Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh
Biografi Tokoh Dunia

Biografi William Harvey: Penemu Sirkulasi Darah dan Bapak Fisiologi Modern

NOleh: Nurdyansa
(Diperbarui: 15 Sep 2026)Wikidata: Q93128

Pada musim gugur 1628, sebuah buku tipis setebal 72 halaman diterbitkan di Frankfurt am Main dan mengguncang fondasi ilmu kedokteran yang telah bertahan empat belas abad. Penulisnya, dokter Inggris bernama William Harvey, menyatakan bahwa darah mengalir berputar dalam tubuh dalam satu sirkuit tertutup yang digerakkan oleh denyut jantung. Empat ratus tahun setelah terbitnya, dunia medis internasional tengah mempersiapkan perayaan akbar untuk menandai tonggak yang mengubah cara manusia memahami tubuhnya sendiri itu.

Potret William Harvey

Biodata & Profil Singkat

AtributKeterangan
Nama LengkapWilliam Harvey
Lahir1 April 1578, Folkestone, Kent, Inggris
Wafat3 Juni 1657 (usia 79 tahun), London, Inggris
AlmamaterGonville and Caius College, Cambridge; Universitas Padua (MD, 1602)
Peran UtamaDokter, anatom, penemu sirkulasi darah
Karya KunciDe motu cordis (1628), De generatione animalium (1651)
JabatanDokter kepala Rumah Sakit St. Bartholomew; Lumleian Lecturer Royal College of Physicians; dokter pribadi Raja James I dan Charles I

Tahun-Tahun Awal di Folkestone dan Cambridge

William Harvey lahir pada 1 April 1578 di kota pesisir Folkestone, Kent, sebagai putra sulung dari tujuh bersaudara keluarga pengusaha Thomas Harvey. Setelah menamatkan pendidikan dasar di The King's School, Canterbury, ia diterima di Gonville and Caius College, Universitas Cambridge, pada 1593 dengan beasiswa. Di sanalah ia memperdalam seni dan ilmu kedokteran awal hingga memperoleh gelar sarjana muda medis pada 1597.

Tahun 1600 membawanya menyeberang ke Italia dan mendaftar di Universitas Padua, sekolah kedokteran paling bergengsi di Eropa abad ke-17. Di bawah bimbingan anatom terkemuka Hieronymus Fabricius ab Aquapendente, penemu katup-katup satu arah pada pembuluh vena, Harvey mendapatkan landasan anatomi komparatif yang kelak menjadi kunci temuannya. Ketika ia meraih gelar doktor kedokteran pada 1602, Galileo Galilei tengah menjabat guru besar matematika di kampus yang sama, meskipun tidak pernah terbukti keduanya pernah berjumpa muka.

Ilustrasi anatomi vena dari De motu cordis 1628

Praktik London dan Jabatan Istana

Kembali ke Inggris pada 1602, Harvey membuka praktik kedokteran di London dan dengan cepat membangun reputasi. Pada 1607 ia diangkat menjadi fellow Royal College of Physicians, lalu pada 1609 menjadi dokter di Rumah Sakit St. Bartholomew, salah satu lembaga medis tertua di kota itu. Dua tahun berselang, pada 1615, ia memegang jabatan Lumleian Lecturer of Anatomy and Surgery, posisi pengajar yang menuntutnya melakukan demonstrasi pembedahan berkala di depan rekan-rekan sejawat.

Kedudukannya di istana menyusul kemudian. Ia menjadi physician extraordinary untuk Raja James I pada 1618, dan di bawah Charles I diangkat menjadi dokter pribadi kerajaan pada 1632, lalu physician in ordinary pada 1639. Di antara pasiennya juga tercatat filsuf empirisme Francis Bacon. Rekam jejak ini diperkuat kehidupan pribadinya yang stabil; ia menikahi Elizabeth Browne, putri dokter kerajaan Lancelot Browne, pada 1604, meskipun pasangan itu tidak dikaruniai anak.

De Motu Cordis dan Terobosan Sirkulasi Darah

Tesis revolusioner Harvey muncul dari perhitungan kuantitatif sederhana namun mengejutkan. Ia memperkirakan jantung memompa sekitar dua ons darah dalam setiap denyutan. Dengan denyut rata-rata 72 kali per menit, jantung menyalurkan sekitar 540 pon atau sekitar 245 kilogram darah setiap jamnya ke dalam aorta. Angka itu berkali-kali lipat melampaui total berat tubuh manusia, sehingga mustahil darah terus-menerus diproduksi dari makanan seperti yang diajarkan tradisi Galen selama 1.400 tahun. Hanya ada satu penjelasan logis, yaitu darah yang sama berputar terus-menerus dalam sistem tertutup.

Untuk menguji gagasan itu, Harvey menjalani lebih dari sembilan tahun percobaan dan pembedahan pada beragam hewan: serangga, udang-udangan, siput, ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Ia mengamati denyut jantung pada makhluk berdarah dingin yang organ pemompaannya melambat, mengikatkan ligatur pada pembuluh darah untuk melihat arah aliran, dan memanfaatkan temuan gurunya sendiri tentang katup vena satu arah. Pada 1628, seluruh bukti itu dirangkum dalam Exercitatio Anatomica de Motu Cordis et Sanguinis in Animalibus, atau yang lazim disingkat De motu cordis, diterbitkan oleh William Fitzer di Frankfurt.

Isinya tegas dan lugas. Harvey menyimpulkan bahwa arteri membawa darah keluar dari jantung, vena membawanya kembali, dan keduanya terhubung melalui pori-pori sangat halus yang belum dapat diamati tanpa mikroskop. Ia pun mendefinisikan fungsi jantung dengan presisi yang bertahan hingga kini.

"Sangat penting untuk menyimpulkan bahwa darah dalam tubuh hewan didorong berputar dalam satu lingkaran, dan berada dalam keadaan bergerak tanpa henti; bahwa inilah tindakan atau fungsi yang dijalankan jantung melalui denyutnya."

Terbitnya buku itu memicu perdebatan sengit di seluruh Eropa. Jean Riolan dari Paris dan James Primrose menolak keras karena sirkulasi darah meruntuhkan dasar teori empat humor yang melandasi praktik kuldar. Harvey, pengikut setia metode Aristoteles dalam hal observasi, menjawab kritik itu bertahun-tahun kemudian melalui dua surat terbuka pada 1649. Menjelang akhir hayatnya, mayoritas komunitas ilmiah telah menerima teorinya. Adapun mata rantai penutup sirkuit, yaitu pembuluh kapiler, baru terlihat oleh Marcello Malpighi pada 1661, empat tahun setelah Harvey wafat, dan temuan itu membuktikan prediksi Harvey secara nyata.

Embriologi dan Warisan De Generatione Animalium

Minat Harvey tidak berhenti pada sirkulasi. Pada 1651, atas dorongan sahabatnya George Ent, ia menerbitkan Exercitationes de Generatione Animalium, kajian tentang reproduksi dan perkembangan hewan yang meletakkan dasar ilmu embriologi modern. Mengamati telur ayam dan rusa yang dipelihara Raja Charles I di kandang kerajaan, Harvey menolak teori preformasi yang menyatakan makhluk hidup sudah terbentuk utuh dalam bentuk mini sejak awal. Ia mengemukakan teori epigenesis, bahwa struktur tubuh embrio berkembang bertahap dari materi yang mulanya tidak berdiferensiasi.

Semboyan kerjanya terpahat pada sampul buku tersebut dan menjadi fondasi biologi perkembangan selama berabad-abad.

"Omne vivum ex ovo. Segala yang hidup berasal dari telur."

Kehormatan, Perang Saudara, dan Tahun-Tahun Terakhir

Perang Saudara Inggris menguji kesetiaan Harvey. Sebagai dokter Raja Charles I, ia menemani sang raja dalam pertempuran Edgehill pada 1642 dan mengikuti pengasingan istana ke Oxford. Pasca kekalahan kerajaan dan terpancungnya Charles I pada 1649, Harvey kembali ke London dalam kondisi kekayaan menyusut akibat konflik serta kesehatan yang menurun karena encok. Ia menolak jabatan rektor Royal College of Physicians pada 1654 karena usia dan penyakitnya, namun sempat mendonasikan gedung perpustakaan dan membentuk beasiswa tahunan di lembaga itu pada 1656.

William Harvey wafat pada 3 Juni 1657 di rumah saudaranya di London, diduga karena pendarahan otak, pada usia 79 tahun. Ia dimakamkan di gereja Hempstead, Essex, sebelum jenazahnya dipindahkan dengan upacara kehormatan ke Harvey Chapel oleh Royal College of Physicians pada 1883. Rumah sakit tempatnya mengabdi, St. Bartholomew, hingga kini merawat museum yang menampilkan instrumen dan naskah ceramahnya.

Empat Abad De Motu Cordis dan Perayaan Harvey 2028

Menjelang peringatan 400 tahun terbitnya De motu cordis pada 2028, Royal College of Physicians London mencanangkan program internasional "William Harvey 2028: a celebration". Inisiatif yang melibatkan museum-museum medis di Berlin, Los Angeles, Leiden, dan London itu akan menggelar konferensi quadricentennial pada 20 hingga 21 Oktober 2028 di Los Angeles, disertai orasi Harveian yang disiarkan dari London. European Society of Cardiology pada Januari 2026 ikut merayakan lewat simposium khusus bertajuk peran sirkulasi menjelang empat abad temuan tersebut.

Dunia akademik juga terus memperbarui bacaan atas warisannya. Studi Filosofia e Historia da Biologi dari Universitas Sao Paulo pada 2024 menyorot dialog Harvey dengan gagasan para pendahulunya dari Galen hingga Aristoteles, sementara telaah historiografi 2025 menegaskan bahwa Harvey sesungguhnya bekerja dalam kerangka program riset Aristoteles tentang jiwa, bukan melawan tradisi itu. Perhitungannya yang memadukan eksperimen berulang dan pemodelan kuantitatif bahkan dipandang para sejarawan sains modern sebagai cikal bakal pendekatan biologi sistem yang berkembang pada abad ke-21.

Akhir Hayat dan Warisan

Pengaruh Harvey menjangkau jauh melampaui peta fisiologi. Ia menegakkan prinsip kedokteran modern bahwa pengamatan empiris, pengukuran matematis, dan percobaan terkontrol harus mengalahkan otoritas kitab-kitab kuno. Ucapan filsafat metodologinya yang kerap dikutip para sejarawan sains merangkum kredo itu.

"Saya menyatakan baik secara lisan maupun tulisan, sesuai kebiasaan para filsuf sejati, yang percaya bahwa perbuatan benar muncul dari teladan para pendahulu yang baik, dan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan tidak dapat diraih tanpa pengamatan."

Empat abad setelah buku tipisnya mengejutkan Eropa, setiap operasi jantung, transfusi darah, dan pengukuran tekanan darah di dunia hari ini berdiri di atas pemahaman sirkulasi yang pertama kali dipetakan oleh seorang dokter dari kota kecil Folkestone. Pada 2028, ketika konferensi-konferensi internasional merayakan karya itu, William Harvey akan dikenang bukan sekadar sebagai penemu masa lampau, melainkan sebagai arsitek cara berpikir kedokteran modern itu sendiri.

Referensi

Nunes, L. B. X. (2024). William Harvey and blood circulation: A dialogue with his predecessors. Filosofia e Historia da Biologia, 19(1), 45-63. Universidade de Sao Paulo. https://revistas.usp.br/fhb/article/view/fhb-v19-n1-03

Royal College of Physicians. (2025). William Harvey 2028: A celebration. RCP Museum. https://history.rcp.ac.uk/harvey2028

Linda Hall Library. (2024). Scientist of the Day: William Harvey. Linda Hall Library of Science, Engineering and Technology. https://www.lindahall.org/about/news/scientist-of-the-day/william-harvey

Nobes, C. D. (2009). Origins of systems biology in William Harvey's masterpiece on the movement of the heart and the blood in animals. International Journal of Molecular Sciences, 10(4), 1658-1669. MDPI. https://www.mdpi.com/1422-0067/10/4/1658

European Society of Cardiology. (2026). William Harvey and the role of the circulation: Approaching the quadricentennial. ESC 365, European Heart Journal. https://esc365.escardio.org/journal/89645

Topik Terkait:#Tokoh Dunia#William Harvey#Sirkulasi Darah#Sejarah Kedokteran#Fisiologi

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content