.com. (2025). Profil Komjen Syahardiantono, sosok yang berpotensi jadi Wakapolri. Berita Satu. https://www.beritasatu.com/nasional/2906478/profil-komjen-syahardiantono-sosok-yang-berpotensi-jadi-wakapolri
- VOI. (2025). Profile of Komjen Syahardiantono, Kabareskrim baru friends of the National Police Chief. VOI. https://voi.id/en/news/503000
- DetikSumut. (2026). 8 tersangka kasus ketamin 1,3 ton di MV King Sun dijerat UU Kesehatan. detikcom. https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-8614932/8-tersangka-kasus-ketamin-1-3-ton-di-mv-king-sun-dijerat-uu-kesehatan
- Nusantara News. (2026). Bareskrim Polri sita 800 kg ketamin HCL di perairan Anambas-Natuna, ungkap jaringan narkoba internasional. Nusantara News. https://polri.nusantaranews.net/2026/09/bareskrim-polri-sita-800-kg-ketamin-hcl.html
- Kompas.id. (2026). A new chapter of agrarian reform: a red carpet for the people. Kompas.id. https://kompas.id/artikel/new-chapter-of-agrarian-reform-red-carpet-for-the-people
- Tribunnews.com. (2026). Kasus fraud Dana Syariah Indonesia dilimpahkan ke kejaksaan, Bareskrim sita aset Rp 425 miliar. Tribunnews. https://tribunnews.com/nasional/7865693/kasus-fraud-dana-syariah-indonesia-dilimpahkan-ke-kejaksaan-bareskrim-sita-aset-rp-425-miliar
Pertanyaan Seputar Tokoh Ini
Siapa Syahar Diantono?
Syahar Diantono adalah perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal yang menjabat Kepala Bareskrim Polri sejak 5 Agustus 2025, setelah sebelumnya menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.
Di mana Syahar Diantono lahir?
Ia lahir di Todanan, Blora, Jawa Tengah, pada 2 Februari 1970, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1991.
Kapan Syahar Diantono menjadi Kadiv Propam?
Ia menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 8 Agustus 2022 hingga 26 Juni 2024, menggantikan Ferdy Sambo yang tersandung kasus pembunuhan berencana.
Apa kasus penting yang ditangani Syahar Diantono?
Selama menjadi Kadiv Propam ia memimpin penangkapan Irjen Teddy Minahasa terkait narkoba; sebagai Kabareskrim ia menangani pengungkapan ketamin, kejahatan siber, dan berbagai kasus ekonomi.
Nurdyansa
Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.
Biografi Tokoh Terkait Lainnya
6 Rekomendasi
Biografi Adinia Wirasti, Perjalanan Karier dan Prestasi Aktris Watak Terbaik Indonesia

Biografi Agus Andrianto, Jenderal Reserse yang Menakhodai Kementerian Imipas

Biografi Arya Saloka: Dari Figuran Bali hingga Peran Ikonik Aldebaran

Biografi B. J. Habibie: Insinyur Dirgantara, Presiden Ketiga, dan Arsitek Reformasi 1998

Biografi Benny Laos: Bupati Morotai dari Pesisir yang Berhenti Tujuh Pekan Sebelum Pencoblosan
