Biografi Idham Azis: Sang Reserse Ulung dan Pengawal Reformasi Polri
Ringkasan Cepat
- Lahir di Kendari pada 30 Januari 1963 dan lulus Akpol 1988, Idham Azis dikenal sebagai perwira reserse dan pakar kontra-terorisme dengan reputasi integritas tinggi.
- Berperan kunci dalam operasi pelumpuhan teroris Dr. Azahari di Songgoriti (2005), investigasi konflik Poso, hingga Operasi Camar Maleo dan Tinombala.
- Menjabat sebagai Kapolri ke-24 periode 2019-2021 dengan 7 Program Prioritas Promoter serta sukses memimpin pengamanan nasional masa pandemi COVID-19 dan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah.
- Dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana pada Agustus 2024 dan dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri pada November 2025.

Daftar Isi
Perjalanan hidup Jenderal Polisi (Purn.) Idham Azis mencerminkan dedikasi seorang bhayangkara sejati yang meniti karier dari lorong sederhana Kampung Salo di Kendari hingga pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Sosok reserse bertangan dingin ini menorehkan tinta emas dalam berbagai operasi penanggulangan terorisme paling menegangkan di tanah air, memimpin kepolisian nasional di tengah guncangan pandemi global, hingga dipanggil kembali oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir 2025 untuk mengawal Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Ketegasan sikap yang berpadu dengan pembawaan tenang membuat pria asal jazirah Sulawesi Tenggara ini menempati posisi terhormat dalam lembaran sejarah kepolisian modern Indonesia. Tidak banyak perwira tinggi yang memiliki lintasan pengabdian selengkap dirinya, bergerak dinamis dari penugasan lapangan berisiko maut di belantara Poso hingga pemegang komando tertinggi kepolisian nasional di Trunojoyo.
Biodata Idham Azis
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama Lengkap | Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Idham Azis, M.Si. |
| Tempat & Tanggal Lahir | Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 |
| Agama | Islam |
| Pasangan | Fitri Handari |
| Anak | Ilham Urane Azis, Irfan Urane Azis, Firda Athira Azis, Pandu Urane Azis |
| Almamater | Akabri Kepolisian / Akpol (1988), PTIK (1995), S2 KIK Unair (2001), Sespim (2002) |
| Jabatan Puncak | Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (2019-2021) |
| Amanah Penasihat | Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (Sejak 2025) |
| Tanda Kehormatan | Bintang Mahaputera Adipradana (2024), Bintang Bhayangkara Utama |
Akar Kesederhanaan di Kampung Salo Kendari
Lahir pada tanggal 30 Januari 1963 di Kampung Salo, Kendari, Idham Azis tumbuh dalam kehangatan keluarga pejuang kehidupan. Sang ayah, Abdul Azis, dan sang ibu, Tuti Pertiwi Azis, menanamkan nilai kejujuran, keteguhan hati, serta disiplin moral yang kokoh kepada lima putra-putri mereka. Idham merupakan anak kedua yang sejak belia memperlihatkan kepribadian mandiri.
Di lingkungan masa kecilnya, Idham akrab disapa dengan panggilan hangat "Om Calli". Kampung Salo pada dekade 1970-an masih merupakan perkampungan bersahaja dengan fasilitas terbatas. Idham menempuh pendidikan dasarnya di SD Negeri 8 Kendari dan lulus pada tahun 1976. Bangunan sekolah tempat ia belajar kala itu masih berdinding papan bersahaja dengan lantai tanah, tempat tekad belajarnya terasah kuat.
Idham melanjutkan langkah ke SMP Negeri 2 Kendari dan tamat pada tahun 1979, lalu menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Kendari hingga lulus pada tahun 1982. Pemuda bertekad baja ini kemudian memantapkan cita-cita mengabdi kepada negara melalui jalur kepolisian.
Meniti Tangga Korps Bhayangkara dan Panggilan Reserse
Pengabdian formal Idham dimulai setelah ia lolos seleksi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian Kepolisian. Ia merampungkan pendidikan perwira dan dilantik berpangkat Letnan Dua Polisi pada tahun 1988 dalam Batalyon Adhi Pradana. Penugasan perdananya membawanya ke Jawa Barat sebagai Pamapta Polres Bandung pada fungsi reserse.
Pada tahun 1989, ia dipercaya menjadi Kepala Urusan Bina Operasi Satlantas Polres Bandung. Bakat kepemimpinan lapangannya membuat pimpinan menunjuknya sebagai Kapolsek Dayeuhkolot pada tahun 1991. Dua tahun berikutnya, yakni tahun 1993, pangkatnya naik menjadi Letnan Satu Polisi saat dipercaya memimpin Polsek Majalaya.
Guna memperdalam keilmuan kepolisian, Kapten Idham Azis menempuh studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada tahun 1995. Memasuki era reformasi tahun 1999, Mayor Idham ditarik ke Polda Metro Jaya sebagai Kanit VC Satuan Reserse Umum dan berlanjut sebagai Wakasat Serse.
Pada tahun 2001, ia meraih gelar Magister Sains (M.Si.) Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Airlangga Surabaya. Idham kemudian menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri pada tahun 2002. Berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), ia memimpin Kasat I Ditreskrimsus serta Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Mengurai Jejak Teror: Dari Songgoriti hingga Poso
Memasuki pertengahan dekade 2000-an, ancaman terorisme melanda tanah air. Idham Azis ditugaskan di barisan depan satuan penanggulangan teror. Pada tahun 2005, ia menjabat Kanit Pemeriksaan Subden Investigasi Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri.
Momen krusial terjadi pada tanggal 9 November 2005. Dalam operasi penindakan berisiko tinggi bersama Tito Karnavian dan Petrus Reinhard Golose, tim berhasil mengepung dan melumpuhkan gembong teroris Dr. Azahari di Songgoriti, Batu, Jawa Timur. Operasi ini menggagalkan perakitan puluhan bom berdaya ledak tinggi. Atas prestasi tersebut, Kapolri Jenderal Sutanto menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada Idham menjadi Komisaris Besar Polisi.
Idham selanjutnya diterbangkan ke Poso, Sulawesi Tengah, guna memimpin pengusutan kasus mutilasi tiga siswi Kristen. Berkat investigasi saintifik, tim berhasil menangkap para pelaku dan meredam ketegangan komunal. Kariernya berlanjut sebagai Kasubden Investigasi Densus 88 pada 2008, Kapolres Metro Jakarta Barat pada 2008, serta Direskrimum Polda Metro Jaya pada 2009.
Pada tahun 2010, ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Densus 88 Anti Teror Polri. Kariernya berlanjut ke Bareskrim Polri pada 2013 sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi. Pada Oktober 2014, Kapolri Jenderal Sutarman menunjuknya sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Idham memimpin Operasi Camar Maleo dan Operasi Tinombala, mengerahkan ribuan personel gabungan TNI-Polri memburu jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur di hutan pegunungan Poso.
Menahkodai Kepolisian Ibu Kota hingga Puncak Bareskrim
Pada tahun 2016, Idham ditunjuk sebagai Inspektur Wilayah II Itwasum Polri, kemudian dipromosikan menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri berpangkat Inspektur Jenderal Polisi bintang dua oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Pada Juli 2017, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolda Metro Jaya. Beliau sukses memulihkan ketertiban ibu kota serta mengawal perhelatan akbar Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang yang melibatkan lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara.
Puncak karier resersenya tercapai pada 22 Januari 2019 ketika dilantik sebagai Kepala Bareskrim Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi bintang tiga, membenahi transparansi manajemen penyidikan perkara di seluruh Indonesia.
Menjadi Kapolri ke-24 dan Kepemimpinan Masa Pandemi
Pada akhir 2019, Presiden Joko Widodo mengajukan Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri.
Dalam uji kepatutan di hadapan Komisi III DPR RI pada 30 Oktober 2019, Idham menegaskan komitmen pengabdiannya:
"Saya tidak memiliki visi misi pribadi karena visi misi Polri adalah penjabaran dari visi misi Presiden Republik Indonesia. Tugas kami adalah bekerja nyata mengawal stabilitas keamanan dan menegakkan hukum yang berkeadilan demi kemaslahatan rakyat."
DPR RI menyetujuinya secara aklamasi, dan pada 1 November 2019 Presiden Joko Widodo melantik Idham Azis sebagai Kapolri ke-24 berpangkat Jenderal Polisi bintang empat.
Idham meluncurkan 7 Program Prioritas Polri Promoter guna menguatkan SDM, harkamtibmas, penegakan hukum, manajemen media, sinergi TNI-Polri, penataan organisasi, dan pengawasan ketat bagi 440.000 personel.
Ketika pandemi COVID-19 merebak pada awal 2020, Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020 sebagai dasar penegakan protokol kesehatan. Jajaran kepolisian di 34 polda bergerak mendirikan dapur umum dan menyalurkan 100.000 ton bantuan pangan. Pada akhir 2020, kepemimpinannya sukses mengawal Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah tanpa gejolak keamanan.
Di internal Polri, Idham melarang anggota bergaya hidup hedonis dan menutup praktik katabelece dalam mutasi jabatan. Tanpa manuver perpanjangan masa jabatan, ia menyerahkan surat usulan pengganti kepada Presiden pada awal Januari 2021, memastikan suksesi kepemimpinan berjalan mulus kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 27 Januari 2021.
Keteladanan Keluarga dan Warisan Nilai Bhayangkara
Di ranah pribadi, pernikahannya dengan Fitri Handari dikaruniai empat anak: Ilham Urane Azis, Irfan Urane Azis, Firda Athira Azis, dan Pandu Urane Azis.
Putra keduanya, Irfan Urane Azis, merupakan peraih berbagai medali emas olimpiade matematika internasional yang kemudian meraih predikat lulusan terbaik Adhi Makayasa Akpol Angkatan 54 Batalyon Promoter pada Juli 2023, mengikuti jejak kakaknya, Ilham Urane Azis.
Kepada para perwira muda, Idham selalu menanamkan falsafah luhur Tiga Kata Ajaib:
"Ada tiga ilmunya itu. Jangan pernah kau lupa: kata tolong, maaf, dan terima kasih. Kalau kau sudah pegang semua itu, Insya Allah kau akan dihargai anak buah juga atasan. Jangan kau sombong. Mentang-mentang perwira remaja, enggak boleh itu. Tidak hina kau kalau kau minta maaf."
Beliau juga berpesan tentang integritas kepemimpinan yang sunyi dari publisitas:
"Pemimpin yang baik tidak dinilai dari berapa banyak kata yang ia ucapkan, melainkan dari seberapa teguh ia memegang komitmen dan keteladanan tindakan bagi seluruh jajarannya."
Babak Baru: Bintang Mahaputera dan Komisi Reformasi Polri
Setelah purnatugas pada 1 Februari 2021, Idham Azis menikmati masa pensiun dengan berkebun di kampung halaman dan mendampingi keluarga.
Pengabdiannya diakui secara tertinggi oleh negara. Pada 14 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Jenderal Polisi (Purn.) Idham Azis di Istana Negara atas jasa luar biasa menjaga stabilitas keamanan tanah air.
Pada 7 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Keppres Nomor 122/P Tahun 2025 dan melantik Idham Azis sebagai Anggota Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia di Istana Merdeka. Dipimpin Prof. Jimly Asshiddiqie bersama mantan Kapolri lainnya, komisi ini bertugas merumuskan percepatan reformasi struktural, instrumental, dan kultural Korps Bhayangkara menuju masa depan yang humanis dan berintegritas.
Referensi
Asshiddiqie, J. (2025). Arah Strategis Percepatan Reformasi Kepolisian Menuju Era Indonesia Maju. Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Azis, I. (2019). Memperkokoh Polri Promoter Menuju Indonesia Maju: Naskah Paparan Calon Kapolri di Hadapan Komisi III DPR RI. Jakarta: Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Bhayangkara, D. P. (2021). Rekam Jejak Kepemimpinan Jenderal Polisi Idham Azis: Pengabdian Senyap Mengawal Stabilitas Negeri. Jakarta: Divisi Humas Polri.
Karnavian, T. (2024). Dinamika Penanggulangan Terorisme dan Keamanan Kontemporer di Indonesia. Jakarta: Pustaka Kajian Ilmu Kepolisian.
Pusat Penerangan Sekretariat Negara. (2024). Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Tahun 2024 di Istana Negara. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Santoso, B. (2023). Tradisi Prestasi dan Integritasi di Lembaga Pendidikan Kepolisian. Semarang: Akpol Press.
Pertanyaan Seputar Tokoh Ini
Siapa sosok Idham Azis dan apa peran utamanya dalam kepolisian Indonesia?
Jenderal Polisi (Purn.) Idham Azis adalah Kapolri ke-24 yang menjabat pada 2019 hingga 2021. Beliau merupakan perwira reserse ulung penumpas terorisme internasional dan pemimpin pengamanan nasional masa pandemi global.
Operasi besar apa saja yang pernah dipimpin oleh Idham Azis?
Idham Azis memimpin tim penindakan gembong teroris Dr. Azahari di Batu pada 2005, pengungkapan kasus mutilasi Poso, hingga Operasi Camar Maleo dan Operasi Tinombala untuk menumpas terorisme Mujahidin Indonesia Timur di Sulawesi Tengah.
Apa peran strategis Idham Azis pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto?
Pada 7 November 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Idham Azis melalui Keppres Nomor 122/P Tahun 2025 sebagai Anggota Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Tanda kehormatan apa yang diterima Idham Azis atas pengabdiannya kepada negara?
Idham Azis dianugerahi tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada 14 Agustus 2024 atas jasa luar biasa bagi bangsa dan negara.
Nurdyansa
Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.
Biografi Tokoh Terkait Lainnya
6 Rekomendasi
Kisah 10 Biografi Pahlawan Revolusi Indonesia Beserta Biodata Lengkapnya

Ini 10 Fakta Unik Tentang Mohammad Hatta

Andi Amran Sulaiman

Baskara Putra: Biografi Musisi di Balik Moniker Hindia

Biografi Abraham Samad
