Beranda Seniman Penulis Biografi Voltaire, Kisah Filsuf Terkenal Pemicu Revolusi Perancis

Biografi Voltaire, Kisah Filsuf Terkenal Pemicu Revolusi Perancis

3589
4.9
(59)

Biografiku.com | Profil dan biografi Voltaire. Ia dikenal sebagai filsuf sekaligus seorang penulis asal Perancis. Pemikiran Voltaire yang terkenal mengenai hak-hak kebebasan manusia seperti kebebasan dalam beragama serta hak mendapatkan keadilan yang layak.

Biografi Voltaire

Pemikirannya Voltaire yang ia curahkan melalui tulisannya dan sebagai kritik kepada gereja serta institusi pemerintah kala itu. Pemikiran Voltaire yang revolusioner ini bahkan mendorong terjadinya Revolusi Peranncis yang terkenal.

Biografi Voltaire

Voltaire lahir pada tanggal 21 November 1694 di Paris Perancis. Nama aslinya adalah François Marie Arouet. Sementara nama penanya adalah Voltaire. Ia lahir dari keluarga kelas menengah.

Orang tua Voltaire bernama Rochebrune yang hobi dalam menulis lagu. Sementara ibu Voltaire tidak diketahui secara pasti. Yang diketahui bahwa ia kehilangan ibunya ketika ia berusia tujuh tahun.

Sejak kecil ia sudah sering melakukan pemberontakan melawan aturan yang ketat dalam keluarganya. Ayah baptisnya diketahui bernama Abbé de Châteauneuf. Voltaire atau François Marie Arouet mengenyam pendidikan di perguruan tinggi Yesuit Louis-le-Grand di Paris. Disana ia belajar sastra dan teater.

Di sekolah tersebut ia diajarkan mencintai karya-karya klasik. Dia menyaksikan tahun-tahun terakhir kekuasaan Raja Louis XIV. Voltaire sempat belajar ilmu hukum namun hanya sebentar saja dan tidak menyelesaikannya.

Ditahan Di Penjara Bastille

Di usia remaja, Ia dianggap sebagai remaja yang cerdas, memiliki rasa humor yang tinggi serta penuh dengan kritik. Ucapan-ucapan Violtaire yang berisi kritik dan politik terhadap kerajaan Perancis kala itu membuat ia ditahan di penjara Bastille.

Dipenjara, ia sibuk menulis sajak-sajak kepahlawanan dari Henriade yang mendapatkan perhatian dan penghormatan yang luas. Setelah meringkuk selama hampir satu tahun, ia kemudian dibebaskan dari sana. Pada tahun 1718, Voltaire menulis drama Oedipus di ditampilkan di Paris. Drama tersebut meraih kesuksesan yang cukup besar.

BACA JUGA :  Biografi Kim Peek (The Rain Man) - Manusia Super Jenius

Diusia muda tepatnya 24 tahun, Voltaire atau François Marie Arouet sudah sangat terkenal sebagai seorang sastrawan Perancis yang terkenal. Ia dikenal cerdas dalam hal keuangan dan dalam hal pergaulan.

Tak mengherankan bila diusia muda ia sudah bergelimang harta. Tetapi tahun 1726 dia mendapat kesulitan. Voltaire kurang bergaul dengan para kaum bangsawan Perancis. Hal ini menimbulkan kecemburuan dari kaum bangsawan dan muncul pertentangan antara Voltaire dengan mereka.

Akibat pertentangan tersebut, Seorang bangsawan Perancis bernama Chevalier de Rohan menyewa tukang pukul dan kemudian menjebloskan Voltaire kembali ke dalam penjara Bastile.

Pindah Ke Inggris

Untuk bisa bebas, Voltaire diharuskan meninggalkan Perancis. Ia kemudian memutuskan untuk pindah ke Inggris dan tinggal disana selama da setengah tahun. Di Inggris, Ia belajar dan menulis bahasa Inggris.

Disana juga Voltaire mempelajari karya-karya besar tokoh terkenal di Inggris seperti John Locke, Francis Bacon, Isaac Newton dan William Shakespeare. Disana juga ia berkenalan dengan para cendekiawan Inggris.

Voltaire bahkan terkesan dengan ilmu pengetahuan di inggris yang lebih banyak menerapkan praktek langsung dibanding terus berpegang pada teori seperti di Perancis. Ia juga terkesan dengan karya-karya dari William Shakespeare.

Voltaire bahkan sangat terkesan dengan sistem politik di Inggris. Disana ia melihat bagaimana demokrasi dan kebebasan pribadi sangat dijunjung tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang ia lihat di Perancis.

Karya dan Tulisan Voltaire

Walau hanya beberapa tahun saja di Inggris, pemikiran Voltaire sangat berkembang disana. Ketika ia kembali ke Perancis, ia kemudian menulis bukunya yang pertama yang berjudul Lettres Philosophiques yang biasa disebut dengan Letters on the English.

Buku pemikiran Voltaire ini merupakan karyanya yang kemudian diterbitkan tahun 1734. Buku ini kemudian menjadi awal dari era pembaharuan di Perancis. Dalam Letters on the English, Voltaire menyuguhkan gambaran umum yang menyenangkan tentang sistem politik Inggris.

BACA JUGA :  Biografi Sergey Brin - Pendiri Google

Ia juga menuliskan pemikiran dari John Locke serta tokoh Inggris lainnya. Terbitnya buku Voltaire ini membuat kerajaan Perancis kala itu menjadi berang. Para penguasa Perancis kemudian memerintahkan Voltaire untuk pergi dari Paris.

Voltaire kemudian memilih tinggal di Cirey, sebuah kota di sebelah utara Perancis. Disana ia tinggal selama 15 tahun. Disana, ia menjalin hubungan dengan Madame du Chatelet, istri seorang marquis (bangsawan).

Chatelet merupakan wanita cerdas dan berpendidikan. Tahun 1750, setahun sesudah Chatelet meninggal dunia, Voltaire berangkat ke Jerman atas undangan pribadi raja Frederick dari Prusia.

Voltaire menetap selama tiga tahun di kediaman Frederick di Potsdam, Jerman. Voltaire pada mulanya merasa cocok dengan Frederick yang cerdas dan brilian. Namun pada tahun 1753 mereka bertengkar dan Voltaire meninggalkan Jerman.

Sastra dan Voltaire

Sesudah meninggalkan Jerman, Voltaire menetap di sebuah perkebunan dekat Jenewa, Swiss. Di situ ia tenang dari gangguan Perancis serta Prusia. Tahun 1758, Voltaire pindahke suatu perkebunan baru di Ferney, terletak di dekat perbatasan Perancis-Swiss.

Lokasi tersebut memudahkan ia lari ke Swiss atau Perancis andaikata ada kesulitan dengan pihak penguasa. Disana, ia tinggal selama dua puluh tahun.

Biografi Voltaire

Selama itu, ia menulis banyak karya sastra dan filsafat. Ia juga banyak melakukan surat menyurat dengan para pemimpin intelektual di seluruh Eropa serta menerima tamu-tamunya.

Sepanjang tahun, karya sastra dari Voltaire terus muncul. Ini termasuk sajak kepahlawanan, lirik, surat-surat pribadi, pamflet, novel, cerpen, drama, dan buku-buku serius tentang sejarah dan falsafah.

Voltaire dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi toleransi dan kebebasan dalam beragama. Ia bahkan mengecam keras peristiwa pengejaran dan penangkapan terhadap penganut kristen protestan di Perancis.

BACA JUGA :  Biografi William Shakespeare, Kisah Penyair Inggris Yang Paling Terkenal

Pada tahun 1778, Voltaire sudah memasuki usia senja sekitar 83 tahun. Ia menerbitkan drama barunya yang berjudul Irene. Publik yang hadir disana memberikan penghormatan sebagai tokoh pembaharuan Perancis.

Voltaire Wafat

Bahkan ketika ia sakit, Benjamin Franklin yang dikenal sebagai presiden pertama Amerika Serikat datang menjenguknya sebagai seorang yang kagum akan karyanya.

Voltaire meninggal di Paris tanggal 30 Mei 1778. Sikapnya yang sering menentang gereja membuat ia tidak menerima penguburan secara kristen.

Namun 13 tahun kemudian, ketika Perancis berhasil dikuasai oleh para kaum revousioner, makam Voltaire kemudian digali dan jasadnya dipindahkan ke Pantheon, Paris, Perancis.

Pemikiran Voltaire

Prinsip pemikiran Voltaire adalah kepercayaannya akan kebebasan beragama. Dia adalah orang yang tak tergoyahkan menentang anti kebebasan dalam beragama serta menentang penghukuman yang berkaitan dengan soal-soal agama.

Voltaire percaya adanya Tuhan, tapi dia dengan tegas menentang sebagian besar dogma-dogma agama yang dilakukan oleh gereja. Ia mengatakan bahwa organisasi yang berdasar keagaman pada dasarnya suatu penipuan.

Voltaire juga tak pernah percaya bahwa gelar kebangsawanan Perancis. Voltaire adalah sosok yang mendorong terjadinya pembaharuan di Perancis. Ia menentang aturan bahwa setiap kekuasaan yang diperoleh berdasarkan garis keturunan.

Karena itu tidaklah mengherankan jika sebagian terbesar pengikutnya berpihak pada demokrasi. Gagasan politik dan agamanya dengan demikian sejalan dengan paham pembaharuan Perancis. Maka tak mengherankan bila pemikirannya menjadi dasar dari meletusnya Revolusi Perancis tahun 1789.

Beri Rating Artikel Ini

'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'