Beranda Penemu Biografi Robert Oppenheimer, Kisah Penyesalan Dari Penemu Bom Atom

Biografi Robert Oppenheimer, Kisah Penyesalan Dari Penemu Bom Atom

4.9
(90)

Biografiku.com | Biografi Robert Oppenheimer. Tokoh satu ini dikenal Penemu Bom Atom atau lebih dikenal sebagai ‘Bapak Bom Atom. Bom tersebut merupakan bom dengan daya ledak terkuat hasil dari proses fisi nuklir. Akibat bom ini, ratusan ribu nyawa di Jepang meregang nyawa. Bom ini juga yang menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat pada perang dunia II.

Penemuan Bom Atom ini merupakan langkah awal dari dikembangkannya bom hidrogen atau yang kemudian dikenal dengan nama Bom Nuklir. Bom ini merupakan bom terkuat dalam sejarah yang pernah dibuat oleh manusia. Namun pengembangan bom ini ditentang oleh Oppenheimer sendiri dan sebuah penyesalan akan temuan dari Bom Atom.

Biografi Robert Oppenheimer

Oppenheimer lahir dengan nama lengkap Julius Robert Oppenheimer lahir tanggal 22 April 1904 di New York City, Amerika Serikat. Ketika menimba ilmu, dia sangat menyukai pelajaran bahasa, matematika dan ilmu pengetahuan.

Julius Robert Oppenheim, bom atom, penemu, biografi

Di antara teman-teman sekolahnya, Oppenheimer yang paling tekun belajar, terutama di bidang bahasa. Dia tak sekedar mempelajarinya saja tapi juga berusaha keras untuk fasih mengucapkan serta membaca tulisannya. Kebiasaan ini membuahkan hasil cemerlang. Pada tahun 1925 atau setelah lulus dari Harvard University.

Oppenheimer mulus melanjutkan studinya di Cambridge University Inggris, lalu beralih ke Gottingen Jerman guna mengejar gelar PhD. Selama di Gottingen yang saat itu merupakan pusat pengembangan mekanika kuantum, Oppenheimer mendapat bimbingan dari Max Born sampai mendapat gelar PhD (tahun 1927). Setelah lulus ia pulang kampung, 2 tahun kemudian berturut-turut Oppenheimer mendirikan sekolah fisika teoretis di Institut Teknologi California dan Universitas Berkeley.

BACA JUGA :  Biografi Nikolaus Otto, Kisah Penemu Mesin 4 Tak Yang Putus Sekolah

Tahun 1930-an menjadi awal keterlibatan Oppenheimer dalam dunia fisika atom dan nuklir. Oppenheimer banyak menyumbangkan pikiran dalam fisika atom dan nuklir, termasuk pikiran mula mengenai bintang neutron dan lubang hitam yang sudah diabaikan astronom dalam jangka waktu yang lama.

Oppenheimer dan Proyek Manhattan

Oppenheimer secara jelas menyumbangkan pemikirannya karena ia menentang kebangkitan kekuasaan fasisme pada era itu. Apalagi di tahun 1939, Amerika mengetahui kalau Jerman berhasil memisahkan inti atom dan mengembangkannya menjadi senjata luar biasa. Maka, untuk menandingi kekuatan Jerman itu, tahun 1941 Presiden Roosevelt membentuk Proyek Manhattan dan menunjuk Julius Robert Oppenheimer sebagai direkturnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Oppenheimer mengembangkan bom atom berikut senjata lain di markas penelitian Los Alamos, New Mexico. Penelitian lain juga berlangsung di Columbia University, University of Chicago, dan Oak Ridge, Tennessee. Saat penelitian, Oppenheimer mengundang para ahli fisika papan atas. Mereka diajak bekerjasama membuat bom atom. Dari sekian banyak ahli fisika yang hadir, akhirnya terpilih 3000 orang untuk dijadikan satu tim yang diketuai Oppenheimer.

Bom Yang Mengakhiri Perang Dunia II

Tanggal 16 Juli 1945 atau setelah 3 tahun bekerja keras melakukan penelitian, Oppenheimer menyaksikan uji coba ledakan bom atom pertama di gurun New Mexico. Banyak orang menilai, ledakan itu bakal merubah sejarah dunia untuk selamanya.

Biografi Robert Oppenheimer

Terbukti, selang sebulan setelah uji coba ledakan, dua bom atom menghanguskan Hirosima dan Nagasaki, membunuh ratusan ribu orang. Keadaan ini membuat Jepang harus menyerah dan mundur dari PD II pada tanggal 10 Agustus 1945. Meski dikecam kejam karena telah membunuh ratusan ribu jiwa, bom atom temuan Oppenheimer tetap memiliki dampak positif, karena mampu mengakhiri PD II yang sudah berlangsung lama.

BACA JUGA :  Biografi Jack St. Clair Kilby - Penemu Mikrochip

Penyesalan Oppenheimer

Setelah Bom Atom Di Jatuhkan, Oppenheimer menyesali pekerjaannya dan menyerukan agar energi atom digunakan untuk kepentingan damai. Ia kemudian dipertanyakan kesetiaanya dan kredibilitasnya dan diajukan ke sidang pemeriksaan untuk pejabat tinggi AS dan mengakibatkan jabatannya untuk penasehat pemerintah di bidang keamanan dilepas.

Banyak ilmuwan yang merasa tidak puas pada tindakan yang timbul pada saat histeria nasional yang dipimpin senator Joseph Raymond McCarthy (namun kemudian dinyatakan salah). Ketika perang usai, Oppenheimer tetap aktif dalam bidang ini. Ia pun terpilih sebagai ketua Komisi Energi Atom Amerika Serikat.

Menentang Pengembangan Bom Hidrogen

Sayang Oppenheimer tak mulus. ini berkaitan dengan sikapnya yang menentang pengembangan bom hidrogen yang kemudian ditemukan oleh Edward Teller. Bom Hidrogen yang kemudian dikenal dengan nama Bom Nuklir ini kekuatannya jauh lebih dahsyat dari bom atom. Hal ini disebabkan karena proses dari fusi nuklir yang jauh lebih kuat dibanding proses fisi pada bom atom.

Akibat penentangan ini membuat Oppenheimer dianggap berkhianat. Ia pun di adili pada tahun 1953. Meski tidak terbukti bersalah, perlindungan keamanan dan kontraknya sebagai penasehat bagi Komisi Energi Atom tetap dicabut. Tak patah arang, Oppenheimer tetap berkarir dan bersemangat.

Biografi Robert Oppenheimer, Kisah Penyesalan Dari Penemu Bom Atom

Dia melanjutkan karirnya sebagai pendidik pada “the academic post of director of the Institute of Advanced Study at Princeton University”. Puncaknya di tahun 1963, Presiden Lyndon B. Johnson menyerahkan penghargaan “Enrico Fermi Award” dari Komisi Energi Atom. Tiga tahun setelah menerima penghargaan itu, Julius Robert Oppenheimer harus pensiun karena terkena kanker tenggorokan. Tahun 1967 ia meninggal dalam usia 63 tahun. Melalui bom atom, Julius Robert Oppenheimer merubah sejarah dunia untuk selamanya.

BACA JUGA :  Biografi Alfred Nobel, Ketika Penemu Dinamit Mendirikan Hadiah Nobel Sebagai Rasa Penyesalan

Beri Rating Artikel Ini

Advertisement