Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh

Biografi Martha Tilaar: Pelopor Industri Kosmetik Herbal Nusantara

NOleh: Nurdyansa
•(Diperbarui: 24 Okt 2026)•7 menit baca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • Dr. (H.C.) Martha Tilaar merupakan pelopor industri kosmetik herbal dan jamu modern Indonesia serta pendiri Martha Tilaar Group dan jenama legendaris Sariayu.
  • Merintis usaha dari salon garasi berukuran 6 x 4 meter pada tahun 1970 hingga mendirikan manufaktur modern PT Martina Berto pada tahun 1977.
  • Mengembangkan Martha Tilaar Innovation Center (MTIC) bersama 37 peneliti untuk mengawinkan khasiat botani Nusantara dan standar riset sains modern.
  • Mempekerjakan lebih dari 6.000 karyawan dengan proporsi 70 persen perempuan serta aktif memberdayakan kemandirian kaum hawa melalui Yayasan Martha Tilaar.
  • Tutup usia pada 14 Oktober 2026 di Jakarta dalam usia 89 tahun dan dimakamkan di San Diego Hills Karawang di sisi suaminya, Prof. H.A.R. Tilaar.
Biografi Martha Tilaar: Pelopor Industri Kosmetik Herbal Nusantara
Daftar Isi

Dr. (H.C.) Martha Tilaar adalah tokoh perintis industri kosmetik herbal dan perawatan tubuh modern di Indonesia yang mendirikan Martha Tilaar Group serta jenama legendaris Sariayu. Mengawali kiprah kewirausahaan dari salon seluas 6 x 4 meter di garasi rumah orang tuanya pada tahun 1970, ia sukses mentransformasikan kearifan tanaman obat tradisional Nusantara menjadi kekuatan korporasi berskala global dengan ribuan karyawan dan laboratorium riset sains terpadu.

Akar Tradisi di Kebumen dan Pembelajaran di Amerika Serikat

Perjalanan hidup Martha Handana berakar di Kebumen, Jawa Tengah, tempat ia dilahirkan pada 4 September 1937 dari pasangan Oei Piek Hok dan Te Nio Suwardi. Sejak kecil, Martha terbiasa melihat sang nenek meracik jamu tradisional Jawa dari rimpang jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih. Pengalaman masa kecil tersebut menanamkan keyakinan mendalam bahwa bumi pertiwi menyimpan kekayaan botani luar biasa untuk memelihara kebugaran dan kecantikan kulit.

Selepas menamatkan sekolah menengah di Jakarta, Martha menempuh pendidikan keguruan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta dan sempat mengabdi sebagai guru sekolah dasar. Pada tahun 1963, ia menikah dengan Henry Alexis Rudolf Tilaar, seorang akademisi berdarah Minahasa yang kelak menjadi tokoh pendidikan nasional, Profesor H.A.R. Tilaar.

Titik balik hidupnya bermula ketika sang suami meraih beasiswa doktoral di Indiana University, Bloomington, Amerika Serikat, pada akhir dekade 1960-an. Alih-alih berdiam diri, Martha mendalami minat tata rias dengan belajar di Academy of Beauty Culture di Bloomington. Ia mempelajari anatomi kulit, kimia kosmetik dasar, dan manajemen salon profesional. Guna membiayai studinya, Martha membagikan selebaran promosi dan melayani perawatan kecantikan keliling bagi para istri dosen serta mahasiswa perantauan, mengasah keahliannya memahami berbagai karakter kulit.

Garasi Berukuran Enam Meter dan Kelahiran Jenama Sariayu

Pulang ke tanah air pada akhir tahun 1969, Martha Tilaar mendapati pasar kosmetik nasional didominasi produk impor berbahan kimia sintetis. Berbekal modal tabungan terbatas, ia menyulap garasi rumah orang tuanya di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, menjadi tempat usaha. Pada 3 Januari 1970, Martha Salon seluas 6 x 4 meter resmi dibuka. Martha melayani pelanggan seorang diri dengan ramuan lulur beras kencur dan masker bengkuang racikannya sendiri yang terbukti menyegarkan kulit tropis.

Sambutan hangat para pelanggan mendorongnya membuka salon kedua pada tahun 1972 di Jalan Anggur Nomor 3, Cipete, Jakarta Selatan. Di salon Cipete inilah nama jenama legendaris Sariayu Martha Tilaar diluncurkan. Kata sari melambangkan intisari alami tanaman, sedangkan ayu melambangkan keelokan perempuan Nusantara. Martha merumuskan visi kulturalnya:

"Mimpi besar saya adalah mempercantik perempuan Indonesia dan Asia dengan menggunakan kearifan budaya dan kekayaan alam Indonesia. Kita tidak boleh hanya menjadi pengikut tren luar negeri; kekayaan alam Nusantara harus menjadi tuan di tanah air sendiri."

Ujian terberat dalam kehidupan pribadinya terjadi ketika ia divonis tidak dapat memiliki keturunan setelah 11 tahun menikah. Namun, Martha tekun mengonsumsi ramuan jamu kesuburan tradisional selama 4 tahun berturut-turut. Mukjizat tiba saat usianya menginjak 41 tahun ketika ia dinyatakan hamil. Di usia 42 tahun, Martha melahirkan putra sulungnya, Bryan Emil Tilaar, yang disusul kelahiran Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, dan Kilala Tilaar.

Membangun Imperium Martina Berto dan Riset Ilmiah MTIC

Melihat pesatnya permintaan produk, Martha bermitra dengan Theresia Harsini Setiady dari keluarga pendiri PT Kalbe Farma serta Subroto Bagus Handoko untuk mendirikan PT Martina Berto pada tahun 1977. Pabrik kosmetik pertama dibangun di Jalan Pulo Ayang, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur, dan diresmikan oleh Nelly Adam Malik, istri Wakil Presiden Adam Malik.

Perusahaan terus melesat dengan mendirikan PT Sari Ayu Indonesia pada tahun 1983 sebagai distributor tunggal, diikuti peresmian pabrik kedua di Jalan Pulokambing II Nomor 1 Pulogadung pada tahun 1986 oleh Karlinah Umar Wirahadikusumah. Portofolio produknya berkembang melahirkan merek Biokos, Caring Colours, Professional Artist Cosmetics untuk panggung hiburan, Belia, hingga Dewi Sri Spa.

Inovasi utama Martha Tilaar bersandar pada riset ilmiah teruji. Ia mendirikan Martha Tilaar Innovation Center yang didukung 37 peneliti lintas bidang, termasuk pakar etnobotani dan farmasi. Para peneliti dikirim belajar hingga ke Perancis dan Belanda guna mengeksplorasi tanaman obat Indonesia secara modern. Mengenai komitmen ilmiahnya, Martha menegaskan:

"Pendekatan sains mutlak dibutuhkan untuk mengembangkan produk lokal. Saya memulai bisnis dari salon kecil di garasi, lalu mendirikan sekolah, pabrik, hingga laboratorium riset yang semuanya bergerak memuliakan kecantikan alami."

Dedikasi tersebut membuahkan sertifikasi mutu ISO 9001, ISO 14000, dan Good Manufacturing Practice pada tahun 1996, menjadikan perusahaannya pionir kosmetik modern di Asia Tenggara. Pada Januari 2011, PT Martina Berto resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode MBTO.

Pemberdayaan Kaum Hawa dan Panggung Global Compact PBB

Martha Tilaar memegang prinsip bahwa keberhasilan bisnis wajib berdampak pada kemandirian perempuan. Dari lebih dari 6.000 karyawan di bawah 11 anak perusahaan Martha Tilaar Group, sekitar 70 persen di antaranya adalah perempuan. Mereka ditempatkan di berbagai posisi strategis, mulai dari peracik ramuan pabrik, analis laboratorium, terapis spa, hingga manajer divisi.

Melalui Yayasan Martha Tilaar dan Puspita Martha International Beauty School, Martha memberikan beasiswa pelatihan kecantikan cuma-cuma bagi puluhan ribu perempuan putus sekolah dan korban krisis ekonomi. Martha menanamkan prinsip kerja DJITU, yakni Disiplin, Jujur, Iman dan Inovasi, Tekun, serta Ulet. Terkait pemberdayaan perempuan, ia berpesan:

"Uang tak cukup untuk selamatkan perempuan dari kemiskinan. Kita harus mandiri dan punya keterampilan untuk bisa berdiri sendiri. Jangan minta-minta."

Reputasi etisnya membawa Martha ke kancah global. Pada Juli 2002, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan mengundangnya hadir di Markas Besar PBB di New York untuk menandatangani pakta Global Compact PBB. Martha terpilih menjadi salah satu tokoh bisnis wanita pertama Asia Tenggara di dewan pengarah global dalam penerapan praktik manufaktur ramah lingkungan.

Seri Buku Glow Economy dan Babak Akhir Pengabdian (2024-2026)

Memasuki dekade 2020-an di tengah gempuran produk kosmetik impor, Martha Tilaar mempercepat alih kepemimpinan kepada generasi kedua. Putra bungsunya, Dr. Kilala Tilaar, dipercaya menjabat sebagai Chief Executive Officer grup dengan fokus pada bioteknologi hijau, sementara Bryan Tilaar memimpin logistik dan Wulan Tilaar membesarkan jaringan spa internasional.

Sebagai Dewan Komisaris Utama, sumbangsih pemikiran Martha dituangkan dalam literasi ekonomi nasional. Pada April 2025, Martha Tilaar Group menerbitkan buku Glow Economy Volume 1 di Jakarta yang membahas cetak biru bio-ekonomi kecantikan ramah lingkungan. Penerbitan dilanjutkan dengan peluncuran Glow Economy Volume 2 pada September 2026 yang mengulas integrasi kecerdasan buatan, rantai pasok rempah, dan diplomasi kosmetik herbal di pasar internasional.

Pada Oktober 2026, kondisi kesehatannya menurun akibat komplikasi pernapasan asma dan usia lanjut. Setelah dirawat intensif selama sepekan di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Dr. (H.C.) Martha Tilaar berpulang dengan damai dalam tidur pada hari Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 06.22 WIB di usia 89 tahun.

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat. Ia beristirahat berdampingan dengan sang suami, Profesor H.A.R. Tilaar, yang telah wafat pada Oktober 2019.

Warisan Abadi Sang Pelopor Kecantikan Nusantara

Kepergian Martha Tilaar meninggalkan warisan peradaban yang mendalam bagi dunia usaha Indonesia. Ia membuktikan bahwa ramuan rempah warisan leluhur mampu menjelma menjadi produk modern bernilai ekonomi tinggi saat dipadukan dengan riset sains berstandar internasional.

Filosofi kecantikan holistik Jawa Rupasampat Wahyabiantara yang diperjuangkannya mengajarkan bahwa pesona sejati memadukan kebersihan fisik lahiriah dengan keluhuran budi pekerti batiniah. Melalui puluhan paten botani obat asli Indonesia, ribuan perempuan mandiri yang terangkat dari kemiskinan, serta jenama Sariayu yang mendunia, jejak pengabdian Martha Tilaar abadi mempercantik bangsa.

Biodata Martha Tilaar

Informasi Profil Keterangan Lengkap
Nama Lengkap Dr. (H.C.) Martha Tilaar (lahir Martha Handana)
Tempat, Tanggal Lahir Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937
Tanggal Wafat Jakarta, 14 Oktober 2026 (usia 89 tahun)
Tempat Pemakaman San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat
Kebangsaan Indonesia
Pekerjaan / Profesi Pengusaha, Pendiri Korporasi, Tokoh Industri Kosmetik
Suami Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar (wafat 2019)
Anak Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar
Pendidikan IKIP Jakarta, Academy of Beauty Culture Bloomington AS
Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa World University Tucson Arizona (1984)
Perusahaan Didirikan Martha Tilaar Group, PT Martina Berto Tbk, PT Sari Ayu Indonesia
Jenama Terkenal Sariayu, Biokos, Caring Colours, PAC, Dewi Sri Spa, Belia

Referensi

Antara News. (2026). Pendiri Martha Tilaar Group Dr. (H.C.) Martha Tilaar tutup usia pada usia 89 tahun di Jakarta. Lembaga Kantor Berita Nasional Antara.
Kompas. (2026). Jejak langkah Martha Tilaar: Dari salon garasi rumah hingga membangun imperium kosmetik herbal Indonesia. Kompas Media Grafika.
Martha Tilaar Group. (2026). In memoriam: Mengenang keteladanan dan warisan nilai luhur Dr. (H.C.) Martha Tilaar. MTG Corporate Communications.
Tempo. (2025). Mengupas cetak biru ekonomi kecantikan Nusantara melalui peluncuran buku Glow Economy Martha Tilaar. Majalah Berita Mingguan Tempo.
The Jakarta Post. (2026). Obituary: Martha Tilaar, beauty industry icon and champion of Indonesian herbs, passes away at 89. The Jakarta Post Press.

Pertanyaan Seputar Tokoh Ini

Kapan dan di mana Martha Tilaar dilahirkan serta wafat?

Martha Tilaar dilahirkan di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937 dan wafat di RS Medistra Jakarta pada 14 Oktober 2026 dalam usia 89 tahun.

Apa nama perusahaan dan jenama legendaris yang didirikan Martha Tilaar?

Martha Tilaar mendirikan konglomerasi Martha Tilaar Group yang menaungi PT Martina Berto Tbk dengan merek legendaris seperti Sariayu, Biokos, Caring Colours, PAC, dan Dewi Sri Spa.

Bagaimana konsep filosofi kecantikan yang diusung Martha Tilaar?

Martha Tilaar mengusung filosofi Jawa Rupasampat Wahyabiantara, yakni perpaduan harmonis antara kecantikan fisik lahiriah (rupasampat) dan kecantikan batiniah budi pekerti (wahyabiantara).

Apa kontribusi sosial dan literasi terakhir yang diwariskan Martha Tilaar?

Selain memberdayakan ribuan tenaga kerja perempuan, ia mendirikan Yayasan Martha Tilaar dan sekolah Puspita Martha serta merilis seri buku Glow Economy Volume 1 (2025) dan Volume 2 (2026).

Bagikan:
N

Nurdyansa

Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content