Biografi Karyoto, dari Reserse hingga Kabaharkam Polri
Ringkasan Cepat
- Karyoto adalah perwira tinggi Polri kelahiran Pemalang, 27 Oktober 1968, lulusan Akademi Kepolisian 1990
- Ia pernah menjabat Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK 2020 hingga 2023, menangani kasus Edhy Prabowo dan Juliari Batubara
- Karyoto menjadi Kapolda Metro Jaya pada 27 Maret 2023 hingga 5 Agustus 2025
- Ia purnawira pada 2 Oktober 2026 setelah menjabat Kabaharkam Polri sejak 5 Agustus 2025
Daftar Isi
Pada 2 Oktober 2026, Karyoto resmi memasuki masa purnawira setelah lebih dari tiga dasawarsa mengabdi di Korps Bhayangkara. Perwira tinggi kelahiran Pemalang itu menutup karier militernya sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, jabatan yang diembannya sejak Agustus 2025. Namanya sempat mencuat dalam bursa calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan jejak pengabdiannya membentang dari ruang penyidikan reserse hingga meja penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sumber: Wikimedia Commons (Irjen_Pol._Karyoto.jpg)
Biodata Karyoto
| Keterangan | Data |
| Nama lengkap | Karyoto |
| Tempat tanggal lahir | Pemalang, Jawa Tengah, 27 Oktober 1968 |
| Istri | Linna Iskandar |
| Anak | Luthfianisa Putri Karlina, Keanu Yusuf Umar |
| Pendidikan | Akademi Kepolisian 1990, PTIK, Lemhannas |
| Karier awal | Satuan Reserse |
| Jabatan publik | Kabaharkam Polri 2025 hingga 2026, Kapolda Metro Jaya 2023 hingga 2025, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK 2020 hingga 2023 |
| Penghargaan | Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya |
| Kerabat | Dedi Mulyadi (besan) |
Dari Reserse ke Panggung Penegakan Hukum
Karyoto lahir di Pemalang, Jawa Tengah, pada 27 Oktober 1968. Setelah menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian dan lulus pada 1990, ia mengabdikan diri di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan fokus utama pada satuan reserse. Latar belakang itu menjadikannya dikenal sebagai perwira dengan keahlian di bidang penyidikan dan penegakan hukum, sebagaimana tergambar dalam berbagai penugasan yang ia jalani sepanjang kariernya.
Ia kemudian mengikuti pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Lembaga Ketahanan Nasional, yang memperkuat kapasitasnya sebagai perwira menengah hingga perwira tinggi. Jenjang kariernya terus menanjak. Pada 14 Oktober 2018, ia dilantik sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara ke-11, menggantikan Johni Asadoma. Hampir setahun kemudian, tepatnya pada 2 Agustus 2019, ia dipindahkan ke Yogyakarta sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta ke-21, posisi yang dipegangnya hingga 1 Mei 2020.
Pengalaman memimpin di dua kepolisian daerah itu membentuk rekam jejak Karyoto sebagai perwira yang akrab dengan dinamika pengamanan wilayah. Dari sinilah namanya mulai dikenal luas di lingkungan internal Polri, sebelum akhirnya mendapat penugasan strategis di tingkat nasional. Kedua penugasan tersebut juga memberinya pemahaman tentang keragaman karakter masyarakat Indonesia bagian timur dan Jawa, bekal yang kelak berguna saat ia dipercaya memimpin kepolisian di ibu kota.
Deputi Penindakan KPK dan Operasi Pemberantasan Korupsi
Pada April 2020, Karyoto ditugaskan sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam jabatan tersebut, ia memimpin proses penyidikan dan penindakan sejumlah perkara korupsi besar yang menyita perhatian publik, termasuk kasus yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo serta mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.
Penanganan kasus Edhy Prabowo berlangsung dalam pengawasan ketat media. Dalam konferensi pers pada 26 November 2020, Karyoto menjelaskan bahwa penyelidikan kasus tersebut telah berjalan sejak bulan Agustus 2020. Ia menegaskan bahwa proses itu bukan waktu yang singkat dan seluruh alat bukti diolah secara menyeluruh sebelum kasus dinaikkan ke tahap penyidikan.
"Kalau dilihat dari surat perintah penyelidikan, kami mulai di bulan Agustus, tentunya bulan Agustus ini bukan waktu yang singkat," kata Karyoto.
Selain Edhy Prabowo, masa tugas Karyoto di KPK juga diwarnai penanganan kasus dugaan suap bansos Covid-19 yang menjerat Juliari Batubara. Kedua perkara itu menjadi ujian besar bagi Karyoto karena melibatkan pejabat tinggi negara di tengah situasi pandemi yang menuntut kecepatan dan kehati-hatian sekaligus. Pengalaman di lembaga antirasuah itu kerap disebut sebagai salah satu fondasi terkuat dalam rekam jejaknya dan menjadi pertimbangan penting ketika Kapolri memilihnya untuk memimpin Polda Metro Jaya tiga tahun kemudian.
Kapolda Metro Jaya
Pada 27 Maret 2023, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Karyoto sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ke-41, menggantikan Mohammad Fadil Imran. Penunjukan seorang perwira berlatar reserse untuk memimpin kepolisian di ibu kota dibaca sebagai sinyal penguatan penegakan hukum di wilayah dengan kompleksitas tinggi. Polda Metro Jaya membawahi ribuan personel yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dengan tingkat dinamika sosial politik yang paling intens di Indonesia.
Selama memimpin Polda Metro Jaya, Karyoto menghadapi beragam tantangan, mulai dari pengamanan agenda nasional hingga pengelolaan personel dalam jumlah besar. Ia berulang kali menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggota yang bermasalah dan tidak menutupi pelanggaran di internal institusi. Ketegasan itu ia sampaikan langsung di hadapan jajarannya ketika berbicara tentang personel yang kedapatan melanggar.
"Bagi kami bukan suatu aib. Kalau ada penyakit, tentunya penyakit itu harus diobati," kata Karyoto.
Di bawah kepemimpinannya, Polda Metro Jaya juga menjadi garda terdepan pengamanan Pemilu 2024. Karyoto menginstruksikan jajarannya menjadi polisi yang humanis, profesional, dan bermoral dalam melayani masyarakat. Pada periode yang sama, ia beberapa kali tampil bersama Pangdam Jaya dalam berbagai keterangan kepada media untuk menyampaikan situasi Jakarta yang tetap kondusif di tengah dinamika politik nasional. Ia juga menegaskan pentingnya netralitas aparat dalam pemilu serta kesiapan pengamanan di setiap tahapan, mulai dari kampanye hingga penetapan hasil.
Jelang akhir masa tugasnya di Jakarta, Karyoto kembali dilibatkan dalam sejumlah perkara penting yang melibatkan publik, termasuk penegasan posisi Polri terhadap penyidikan kasus yang menjerat pimpinan lembaga lain. Berbagai pemberitaan pada 2024 menyebutkan keterlibatannya dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai koridor. Kiprahnya di ibu kota berakhir pada 5 Agustus 2025, ketika ia menerima penugasan baru di tingkat Mabes Polri.
Kabaharkam Polri dan Bursa Calon Kapolri
Melalui surat telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025, Karyoto dimutasi menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri ke-16, menggantikan Komisaris Jenderal Polisi Fadil Imran. Badan ini bertugas menyelenggarakan fungsi pembinaan keamanan, termasuk operasi pengamanan di wilayah rawan dan dukungan pengamanan bagi instansi lain. Sebagai Kabaharkam, ia mengawal operasi pengamanan nasional dan menjaga stabilitas keamanan dalam negeri.
Pada 2026, namanya beberapa kali disebut dalam pemberitaan sebagai salah satu perwira tinggi yang masuk bursa calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sejumlah tokoh dan pengamat menyampaikan dukungan, antara lain Ketua PWNU Jawa Barat serta pengamat politik yang menilai pengalamannya di bidang penegakan hukum dan pengamanan sebagai modal penting. Dukungan itu memperlihatkan bahwa rekam jejaknya tidak hanya dikenal di internal Polri, tetapi juga di kalangan masyarakat dan tokoh daerah.
Bursa calon Kapolri itu akhirnya tidak membawa Karyoto ke puncak institusi. Pada 2 Oktober 2026, ia resmi memasuki masa purnawira dan menyerahkan estafet kepemimpinan Kabaharkam kepada Herry Heryawan. Pensiunnya menutup perjalanan panjang seorang perwira yang pernah menangani perkara korupsi menteri, memimpin kepolisian di ibu kota, dan mengawal keamanan nasional.
Kontroversi Pesta Pernikahan di Garut
Di luar karier resminya, nama Karyoto juga menjadi sorotan publik akibat peristiwa di Garut pada Juli 2025. Pesta rakyat yang digelar dalam rangka pernikahan putrinya dengan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berujung pada kericuhan. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa itu menjadi perhatian luas dan penanganannya dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Hingga artikel ini ditulis, proses hukum atas insiden tersebut berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sementara Karyoto tetap melanjutkan tugasnya sebagai perwira aktif di lingkungan Polri. Kasus ini menjadi pengingat bahwa perhelatan yang melibatkan tokoh publik membawa konsekuensi pengamanan yang besar, terutama ketika melibatkan massa dalam jumlah banyak.
Kehidupan Pribadi dan Keluarga
Karyoto menikah dengan Linna Iskandar. Pasangan ini dikaruniai dua anak, yaitu Luthfianisa Putri Karlina dan Keanu Yusuf Umar. Luthfianisa dikenal luas sebagai Wakil Bupati Garut, sementara Keanu menjalani kehidupan di luar panggung politik. Pada 2025, Luthfianisa menikah dengan Maula Akbar Mulyadi Putra, putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pernikahan itu menjadikan Karyoto dan Dedi Mulyadi sebagai besan.
Dedi Mulyadi sendiri merupakan tokoh politik Jawa Barat yang sebelumnya lama menjabat sebagai Bupati Purwakarta sebelum terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat. Hubungan kekeluargaan antara dua tokoh publik itu menambah dimensi lain dalam profil Karyoto di mata masyarakat. Keluarga besar Karyoto juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk di lingkungan Bhayangkari melalui peran Linna Iskandar.
Di sela kesibukannya sebagai perwira tinggi, Karyoto juga kerap menerima kunjungan kerja dan rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia dikenal sebagai pimpinan yang terbuka terhadap masukan dan menekankan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam menjaga situasi tetap aman dan terkendali. Pendekatan tersebut tercermin dalam berbagai operasi gabungan yang digelar selama masa kepemimpinannya, termasuk pengamanan objek vital dan kegiatan masyarakat berskala besar.
Tanda Kehormatan
Sepanjang pengabdiannya, Karyoto menerima sejumlah tanda kehormatan negara. Ia menyandang Bintang Bhayangkara Pratama dan Bintang Bhayangkara Nararya, penghargaan yang diberikan negara kepada personel Polri atas jasa luar biasa. Ia juga menerima Satyalancana Pengabdian untuk masa kerja 32 tahun, 24 tahun, 16 tahun, dan 8 tahun, serta Satyalancana Jana Utama, Satyalancana Ksatria Bhayangkara, Satyalancana Karya Bhakti, Satyalancana Bhakti Nusa, dan Satyalancana Bhakti Purna. Rangkaian penghargaan itu menegaskan konsistensi pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade.
Dari Pemalang, seorang pemuda lulusan Akademi Kepolisian 1990 tumbuh menjadi perwira tinggi yang pernah memimpin penindakan kasus korupsi kelas menteri, mengendalikan keamanan ibu kota, dan memimpin badan pemelihara keamanan nasional. Kini, setelah resmi purnawira pada 2 Oktober 2026, rekam jejaknya menjadi bagian dari perjalanan panjang Polri dalam menjaga hukum dan keamanan Indonesia. Kisahnya juga menjadi contoh bagaimana seorang perwira dengan keahlian reserse dapat meniti karier hingga jabatan strategis di tingkat nasional.
Referensi
- Antara News. (2024). Profil Irjen Pol Karyoto, ahli reserse yang jadi Kapolda Metro Jaya. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4520251/profil-irjen-pol-karyoto-ahli-reserse-yang-jadi-kapolda-metro-jaya
- Kompas.com. (2025). Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto Dipromosikan Jadi Kabaharkam Polri. Kompas Cyber Media. https://penjaganegeri.kompas.com/polri/read/2025/08/05/20075651/kapolda-metro-jaya-irjen-karyoto-dipromosikan-jadi-kabaharkam-polri
- Tirto.id. (2019). Umbar Janji Karyoto: Tak Tutupi Anggotanya yang Buat Pelanggaran. Tirto.id. https://tirto.id/umbar-janji-karyoto-tak-tutupi-anggotanya-yang-buat-pelanggaran-gELJ
- Kompas.com. (2020). KPK Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Edhy Prabowo Sejak Agustus 2020. Kompas Cyber Media. https://nasional.kompas.com/read/2020/11/26/07394681/kpk-selidiki-kasus-dugaan-korupsi-edhy-prabowo-sejak-agustus-2020
- Tempo.co. (2025). Rekam Jejak dan Kontroversi Irjen Karyoto yang Diangkat Jadi Kabaharkam Polri. Tempo.co. https://www.tempo.co/
- Bangkapos.com. (2025). Biodata Irjen Karyoto, Kapolda Metro Jaya Akpol 1990, Keluarganya Kini Besan Dedi Mulyadi. Bangkapos.com. https://bangka.tribunnews.com/
- Wikipedia Bahasa Indonesia. (2026). Karyoto. Wikimedia Foundation. https://id.wikipedia.org/wiki/Karyoto
Pertanyaan Seputar Tokoh Ini
Siapa Karyoto?
Karyoto adalah perwira tinggi Polri kelahiran Pemalang, 27 Oktober 1968, lulusan Akademi Kepolisian 1990 yang kariernya dikenal di satuan reserse hingga jabatan Kabaharkam Polri.
Kapan Karyoto menjabat Kapolda Metro Jaya?
Karyoto dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya pada 27 Maret 2023 dan menjabat hingga 5 Agustus 2025.
Apa jabatan terakhir Karyoto sebelum pensiun?
Jabatan terakhir Karyoto adalah Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada 5 Agustus 2025 hingga purnawira 2 Oktober 2026.
Apa hubungan Karyoto dengan Dedi Mulyadi?
Karyoto menjadi besan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah putrinya, Luthfianisa Putri Karlina, menikah dengan putra Dedi Mulyadi pada 2025.
Nurdyansa
Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.
Biografi Tokoh Terkait Lainnya
6 Rekomendasi
Biografi Adinia Wirasti, Perjalanan Karier dan Prestasi Aktris Watak Terbaik Indonesia

Biografi Agus Andrianto, Jenderal Reserse yang Menakhodai Kementerian Imipas

Biografi Arya Saloka: Dari Figuran Bali hingga Peran Ikonik Aldebaran

Biografi B. J. Habibie: Insinyur Dirgantara, Presiden Ketiga, dan Arsitek Reformasi 1998

Biografi Benny Laos: Bupati Morotai dari Pesisir yang Berhenti Tujuh Pekan Sebelum Pencoblosan
