Beranda Biografi Pengusaha Sukses Biografi Stan Shih, Sejarah dan Kisah dari Pendiri Acer

Biografi Stan Shih, Sejarah dan Kisah dari Pendiri Acer

1133
4.9
(89)

Biografiku.com | Acer dikenal sebagai salah satu perusahaan manufaktur teknologi terbesar di dunia yang berasal dari Taiwan. Perusahaan Acer dikenal sebagai perusahaan menufaktur yang memproduksi personal komputer, notebook, notebook, server, penyimpanan data, layar, peripheral, dan lain-lain. Dalam sejarahnya, perusahaan Acer didirikan oleh Stan Shih dan istrinya yang bernama Carolyn Yeh.

Biografi Stan Shih

Stan Shih atau Shi Zhenrong dilahirkan pada pada tanggal 8 Desember 1944 Di Taiwan. Stan Shih dikenal sebagai Pendiri dari Perusahaan komputer Acer, Ia juga adalah ketua dari grup perusahaan Acer yang produknya cukup dikenal di kalangan orang Indonesia, mulai dari laptop, netbook, komputer, LCD dan lain-lain. Ia dilahirkan di masa-masa akhir pendudukan Jepang di Taiwan.

Stan Shih, pendiri Acer

Ia terlahir dari keluarga yang miskin karena menderita akibat dari kependudukan dari Jepang. Stan Shih merupakan model klasik bagi figur-figur di Taiwan. Stan kecil telah membantu ibunya yang menjanda untuk berjualan telur. Sifat mandiri dan naluri wirausaha mulai terbentuk dari kegiatan membantu ibunya.

Setelah lulus dari Sekolah menengah atas di taiwan, Stan Shih kemudian masuk di Universitas National Jiao Tong University di Taiwan, kemudian setelah lulus dan menerima gelar sarjana dan master dalam jurusan Teknik Elektro di salah satu universitas di Taiwan yang bernama National Jiao Tong University.

Sejarah Perusahaan Acer

Stan Shih kemudian bekerja sebagai insinyur desain di Qualitron Industrial Corp. Namun, itu tidak lama kemudian pada tahun 1976, ia bersama istrinya dan beberapa temannya mendirikan perusahaan Multitech International dengan investasi awal sekitar $25.000.

Sejarah Perusahaan Acer

Perusahaan baru ini memulai dengan merancang konsol elektronik dan kemudian berkembang menjadi distributor semikonduktor. Stan Shih kemudian mengganti nama perusahaannya menjadi Acer pada tahun 1981. Nama itu berasal dari kata Latin yang berarti tajam.

Perusahaan Acer sukses dengan meluncurkan alat teknologi pengajaran yang dinamai MicroProfessor. Perusahaan kemudian mulai memproduksi PC (Personal Komputer) dan komponen yang kemudian dijual ke perusahaan besar pada tahun 1983.

Lambat laun perusahaan yang ia rintis berkembang pesat sebagai sebuah perusahaan komputer ternama di Taiwan dan akan menjadi salah satu perusahan komputer terbesar di dunia. Alih-alih hanya mengaduk-aduk desain perusahaan lain, Acer mulai membedakan dirinya dari para pesaingnya di Taiwan dengan melakukan penelitian dan pengembangan produk teknologi sendiri.

Misalnya perusahaan mengembangkan salah satu sistem komputer berbahasa Mandarin pertama di dunia. Pada tahun 1986, Acer berada di urutan kedua setelah Compaq yang memperkenalkan PC 32-bit dengan mikroprosesor Intel 386.

Dalam biografi Stan Shih diketahui bahwa Acer kemudian go public pada tahun 1988 setelah menorehkan pertumbuhan tahunan rata-rata 100 persen dari tahun 1976 hingga 1988. Pada tahun 1988, Acer meraih laba bersih mencapai 25 juta dollar. Kemudian pada pertengahan tahun 1990an, Stan sukses menjadikan Acer sebagai salah satu merek papan atas dunia dalam hal produk PC (Personal Computer).

Akhir 1980-an membawa perubahan internal dan eksternal yang berdampak buruk pada Acer. Pada tahun 1989, Stan Shih yang kala itu merupakan pemegang saham utama Acer kemudian merekrut Leonard Liu yang bekerja lebih dari 20 tahun di IBM. Ia menjadikan Liu sebagai CEO Acer.

The Economist melaporkan bahwa pendapatan Acer telah meningkat sebesar 75 persen dari $3,2 miliar pada tahun 1994 menjadi $5,7 miliar. Penjualan global memang menguat, tetapi kinerja Acer tertinggal di pasar AS karena persaingan yang ketat dari para pesaing dengan kehadiran merek yang lebih kuat.

Pada tahun 1998, Acer memecah perusahaanya menjadi lima kelompok yakni Acer International Service Group, Acer Sertek Service Group, Acer Semiconductor Group, Acer Information Products Group, dan Acer Peripherals Group.

Dua tahun kemudian restrukturisasi perusahaan tampaknya tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan secara keseluruhan, dan harga saham merosot. Stan Shih kemudian melakukan Restrukturisasi lagi yang kemudian menghasilkan unit usaha penjualan bermerek dan manufaktur.

Tanda-tanda awal menunjukkan bahwa strategi ini berjalan dengan baik, terutama di Eropa. Acer menjadi merek PC yang populer. Pada tahun 2003, penjualan perusahaan meningkat 48 persen menjadi $4,6 miliar, dan membantu Acer melampaui Toshiba dan NEC Jepang. Acer menjadi produsen PC terbesar kelima di dunia.

Pada akhir 2004, peringkat industri berpihak pada Acer. Di Eropa Acer menduduki nomor dua dalam penjualan merek PC pada kuartal kedua tahun 2004. Pada kuartal ketiga, Acer adalah merek notebook PC teratas di Italia dan Jerman, pasar PC terbesar di kawasan itu. Acer juga naik ke nomor tiga dalam volume pengiriman PC ke seluruh pasar pan-Eropa termasuk Timur Tengah dan Afrika.

Perusahaan Komputer Ternama

Acer kemudian mulai bersaing dengan perusahaan komputer asal Jepang seperti NEC dan Toshiba, dan pesaing dari kawasan Eropa dan Amerika seperti Dell dan Hewlett-Packard. Yang mencenangkan saat perusahaanya mulai berkembang pesat sebagai salah satu perusahaan komputer ternama di dunia, Stan memilih untuk pensiun pada pada tahun 2004.

Bagi sebagian orang, Stan dianggap terlalu cepat pensiun di usianya yang 60 tahun karena dalam Budaya orang Tionghoa, seorang Tionghoa akan berusaha terus berkerja sampai kondisi tidak sanggup lagi. Stan tidak setuju dengan hal itu dan malah hendak menjadikan dirinya sebagai panutan.

Satu perusahaan harus digerakkan oleh darah-darah baru yang segar dan bertenaga dan dapat mengikuti perkembangan jaman. Perusahaan Acer masih menganut gaya lama sehingga kurang agresif pada jajaran manajer level menengah sampai atas.

Suksesi kepemimpinan perlu dilakukan kepada generasi yang lebih muda. Dalam perjalanan karirnya sebagai pengusaha konglomerat, Stan Shih terkenal sangat memperhatikan karyawannya seperti layaknya keluarga sendiri dan melibatkan mereka kedalam pembagian keuntungan.

Kehidupan Stanley dan istrinya sendiri termasuk sederhana, berbeda dengan keluarga konglomerat pada umumnya. Gaya dan sikapnya dinilai sebagai gaya klasik khas Taiwan : santai , langsung , kuat dan humoris.
Grup Acer yang ia dirikan mempekerjakan 39.000 orang di lebih dari 100 negara.

Pendapatannya pada 2002 adalah US$12,9 miliar. Kantor pusatnya terletak di Kota Sijhih, Taipei County, Taiwan. Pasaran Acer di Amerika Utara telah merosot dalam beberapa tahun terakhir sementara pasar Eropanya terus meningkat. Kesuksesannya di Eropa sebagian karena pensponsoran dari Tim Formula 1 Ferrari dan bekas tim F1, Prost Grand Prix.

Beri Rating Artikel Ini