Beranda Biografi Tokoh Indonesia Biografi Ahmad Tohari, Pengarang Novel Fenomenal ‘Ronggeng Dukuh Paruk’

Biografi Ahmad Tohari, Pengarang Novel Fenomenal ‘Ronggeng Dukuh Paruk’

323
5/5 (2)

Biografiku.com – Biografi Ahmad Tohari, Kisah sang pengarang novel fenomenal ‘Ronggeng Dukuh Paruk’. Ia dikenal sebagai salah satu sastrawan Indonesia yang memiliki karya yang sudah ternama sampai mancanegara. Bahkan salah satu karyanya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk sudah banyak diterbitkan menggunakan bahasa asing.

Biografi Ahmad Tohari

Tulisan karangan dari Ahmad Tohari biasanya sering menyinggung tentang kebudayaan masyarakat. Itulah mengapa ia tidak hanya dikenal sebagai sastrawan saja, melainkan ada yang menjulukinya sebagai budayawan.

Biografi Ahmad Tohari

Ahmad Tohari berasal dari Jawa Tengah. Beliau diketahui lahir di daerah banyumas pada tanggal 13 Juni 1948. Ayahnya diketahui seorang kiai dan bekerja sebagai pegawai KUA di kantor agama. Sementara ibunya bekerja sebagai seorang pedagang kain. Ahmad Tohari memiliki seorang istri bernama Syamsiah.

Seniman yang terkenal dengan novel Ronggeng Dukuh Paruk ini diketahui tinggal di desa kecil di kecamatan Jatilarang, Banyumas, Jawa Tengah.

Riwayat Pendidikan Ahmad Tohari

Ahmad Tohari yang dikenal sebagai sastrawan sekaligus budayawan ini ternyata tidak menempuh pendidikan yang linier dengan pekerjaannya.

Bahkan, pendidikan yang ditempuhnya cukup membuat orang tercengang karena ia pernah kuliah mengambil jurusan Kedokteran pada tahun 1967. Sebelumnya ia bersekolah di salah satu SMA di daerah Purwokerto Jawa Tengah.

Dalam biografi Ahmad Tohari diketahui bahwa setelah merantau ke Jakarta dan kuliah mengambil jurusan kedokteran di Ibnu Khaldun. Tak cukup sekali ia menempuh pendidikan sarjana.

Kemudian, Ahmad Tohari melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi sekaligus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Jenderal Soedirman.

BACA JUGA :  Biografi Andy F. Noya - Host Kick Andy
Riwayat Pekerjaan Ahmad Tohari

Sudah sejak dari zaman kuliah tohari memiliki hobi menulis. Tulisan yang dikarangnya bukanlah dalam bentuk cerpen melainkan tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan kebudayaan.

Biasanya, tulisan yang berisikan tentang tema kebudayaaan tersebut dikirimnya ke media cetak dan akhirnya ia pun dikenal oleh masyarakat sebagai budayawan.

Hal itu pulalah yang menjadikan Ahmad Tohari masuk menjadi staf di harian Merdeka. Sejak saat itu, karir Ahmad Tohari di dunia jurnalistik semakin meningkat tajam.

Tak puas hanya bergulat di dunia jurnalistik, Ahmad Tohari kemudian melebarkan sayapnya menjadi seorang penulis. Tentu saja tulisannya masih bertemakan dengan kebudayaan.

Memang bentuknya novel, tetapi novel yang ditulisnya berisikan tentang sindiran kepada pemerintah yang berkuasa pada saat itu. Bahkan gara-gara salah satu novelnya yang melegenda yaitu Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari hampir saja masuk penjara karena dalam novel tersebut Tohari menyindir tentang pemerintahan komunis.

Tetapi, dengan kontroversi tersebut ada sebuah hikmah karena novel yang dibuatnya malah dialih bahasakan di beberapa negara dan masih terkenal sampai sekarang.

Karya Ahmad Tohari

Meski ada segelintir orang yang berusaha menjatuhkannya, Ahmad Tohari juga dapat membuktikan pada masyarakat bahwa apa yang dikatakannya lewat novelnya itu ada benarnya. Lewat berbagai tulisan yang sudah berhasil diterbitkannya, ada beberapa penghargaan yang pernah diperoleh oleh Ahmad Tohari.

Mulai dari penghargaan yang sifatnya adalah hadiah hiburan sampai dengan hadiah kemenangan. Beberapa karyanya yang berhasil menyabet hadiah adalah Jasa-Jasa Buat Sanwirya, Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, Jentera Biang Lala, dan Di Kaki Bukit Cibalalak dan Kubah.

Dari beberapa karya yang disebutkan, ada sebuah karya Tohari yang dialih bahasakan menjadi beberapa bahasa, seperti bahasa Jepang, Jerman, dan Belanda.

BACA JUGA :  Biografi Rhoma Irama - Sang Raja Dangdut

Jika memang tulisan yang dikarangnya tidaklah bagus, tidaklah mungkin negara lain memiliki niat untuk menerbitkan novel milik Ahmad Thohari dengan bahasa miliknya.

Bahkan, ada satu karya novelnya yang diangkat menjadi salah satu film yang laris di Indonesia. Novel Ronggeng Dukuh Paruk berhasil digambarkan dalam sebuah film Indonesia yang berjudul Sang Penari.

Sebagai seorang novelis, dilihat dari karya-karyanya, Ahmad Tohari bisa disejajarkan dengan para novelis lain yang sudah terkenal seperti Andrea Hirata, Tere Liye, dan Habiburrahman El Shirazy. Meski kini usia Ahmad Tohari sudah menginjak 80 tahun, tetapi karyanya tidak akan pudar oleh pergantian zaman. Semoga informasi tentang Profil dan biografi Ahmad Tohari dan karya yang dihasilkannya dapat bermanfaat bagi para pembaca!

Beri Rating Artikel Ini

Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'