Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh
Tokoh Indonesia

Biografi Zee Asadel: Lepas Identitas Idola Menuju Panggung Sinema Layar Lebar

NOleh: Nurdyansa
•(Diperbarui: 25 Sep 2026)

Ketika layar bioskop menampilkan sosok Ancika Mehrunisa Rabu pada awal 2024, banyak penonton yang penasaran dengan wajah baru yang mendampingi Arbani Yasiz sebagai pemeran Dilan. Perempuan muda itu adalah Azizi Shafaa Asadel, yang selama enam tahun lebih dikenal publik sebagai Zee JKT48. Peran utama dalam film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 menjadi penanda penting dalam hidupnya, sekaligus gerbang peralihan dari panggung idola menuju dunia seni peran layar lebar yang ia tekuni hari ini.

Zee, begitu ia akrab disapa, lahir di Jakarta pada 16 Mei 2004. Ia merupakan putri dari pasangan Akhmad Fadli yang dikenal sebagai aktor televisi Fadli Muhammad, dan Nur Ayu Chesty Maharani. Lingkungan keluarga yang akrab dengan dunia seni peran turut membentuk pilihan hidupnya kelak. Paman dari sang ayah, Fadlan Muhammad, juga dikenal sebagai aktor dan pemerhati budaya Betawi. Namun Zee tidak langsung terjun ke dunia akting. Jalan awal kariernya justru dimulai dari teater idola di bilangan fX Sudirman, Jakarta.

Potret Zee Asadel
Sumber: Wikimedia Commons (Zee_JKT48_Doing_Jikoshoukai_Session_(cropped).jpg)

Biodata Zee Asadel

Nama LengkapAzizi Shafaa Asadel
Nama PanggungZee Asadel, Zee JKT48 (2018 sampai 2024)
Tempat, Tanggal LahirJakarta, 16 Mei 2004
PekerjaanPemeran, penyanyi, penari
Orang TuaAkhmad Fadli (ayah), Nur Ayu Chesty Maharani (ibu)
KerabatFadlan Muhammad (kerabat aktor)
Tahun Aktif2018 sampai sekarang
Grup IdolaJKT48 Generasi ke-7 (2018 sampai 2024)
Film DebutKalian Pantas Mati (2022)
Karya PopulerAncika: Dia yang Bersamaku 1995 (2024), Jangan Seperti Bapak (2026)

Menempa Diri di Panggung Idola

Zee memasuki JKT48 pada tahun 2018, saat usianya baru empat belas tahun. Ia diperkenalkan kepada publik sebagai anggota Generasi ke-7 pada 29 September 2018. Di lingkungan teater JKT48 yang menuntut disiplin tinggi, Zee menjalani pelatihan vokal, koreografi, dan penampilan panggung yang mengharuskannya tampil rutin di hadapan penonton secara langsung. Format teater idola Jepang yang diusung JKT48 mewajibkan setiap anggota menaklukkan setlist pertunjukan yang padat, dan dari sinilah Zee membentuk ketahanan mental sebagai penampil.

Perjalanannya di JKT48 tidak selalu mulus. Internal akademi grup menempatkannya dari kelas dasar menuju jenjang yang lebih tinggi dalam waktu singkat, sebuah tanda bahwa potensinya diakui oleh staf pembina. Seiring berjalannya waktu, ia menjadi salah satu anggota yang paling dikenal publik dari generasinya, dengan basis penggemar yang besar di media sosial. Lagu-lagu andalan grup dan single bertajuk Flying High menjadi bagian dari panggung yang membesarkan namanya. Kehadirannya yang mudah diingat, tinggi badan yang menonjol, dan gaya panggung yang penuh energi menjadikannya salah satu wajah depan grup.

Selama masa 2018 sampai 2023, Zee juga mulai tampil di berbagai program televisi, iklan, dan konten hiburan digital. Media sosialnya berkembang pesat, menjadikannya salah satu anggota JKT48 dengan jumlah pengikut tertinggi di Instagram dan TikTok. Eksposur ini memberinya modal penting ketika ia mulai berpikir untuk melangkah ke panggung yang lebih luas.

Debut Akting di Layar Lebar

Titik balik karier Zee terjadi pada 2022. Ia memperoleh kesempatan berakting dalam film Kalian Pantas Mati yang disutradarai Ginanti Rona. Film horor ini merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Mourning Soul tahun 2014. Zee memerankan karakter Dini, teman dari tokoh utama Rakka yang diperankan Emir Mahira, seorang remaja yang memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan arwah. Untuk seorang pendatang baru baru dari dunia idola, peran ini menjadi ujian serius pertamanya di depan kamera.

Penampilannya dalam Kalian Pantas Mati mendapat perhatian industri. Namanya masuk sebagai salah satu nominasi Piala Maya untuk kategori Aktris Pendatang Baru Terpilih, yang memperebutkan Piala Tuti Indra Malaon. Bagi Zee, nominasi ini menjadi pengakuan awal bahwa jalur akting bukan sekadar sampingan dari kegiatannya sebagai anggota grup idola, melainkan pilihan karier yang layak ia perjuangkan.

Pada April 2023, Enam Sembilan Production mengumumkan pemilihan Zee sebagai pemeran utama film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995. Film ini merupakan bagian dari waralaba Dilan yang diadaptasi dari novel Pidi Baiq dengan judul yang sama. Zee memerankan Ancika Mehrunisa Rabu, gadis tahun 1995 yang menjadi penyempurna kisah cinta Dilan, diperankan oleh Arbani Yasiz. Peran Ancika bukanlah peran mudah. Karakter dalam novel Pidi Baiq dikenal memiliki kepribadian yang kuat, canggung sekaligus menggemaskan, dan film ini diharapkan menjadi kelanjutan dari kesuksesan film-film Dilan sebelumnya yang meraup jutaan penonton.

Zee mempelajari karakter yang ia perankan dengan serius. Ia membaca novel aslinya dan menjalani proses pendalaman bersama sutradara Benni Setiawan. Film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 rilis di bioskop pada 2024 dan menjadi sorotan media karena ia tampil dalam dua situasi sekaligus, yakni sebagai pemeran utama film layar lebar sekaligus sebagai anggota aktif JKT48 yang sedang bersiap meninggalkan grup.

Kelulusan dari JKT48 dan Babak Baru

Pada 7 April 2024, Zee secara resmi mengumumkan kelulusannya dari JKT48 kepada publik. Pertunjukan perpisahannya di Teater JKT48 menjadi momen emosional bagi para penggemar yang mengikutinya sejak usia empat belas tahun. Zee resmi lulus dari grup pada 25 Agustus 2024, mengakhiri masa hampir enam tahun menjadi idola profesional. Dalam keterangannya kepada penggemar dan media, ia menyampaikan tekad untuk fokus mengejar karier sebagai aktris secara penuh waktu.

"Saya ingin fokus berkarya di dunia akting. Terima kasih untuk enam tahun yang luar biasa bersama JKT48."

Keputusan lulus dari JKT48 menyiratkan perhitungan yang matang. Usia dua puluh tahun adalah usia yang relatif muda untuk memulai babak baru, namun Zee memiliki modal lebih berupa pengalaman panggung yang panjang, basis penggemar yang solid, dan pengakuan industri yang mulai terbentuk. Lulus dari JKT48 bukan berarti meninggalkan penggemarnya, melainkan memperluas ruang untuk berkarya.

Pada 2024, Zee memperoleh penghargaan Aktris Indonesia Favorit di ajang Amazing Kids Favorite Awards, penanda lain bahwa pilihan kariernya mendapat dukungan publik.

Menajamkan Kualitas Akting

Setelah lepas dari JKT48, langkah Zee di dunia film semakin terukur. Pada 2025 sampai 2026, ia terlibat dalam sejumlah proyek layar lebar dengan genre yang beragam, menunjukkan kesediaannya keluar dari zona nyaman.

Pada 12 Februari 2026, film drama aksi Jangan Seperti Bapak hadir di bioskop. Disutradarai Daniel Tito, film ini menempatkan Zee sebagai Angel, perempuan muda yang hidupnya berubah setelah ayahnya dibunuh secara tragis tepat pada hari ulang tahunnya yang kedua puluh. Zee beradu akting dengan aktor senior seperti Verdi Solaiman, Donny Damara, dan Aulia Sarah. Untuk peran ini, Zee menjalani proses workshop yang intensif selama hampir satu bulan bersama pemain lain. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman itu memberinya kesempatan mengeksplorasi karakter dengan kadar emosional yang lebih ketat.

Dalam keterangan kepada media saat promosi film, Zee mengatakan, "Persiapan cukup singkat, tapi intens. Lumayan lah beberapa kali dalam hampir satu bulan." Ia juga menyampaikan rasa syukurnya diberi kesempatan mengeksplorasi karakter di film tersebut, mengingat usianya di dunia akting masih terbilang baru.

Proyek Zee berikutnya mencakup sekuel film horor Danur: The Last Chapter, di mana ia memerankan karakter Riana Rizki. Ia juga terlibat dalam film Kupilih Jalur Langit dan mengisi suara untuk film Garuda di Dadaku. Daftar proyek yang akan datang termasuk Diary Pramugari: Seks, Cinta, dan Kehidupan serta Filosofi Teras, yang keduanya sedang dalam tahap produksi.

Diversifikasi genre ini penting dalam peta kariernya. Setelah dikenal lewat film roman (Ancika 1995) dan horor (Kalian Pantas Mati), Zee memperluas jangkauan dengan aksi dramatik dan animasi. Industri perfilman Indonesia sedang berada dalam fase yang membutuhkan aktris muda yang lentur, dan Zee berada di posisi yang tepat untuk menjawab kebutuhan itu.

Kehidupan Pribadi dan Kegiatan di Luar Panggung

Di balik rutinitas syuting dan panggung, Zee dikenal sebagai sosok yang dekat dengan keluarga. Sang ayah yang berprofesi aktor memberinya wawasan awal tentang cara kerja industri hiburan. Zee juga cukup aktif di media sosial untuk berbagi potongan kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan di lokasi syuting, latihan teater, hingga perilisan filmnya.

Zee tidak menyembunyikan kecintaannya pada film dan karya seni sebagai bagian penting dari identitasnya. Ia kerap menunjukkan minat pada dunia akting yang lebih serius, menggali referensi dari film karya sutradara internasional, dan menekuni proses membaca naskah dengan teliti sebelum menerima peran baru. Dalam wawancara, ia menyampaikan bahwa setiap proyek baru adalah kesempatan belajar, dan ia tidak terburu-buru mengejar popularitas semata.

Selain akting, Zee terus mengembangkan kemampuan bernyanyi. Sejumlah penampilan musiknya di berbagai acara masih menjadi bagian dari portofolio panggungnya, meski fokus utamanya kini jelas pada seni peran.

Apresiasi Publik dan Industri

Perjalanan Zee dari anggota JKT48 generasi ketujuh hingga aktris layar lebar merupakan contoh bagaimana industri hiburan Indonesia menyediakan ruang untuk pertumbuhan bertahap. Pembinaan di teater idola memberinya fondasi penampilan panggung yang kokoh, sementara pergeseran ke film memberinya medium yang lebih besar untuk pendalaman karakter. Nominasi Piala Maya untuk debutnya di Kalian Pantas Mati dan penghargaan Amazing Kids Favorite Awards pada 2024 mencerminkan dukungan yang datang dari dua sisi sekaligus yakni publik dan komunitas film.

Dengan usia dua puluh dua tahun dan deretan proyek film yang menanti dirilis, Zee Asadel berada pada gerbang babak baru dalam kariernya. Perjalanannya menunjukkan bahwa popularitas yang dibangun di atas panggung idola dapat menjadi pijakan, bukan pembatas, untuk menapaki jalan yang lebih menantang di dunia seni peran. Industri hiburan tanah air kini menanti karya-karya berikutnya dari aktris muda Jakarta ini.

Di mata para penggemar yang tumbuh bersamanya sejak masa remaja, Zee Asadel melambangkan semacam proses pembelajaran bersama. Ia tidak lahir sebagai aktris yang siap pakai, melainkan ditempa oleh panggung teater, dipoles oleh kamera, dan kini berdiri di persimpangan yang penuh kemungkinan. Pengalaman enam tahun di JKT48 memberinya kemampuan membaca suasana hati penonton secara langsung, sebuah intuisi yang sulit didapat di ruang latihan mana pun. Ketika kemampuan itu bertemu dengan disiplin akting yang terus diasah, yang tersisa adalah soal waktu sampai karya-karya berikutnya berbicara lebih keras daripada label mantan anggota grup idola yang pernah melekat padanya.
Untuk para penggemar film Indonesia, nama Azizi Shafaa Asadel kini sudah tidak asing lagi. Sebagai generasi yang lahir dari kultur idola Jepang yang diadaptasi dengan cita rasa lokal, Zee mewakili satu model sukses lintas medium yang mulai banyak ditempuh talenta muda Indonesia. Ia berdiri di garis yang menghubungkan dua dunia yang selama ini sering dipisahkan, yakni panggung idol dan layar bioskop. Kisahnya masih terus berlanjut, dan sejumlah proyek film pada 2026 menjadi penanda bahwa babak yang lebih menarik dari perjalanannya baru saja dimulai.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content