Beranda Biografi Tokoh Indonesia Biografi Firli Bahuri, Serta Biodata Ketua KPK Terpilih dan Kontroversinya

Biografi Firli Bahuri, Serta Biodata Ketua KPK Terpilih dan Kontroversinya

133

Biografiku.com – Biografi Firli Bahuri. Ia merupakan ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) terpilih dengan masa jabatan dari tahun 2019-2023. Ia terpilih menjadi ketua KPK setelah memperoleh suara terbanyak dari komisi III DPR RI dalam fit and proper test.

Biografi firli bahuri

Namun terpilihnya ia sebagai Ketua KPK langsung membuat kegaduhan di institusi KPK. Beberapa petinggi KPK langsung menyatakan mundur dari jabatannya walaupun masa kerjanya masih tersisa beberapa bulan.

Hal ini karena kontroversi dugaan pelanggaran kode etik berat yang pernah dilakukan oleh Firli Bahuri ketika menjabat di KPK. Siapa Firli Bahuri sebenarnya? Berikut Biografi dari Firli Bahuri beserta Profil dan Biodatanya.

Biodata Firli Bahuri

Nama Lengkap : Irjen. Pol. Drs. Firli Bahuri, M.Si
Lahir : Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 8 November 1963
Orang Tua : Bahuri (ayah) dan Tamah (ibu)
Istri : Ardina Safitri
Anak : Rizqa Ananda Putri, Rizqi Arfiananda Dhira Putra
Agama : Islam
Pekerjaan : Kapolda Sumatera Selatan, Ketua KPK

Profil dan Biografi Firli Bahuri

Firli Bahuri dilahirkan pada tanggal 8 November 1963 di wilayah Lontar, Kabupaten Ogan komering Ulu, Sumatera Selatan. Ia merupakan anak dari pasangan Bahuri (ayah) dan Tamah (ibu). Ia merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara.

Semasa kecil, Daerah Lontar tempat tinggalnya kala itu masih sangat sulit diakses dari luar. Sehingga untuk pergi ke kota atau jalan raya, Ia masih harus melewati persawahan dan beberapa jembatan.

BACA JUGA :  Biografi Teuku Markam - Penyumbang Emas Monas
Masa Kecil Firli Bahuri

Sejak kecil, ia juga harus kehilangan ayahnya yang meninggal pada tahun 1974. ia kemudian diasuh oleh ibunya bersama dengan lima orang saudaranya.

Riwayat Pendidikan Firli Bahuri

Dalam biografi Firli Bahuri seperti yang dilansir dari tribunnews.com diketahui bahwa di usia sekolah dasar, ia sudah bekerja sebagai penyadap karet untuk membiayai sekolahnya. Hasil menyadap karet tersebut ia tabung untuk dibelikan sepeda.

Semasa SMP, Ia sudah terbiasa berjalan ke sekolah sejauh 8 kilometer ke Kecamatan Pengandongan, karena sekoalh SMP hanya ada dikecamatan tersebut. Pulang dari sekolah ia kemudian membantu ibunya di ladang.

Setelah lulus SMP, ia kemudian pindah ke Palembang untuk melanjutkan sekolahnya. Ketika masa SMA, ia melakoni berbagai macam pekerjaan. Mulai dari berjualan cabai, jualan kue menjadi tukang cuci mobil hingga berjualan spidol untuk membiayai sekolah dan kebutuhan hidupnya.

Riwayat Karir Firli Bahuri

Pada tahun 1982 hingga 1983, Firli Bahuri mencoba mendaftar seleksi AKPOL (dulu AKABRI) tingkat pertama di daerah dan tingkat pusat di Magelang namun tidak lulus.

Ia kemudian mencoba lagi mendaftar pada tahun 1984 di ABRI dan lulus dengan pangkat Sersan II. Ia pertama kali ditugaskan di Polres Cibabat Polda Jawa Barat.

Ia tidak kapok untuk mencoba mendaftar di AKPOL. Dari tahun 1982 hingga 1986 berturut-turut ia selalu mencoba mendaftar namun selalu gagal.

Walaupun beberapa kali gagal, ia terus mencoba hingga ia dinyatakan lulus AKPOL pada tahun 1990. Usai menyelesaikan sekolah kedinasannya di AKABRI, Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada tahun 1997.

Karir Kepolisian Firli Bahuri

Pada tahun 2001, Firli Bahuri menjabat sebagai Kapolres Persiapan Lampung Timur. Setelah itu, ia mengikuti kursus Pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (SESPIMMEN) Polri pada tahun 2004.

BACA JUGA :  Biografi Sunan Gunung Jati

Pada tahun berikutnya yakni 2005, Ia kemudian ditarik ke Polda Metro Jaya dan menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum. Setelahnya, ia kemudian pindah tugas menjadi Kapolres Kebumen dan pernah menjadi Kapolres Brebes. Di tahun 2009, Ia kembali ke Polda Metro Jaya dan menjabat sebagai Wakapolres.

Karir Firli Bahuri terbilang bagus. Pada tahun 2010, Ia terpilih menjadi Asisten Sespri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa tahun berikutnya tepatnya tahun 2012, ia dipilih sebagai ajudan pribadi Wakil Presiden Boediono.

Dua tahun berikutnya tepatnya pada tahun 2014, Ia diangkat menjadi Wakapolda Banten. Beberapa tahun berikutnya yakni 2016, Ia kemudian pindah posisi sebagai Karo Dalops Sops Polri dan kemudian menjadi Wakapolda Jawa Tengah. Di tahun 2017, Ia mendapat promosi kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat.

Karir di KPK

Setahun menjabat sebagai Kapolda NTB, Firli Bahuri pindah tugas ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

Kontoversi

Kontoversi pertama Firli Bahuri yakni pengangkatannya sebagai Deputi Penindakan KPK. Kala itu ia menjadi perbincangan karena sebelumnya ia pernah menjadi ajudan mantan wakil Presiden Boediono yang pernah diperiksa terkait Bank Century.

Dilansir dari Tirto.id mengenai biografi Firli Bahuri, kontroversi kedua adalah ketika masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK, Firli Bahuri pernah bertemu dengan Tuan Guru Bajang (TGB) sebanyak dua kali dan berbincang-bincang. Padahal kala itu, KPK sedang menyelidiki kasus KPK menyelidiki dugaan korupsi Divestasi Newmont yang disebut menyeret nama Tuan Guru Bajang (TGB).

Menurut KPK, hal ini termasuk dalam pelanggaran kode etik berat. Selain itu menurut KPK, Firli Bahuri juga pernah mengadakan pertemuan dengan seorang ketua partai dan juga menjemput serta mengajak pejabat BPK yang berstatus sebagai saksi ke ruangannya.

BACA JUGA :  Biografi Ahmad Dhani
Kembali ke Polri

Firli Bahuri menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK selama setahun lebih dari tanggal 6 April 2018 hingga 20 Juni 2019. Setelah itu, ia kemudian ditarik ke Polri dan mendapat promosi kenaikan pangkat sebagai Inspektur Jenderal Polisi dan menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan pada tahun 2019.

Ketua KPK Terpilih

Saat menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan, Firli Bahuri juga ikut mendaftar sebagai calon pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Biografi firli bahuri

Setelah lolos seleksi 10 calon pimpinan KPK, Firli Bahuri kemudian terpilih sebagai 5 pimpinan KPK bersama dengan Alexander Mawarta, Nurul Gufron, Nawawi Pomolango, dan Lili Pintauli Siregar.

Dan setelah melalui fit and proper test oleh komisi III DPR RI, Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK terpilih masa jabatan 2019 hingga 2023 setelah mengantongi suara terbanyak. Ia menggantikan Agus Raharjo yang sebelumnya menjabat sebagai ketua KPK.

Kekayaan Firli Bahuri

Menurut data dari elhkpn.kpk.go.id, Firli Bahuri tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 18.226.424.386 berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2019.

Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'