Beranda Konglomerat Biografi James Riady, Konglomerat Besar Pemilik Lippo Grup

Biografi James Riady, Konglomerat Besar Pemilik Lippo Grup

5
(1492)

Biografiku.com | James Riady dikenal sebagai pemilik dari perusahaan Lippo Group. Di Indonesia, ia dikenal sebagai salah satu pengusaha besar atau konglomerat besar.

Lippo Group milik James Riady memilki banyak sektor bisnis seperti sektor Media, Telekomunikasi, Properti, Ritel, Keuangan hingga Restoran. Berkat usahanya tersebut, James Riady diketahui menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Berikut profil dan biografi James Riady.

Biografi James Riady

Biografi James Riady

Nama lengkapnya adalah James Tjahaja Riady dengan nama Tionghoa Li Bái. Ia lahir pada tanggal 7 Januari 1957 di Jakarta. Ia merupakan anak dari Mochtar Riady seorang bankir kenamaan asal Indonesia pendiri Lippo Group dan ibunya bernama Suryawati Lidya. Ia merupakan pengusahan keturunan Chinese-Indonesia.

Saat masih anak-anak, James dikirim ayahnya ke Macau untuk sekolah. Ia diajarkan untuk hidup mandiri oleh Mochtar Riady. Setelah empat tahun bersekolah di Macau, Anak Mochtar Riady ini kemudian pindah ke Australia dan kuliah di University of Melbourne.

Di Australia, ia tinggal disana selama delapan tahun. Setelah menamatkan kuliahnya di University of Melbourne di Australia, Ayahnya kemudian mengirimnya ke Amerika untuk terjun ke dunia bisnis di bidang Perbankan pada tahun 1977.

Biografi James Riady

Dalam beberapa artikel mengenai biografi maupun profil James Riady, diketahui bahwa pertama kali ia bekerja di Irving Trust Banking Company saat berusia 18 tahun. Setahun disana, Ia kemudian pindah ke wilayah Arkansas dan mendirikan sebuah bank bernama Worthen Bank dengan modal $20 juta dollar. Disinilah ia kemudian berkenalan dengan Jack Steven, sahabat karib ayahnya Mochtar Riady. Jack Steven dikenal sebagai seorang bankir kenamaan asal Arkansas.

James Riady pernah membantu mantan presiden Amerika Jimmy Carter dan Bert Lance dalam menjual saham mereka di National Bank of Georgia. James diketahui berminat membeli saham dari Carter dan Lance. Namun kesepakatan antara james dan carter itu tak pernah diwujudkan.

BACA JUGA :  Biografi dan Profil Eddy Kusnadi Sariaatmadja - Raja Media Terkaya di Indonesia

Adanya hubungan antara keluarga James Riady dengan Stephens Inc, membuat James kemudian berkenalan dengan Gubernur Arkansas ketika itu Bill Clinton yang kemudian menjadi presiden Amerika Serikat. Pada tahun 1980-an, Ia dan keluarganya kemudian membuat kesepakatan dengan menandatangani perjanjian lisensi dengan Zenith Electronics untuk memproduksi televisi berwarna dan membangun pabriknya di Jakarta.

Pada tahun 1984, James Riady kemudian ditunjuk sebagai presiden direktur Worthen Bank, selain itu istri Bill Clinton yakni Hilary Clinton juga menjadi pengacara dari Bank yang dipimpinnya Hal ini menunjukan hubungan yang sangat dekat antara Clinton dan keluarga Riady.

Setelah beberapa tahun, James Riady kemudian pindah ke Los Angeles dan menjalankan cabang dari Lippo Bank disana. Ayahnya, Mochtar Riady kemudian mengirim orang kepercayaannya yaitu John Huang untuk mengawasi anaknya. Meskipun begitu, perkembangan Lippo Bank di Los Angeles kurang baik terbukti dengan adanya kredit macet serta pelanggaran undang-undang mengenai pencucian uang.

Ketika Bill Clinton menjadi kandidat presiden Amerika Serikat pada tahun 1992, James Riady kemudian menjadi menyumbangkan dana kampanye calon presiden Amerika Serikat tersebut karena kedekatan mereka berdua. Grup Lippo sendiri telah memberikan lebih dari $475.000 sejak tahun 1991 kepada partai Demokrat sebagai partai pendukung Bill Clinton.

Terpilihnya Bill Clinton sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 1993 menjadi sebuah keutungan besar baginya dan Lippo Group. Hubungan dekatnya dengan Clinton dan Partai Demokrat ketika itu membuatnya diberikan akses untuk kemudahan berbisnis dan akses ke berbagai pejabat tinggi dan politikus di Amerika Serikat.

Namun pada tahun 2001, James Riady didakwa oleh pengadilan Los Angeles mengenai sumbangan dana ilegal untuk kampanye politik Amerika Serikat, ia kemudian mengaku bersalah dan akhirnya membayar denda sekitar $8,6 juta dollar atas kasus dana kampanye sebagaimana dikutip dari Gatra, 2001.

BACA JUGA :  Biografi Lakshmi Mittal - Orang Terkaya di Asia

Hubungan yang dekat dengan beberapa tokoh politik terkenal serta para konglomerat sudah dapat menggambarkan bagaimana agresifnya James Riady dalam mengembangkan kerajaan bisnisnya melalui Lippo Group.

James Riady diketahui merupakan sosok yang sangat agresif dibanding ayahnya Mochtar Riady dalam mengembangankan bisnis dilihat dari banyaknya lobi-lobi tingat tinggi dan hubungan eratnya dengan beberapa tokoh penting.

Biografi James Riady

James Riady merupakan anggota kehormatan dari HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia). Dibawah kendalinya, Lippo Group menjelma sebagai kerajaan bisnis dengan cabang yang tersebar luas di Indonesia maupun di mancangara.

Selain berbisnis, ia juga mendirikan Sekolah Pelita Harapan dan Universitas Pelita Harapan sebagai usahanya di mengembangkan sektor pendidikan. Ia juga mendirikan Rumah Sakit Siloam Hospital disektor kesehatan. Selain itu ia juga pernah tercatat sebagai ketua dibidang pendanaan PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dan membuat Lippo sebagai sponsor utama saat pertandingan Bulutangkis di Hongkong.

James Riady diketahui menikah dengan Aileen Hambali, dari pernikahannya tersebut, ia kemudian dikaruniai empat orang anak bernama John Riady, Stephanie Riady, Caroline Riady serta Henry Riady.

Menurut majalah Forbes tahun 2022, kekayaan bersih dari James Riady beserta keluarga ditaksir senilai 1,7 miliar dollar US atau sekitar 24,6 triliun rupiah dan masuk dalam jajaranorang terkaya di Indonesia.

Beri Rating Artikel Ini

Advertisement