Inspirasi, Sejarah & Kisah Tokoh Dunia
B
BiografiKuKoleksi Profil Tokoh

Biografi Maruli Simanjuntak: Kasad Pelopor Ketahanan Air dan Pangan

NOleh: Nurdyansa
•(Diperbarui: 31 Okt 2026)•9 menit baca•Wikidata: Q19728927
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) sejak 29 November 2023 menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto.
  • Memiliki latar belakang pasukan elite Kopassus (Akmil 1992) serta mantan atlet judo nasional peraih medali SEA Games 1995 di Thailand.
  • Menginisiasi program revolusioner TNI AD Manunggal Air dengan teknologi pompa hidram tanpa listrik, sumur bor, dan pipanisasi gravitasi.
  • Berhasil menuntaskan lebih dari 3.200 titik air bersih hingga akhir 2024 dan menargetkan 5.000 titik air pada periode 2025-2026 secara mandiri.
  • Mengawal program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto lewat pembentukan 5 batalyon pangan di Papua serta revitalisasi irigasi pertanian nasional.
Daftar Isi

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memegang tongkat komando tertinggi matra darat militer Indonesia sejak November 2023, membawa transformasi doktrin teritorial yang berakar langsung pada pemenuhan hajat hidup rakyat. Berangkat dari tempaan pasukan elite Kopassus dan mentalitas tangguh atlet judo nasional, ia membuktikan bahwa pertahanan kedaulatan negara berjalan beriringan dengan penyediaan akses air bersih di ribuan desa terpencil serta pengawalan swasembada pangan nasional.

Biografi Maruli Simanjuntak
Potret Maruli Simanjuntak
Potret resmi Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Biodata dan Profil Singkat

Data Pribadi Keterangan Lengkap
Nama Lengkap Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.
Tempat, Tanggal Lahir Bandung, Jawa Barat, 27 Februari 1970
Agama Kristen Protestan
Pasangan Paulina Pandjaitan
Anak Faye Simanjuntak, Noah Simanjuntak
Almamater Akademi Militer (Akmil 1992)
Korps Militer Infanteri (Komando Pasukan Khusus / Kopassus)
Pangkat Tertinggi Jenderal TNI (Bintang Empat)
Jabatan Strategis Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) sejak 29 November 2023
Riwayat Jabatan Kunci Dan Grup A Paspampres (2014), Danrem 074/Warastratama (2016), Danpaspampres (2018), Pangdam IX/Udayana (2020), Pangkostrad (2022)
Organisasi Sipil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI)

Tempaan Lembah Tidar, Jiwa Ksatria Judo, dan Disiplin Baret Merah

Lahir di kota Bandung pada 27 Februari 1970, Maruli Simanjuntak dibesarkan dalam keluarga berdarah Batak yang memegang teguh disiplin moral dan loyalitas pengabdian. Pilihan hidupnya berlabuh pada karier keprajuritan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah. Lembah Tidar menempa ketangguhan fisik dan jiwa kepemimpinannya hingga lulus pada tahun 1992 dari korps infanteri. Sejak awal penugasan, Maruli memilih korps baret merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite tempur yang menuntut ketangguhan melampaui batas standar prajurit reguler.

Di luar ranah taktis militer, Maruli menggembleng mentalitas pantang menyerah melalui cabang olahraga judo. Ketekunannya membawanya menembus pelatnas hingga mempersembahkan medali pada ajang SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thailand, disusul kejuaraan judo militer Asia. Filosofi judo, seni mengendalikan kekuatan lawan lewat ketenangan kalkulatif, meresap kuat dalam gaya kepemimpinannya. Dedikasi tersebut mengantarkannya dipercaya memimpin Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) untuk masa bakti 2021 hingga 2026.

Sebagai perwira muda Kopassus, Maruli merasakan kerasnya medan operasi penugasan di Aceh dan Timor Timur pada dekade 1990-an. Kariernya berlanjut di Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Surakarta, hingga menjadi Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus pada 2009 hingga 2010. Ia kemudian menjabat Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Danpusdikpassus) Batujajar pada 2013 hingga 2014, sebelum dipercaya sebagai Asisten Operasi Danjen Kopassus. Memperkuat visi strategis, Maruli menyelesaikan pendidikan di Seskoad, meraih gelar Master of Science (M.Sc.) studi keamanan internasional, dan menuntaskan PPSA XXIII di Lemhannas RI pada 2019.

Biografi Maruli Simanjuntak

Lingkaran Inti Pengawalan Presiden dan Komando Teritorial

Titik akselerasi kepemimpinan Maruli dimulai pada Oktober 2014 saat ditunjuk menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Posisi strategis ini menuntut pengawalan jarak dekat secara melekat terhadap Presiden Joko Widodo beserta keluarga inti di ring satu istana kepresidenan.

Setelah tugas pengawalan kepresidenan, Maruli memegang amanah Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta pada 2016 hingga 2017. Di wilayah Surakarta inilah kepekaan teritorialnya terasah saat Kabupaten Wonogiri dilanda kemarau panjang. Maruli memobilisasi prajurit teritorial memetakan mata air dan membangun jaringan pipa swadaya untuk mengalirkan air ke permukiman perbukitan.

Prestasi tersebut mengantarkan promosi bintang satu sebagai Wakil Komandan Paspampres pada 2017 dan Kasdam IV/Diponegoro pada 2018. Pada November 2018, Maruli resmi meraih pangkat mayor jenderal bintang dua sebagai Komandan Paspampres (Danpaspampres). Selama dua tahun hingga November 2020, ia memimpin pengamanan puluhan agenda konferensi tingkat tinggi internasional dan blusukan presiden ke pelosok nusantara dengan catatan sempurna.

Inovasi Pompa Hidram Sabana Udayana dan Panglima Kostrad

Pada November 2020, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dipercaya memimpin Kodam IX/Udayana yang membawahi wilayah Bali, NTB, dan NTT. Penugasan di Kepulauan Sunda Kecil menghadapkannya pada sabana gersang di Pulau Timor, Sumba, dan Flores. Di wilayah terpencil, warga desa berjalan kaki 3 hingga 5 kilometer setiap hari demi menimba air keruh. Kelangkaan air bersih ini berbanding lurus dengan prevalensi stunting anak balita yang melampaui 30 persen dan mematikan lahan pertanian rakyat.

Melihat krisis tersebut, Maruli menggerakkan prajurit Zeni Tempur TNI AD menerapkan inovasi teknologi pompa hidraulik ram (pompa hidram). Pompa hidram bekerja murni memanfaatkan energi kinetik dorongan gravitasi aliran air dari lembah menuju tampungan bukit tanpa pasokan listrik PLN maupun bahan bakar minyak. Solusi ini terbukti murah, tahan lama, dan mudah dirawat warga desa secara gotong royong.

"Selama perjalanan dinas di militer, kita berkeliling ke banyak daerah dan melihat masyarakat menghadapi persoalan berat, mulai dari kemiskinan, stunting, hingga lahan pertanian yang telantar karena kekeringan. Saya melihat akar persoalan utamanya adalah ketersediaan air. Begitu air bersih berhasil dihadirkan, efek domino positifnya langsung berjalan: kesehatan warga membaik, sanitasi teratasi, dan para petani dapat mengolah lahannya kembali."

Sepanjang masa baktinya di Kodam Udayana dari 2020 hingga awal 2022, Maruli berhasil memimpin pembangunan lebih dari 700 titik pompa hidram, sumur bor, dan bak penampungan air bersih. Warga lokal menjulukinya secara tulus sebagai Bapak Air. Inovasi teritorial ini menjadi landasan promosi pangkat letnan jenderal bintang tiga sebagai Pangkostrad pada Januari 2022. Di Kostrad, Maruli mengerahkan satuan tempur membuka ribuan hektar lahan tidur menjadi sentra jagung dan memimpin pengerahan satuan tanggap darurat gempa Cianjur pada November 2022.

Memimpin Pucuk Matra Darat dan Gerakan Nasional Manunggal Air

Puncak perjalanan karier militer Maruli Simanjuntak terwujud pada 29 November 2023 saat Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di Istana Negara melalui Keppres Nomor 103 dan 104/TNI/Tahun 2023 dengan kenaikan pangkat Jenderal TNI bintang empat, menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dipercaya menjadi Panglima TNI.

Di Mabesad, Jenderal Maruli mengangkat inisiatif air bersih menjadi gerakan nasional bertajuk Program TNI AD Manunggal Air. Program ini memadukan tiga pilar hidrologi lapangan: pompa hidram untuk kawasan perbukitan terjal, pengeboran sumur air dalam (deep well drilling) berkedalaman 80 hingga 120 meter bagi kawasan kritis air tanah, serta sistem pipanisasi gravitasi dari mata air pegunungan menuju tandon warga.

Hingga penutupan tahun 2024, TNI AD berhasil menuntaskan lebih dari 3.200 titik instalasi air bersih dari Sabang sampai Merauke. Infrastruktur air ini dirasakan langsung oleh 1,5 juta jiwa warga pedesaan, menyuplai sanitasi fasilitas kesehatan dan sekolah, serta mengairi sekitar 8.000 hektar sawah tadah hujan. Dampak langsung fasilitas ini terbukti nyata menurunkan angka prevalensi stunting anak pada kantong kemiskinan ekstrem di Indonesia timur.

Menyongsong agenda kerja 2025 dan 2026, dalam forum Rapim TNI AD di Jakarta, Jenderal Maruli menetapkan target ekspansi 5.000 titik sumber air bersih. Pembiayaan ribuan titik air ini dioptimalkan tanpa membebani kas APBN, melainkan digerakkan lewat skema kemitraan gotong royong bersama BUMN, korporasi swasta lewat dana CSR, serta donatur filantropi.

"Program Manunggal Air ini murni inisiatif dan kreativitas prajurit TNI AD untuk membantu kesulitan rakyat di sekelilingnya. Kita tidak boleh hanya menunggu anggaran negara. Lewat gotong royong, kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, serta dedikasi prajurit zeni di lapangan, teknologi pompa hidram dan sumur bor ini bisa mengalirkan harapan baru ke desa-desa terpencil."

Mengawal Asta Cita, Pembentukan Batalyon Pangan, dan Penguatan Teritorial

Memasuki babak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak Oktober 2024, matra darat TNI di bawah komando Jenderal Maruli memegang peran kunci mengawal Asta Cita, terutama kemandirian swasembada pangan, ketahanan air, dan perbaikan gizi masyarakat. Jenderal Maruli memadukan doktrin pembinaan teritorial dengan percepatan produksi pertanian pangan secara masif.

Pada akhir tahun 2024, Jenderal Maruli mengambil langkah terobosan militer dengan membentuk 5 batalyon infanteri penyangga daerah militer baru di Papua, yaitu Yonif 801 hingga Yonif 805. Lima satuan ini memiliki tugas menjaga kedaulatan perbatasan sekaligus menjadi penggerak cetak sawah modern dan lumbung pangan di Merauke. Ribuan prajurit zeni tempur dikerahkan membuka kanal irigasi primer, mengoperasikan mesin pertanian modern, dan mendampingi petani mengolah lahan pangan raksasa.

Secara lintas kementerian, Jenderal Maruli berkoordinasi intensif dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo untuk memastikan puluhan ribu pompa air bekerja mengairi sawah tadah hujan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara. TNI AD juga mengawal rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Keterpaduan jaminan air bersih, lumbung pangan, dan perbaikan gizi anak membentuk benteng ketahanan sosial tangguh dari pedesaan.

Dalam merespons pelibatan besar militer di sektor pertanian, Jenderal Maruli menegaskan doktrin kerakyatan ini tidak mengorbankan kesiapan pertahanan tempur prajurit.

"Prajurit adalah kekuatan utama institusi ini. Pelibatan prajurit dalam mendukung ketahanan pangan tidak akan pernah mengurangi kesiapan tempur TNI AD. Kita mengatur rotasi latihan dan penugasan lapangan secara terpadu agar kemampuan pertahanan militer tetap prima, sementara kehadiran kita di tengah masyarakat memberi dampak nyata bagi swasembada pangan."

Guna mengimbangi pemekaran wilayah administratif baru dan memperkuat jangkauan komando kewilayahan, Jenderal Maruli merencanakan pembentukan sekitar 30 Kodim baru agar pengawalan pertahanan teritorial tetap solid dan responsif.

Integritas Kepemimpinan, Harmoni Keluarga, dan Prospek Karier

Di tengah sorotan publik, kehidupan pribadi Maruli Simanjuntak ditopang kehangatan keluarga harmonis bersama istri Paulina Pandjaitan, putri sulung Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan. Mereka dikaruniai dua anak, Faye Simanjuntak dan Noah Simanjuntak. Sang putri sulung, Faye Simanjuntak, dikenal luas sebagai aktivis muda hak anak dan pendiri Rumah Faye.

Menghadapi sorotan terkait relasi kekeluargaan dengan lingkaran tokoh senior, Maruli menjawab keraguan lewat integritas profesional, kerja lapangan nyata, serta prestasi konkret yang dirasakan rakyat. Gaya kepemimpinannya yang egaliter, gemar turun ke parit bersama prajurit, dan berorientasi solusi menjadikannya sosok jenderal pembaharu di era militer modern.

Merujuk ketentuan batas usia pensiun perwira tinggi 58 tahun menurut Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, Jenderal Maruli yang lahir pada Februari 1970 memiliki masa dinas aktif hingga Februari 2028. Rentang masa dinas yang panjang ini memberi stabilitas komando matra darat dalam modernisasi alutsista, menjaga profesionalisme pertahanan, serta mewujudkan cita-cita kemandirian air dan kedaulatan pangan bangsa menuju era Indonesia Emas.

Referensi

Antara News. (2023). Profil Maruli Simanjuntak, dari Danjen Kopassus hingga dilantik menjadi Kasad. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/3847293/profil-maruli-simanjuntak-dari-danjen-kopassus-hingga-kasad

Antara News. (2024). KSAD: Lima batalyon baru di Papua bertugas dukung program ketahanan pangan. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4371427/ksad-lima-batalyon-baru-di-papua-bertugas-dukung-ketahanan-pangan

Detikcom. (2023). Rekam jejak Maruli Simanjuntak: Atlet judo SEA Games hingga resmi dilantik jadi KSAD. Detik News. https://news.detik.com/berita/d-7062450/rekam-jejak-maruli-simanjuntak-atlet-judo-hingga-jadi-ksad

Detikcom. (2024). Kasad Jenderal Maruli tegaskan krisis air bersih berhubungan langsung dengan stunting dan kemiskinan. Detik News. https://news.detik.com/berita/d-7128901/kasad-tegaskan-krisis-air-berkaitan-stunting

Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat. (2024). TNI AD Manunggal Air telah hadirkan 3.200 titik air bersih di seluruh Indonesia. Dispenad. https://tniad.mil.id/tni-ad-manunggal-air-telah-hadirkan-3200-titik-air-bersih/

Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat. (2025). Rapim TNI AD 2025: Jenderal Maruli canangkan target 5.000 titik air bersih dan penguatan ketahanan pangan. Dispenad. https://tniad.mil.id/rapim-tni-ad-2025-jenderal-maruli-targetkan-5000-titik-air/

Kompas. (2023). Presiden Jokowi lantik Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2023/11/29/1405001/presiden-jokowi-lantik-maruli-simanjuntak-sebagai-ksad

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2023). Presiden Joko Widodo resmi lantik Maruli Simanjuntak sebagai Kasad di Istana Negara. Setkab RI. https://setkab.go.id/presiden-jokowi-lantik-maruli-simanjuntak-sebagai-kasad/

Topik Terkait:#Kopassus#TNI AD#Maruli Simanjuntak#KSAD#Paspampres

Pertanyaan Seputar Tokoh Ini

Kapan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai KSAD?

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi dilantik sebagai KSAD oleh Presiden Joko Widodo pada 29 November 2023 di Istana Negara Jakarta menggantikan Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Mengapa Maruli Simanjuntak dijuluki sebagai Bapak Air oleh masyarakat pedesaan?

Ia dijuluki Bapak Air berkat kepeloporannya membangun ribuan titik air bersih melalui program TNI AD Manunggal Air menggunakan teknologi pompa hidram tanpa listrik dan sumur bor di wilayah pelosok tandus nusantara.

Apa saja prestasi Maruli Simanjuntak di bidang olahraga nasional?

Maruli merupakan atlet judo berprestasi peraih medali pada SEA Games 1995 di Chiang Mai Thailand dan dipercaya menjabat Ketua Umum PB PJSI periode 2021 hingga 2026.

Bagaimana peran TNI AD di bawah Jenderal Maruli dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo?

TNI AD berperan aktif mengawal swasembada pangan melalui pembentukan lima batalyon pangan di Papua, optimalisasi pompanisasi sawah tadah hujan, dan pengamanan distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi pelajar.

Bagikan:
N

Nurdyansa

Tim redaksi Biografiku.com menyusun artikel ini melalui riset berlapis dari sumber kredibel (Wikidata, arsip berita, dan dokumen resmi) untuk menyajikan biografi tokoh yang akurat dan mutakhir.

Informasi & Rekomendasi Pilihan

Sponsor Content