Beranda Seniman Sastrawan Biografi Kahlil Gibran, Kisah Penyair Paling Terkenal Di Dunia

Biografi Kahlil Gibran, Kisah Penyair Paling Terkenal Di Dunia

3177
4.9
(94)

Biografiku.com | Nama Kahlil Gibran dikenal sebagai salah satu nama pujangga dan penyair terhebat yang pernah hidup di dunia. Bagi sebagian orang, syair dari Kahlil Gibran sangat indah. Karya sastra dan seni dari kahlil Gibran sangat romantis dalam pandangannya yang banyak dipengaruhi oleh Alkitab, karya Friedrich Nietzsche, dan William Blake. Tulisan syair Kahlil Gibran lebih banyak bertema cinta, kematian, alam, dan kerinduan akan tanah air.

Kahlil Gibran merupakan penyair asal Lebanon yang banyak menghabiskan hidupnya di Amerika. Namun sayangnya, ia meninggal di usia 48 tahun ketika masih produktif dalam menghasilkan karya sastra. Berikut profil dan biografi Kahlil Gibran.

Biografi Kahlil Gibran

Biografi Kahlil Gibran

Kahlil Gibran lahir dengan nama lengkap Jubran Khalil Jubran. Ia lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di wilayah Bsharrī, Lebanon. kahlil Gibran dikenal sebagai seorang novelis, penyair, serta seniman.

Kahlil Gibran memiliki ayah bernama Khalil Gibran. Ibunya bernama Kamila Gibran. Ia juga memiliki dua orang saudara perempuan bernama Mariana dan Sultana serta saudara laki-laki bernama Peter. Keluarga Kahlil Gibran merupakan penganut agama Kristen Manonit, sebuah sekte agama kristen yang berada di Lebanon.

Pindah ke Amerika Serikat

Kahlil Gibran menyelesaikan pendidikan dasarnya di Beirut, Lebanon. Setelah itu, ia bersama dengan orang tuanya serta adik perempuannya kemudian pindah ke Boston, Amerika Serikat pada tahun 1895.

Namun beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Lebanon pada tahun 1898 dan belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901. Hanya beberapa tahun saja di tanah kelahirannya, ia kembali ke Boston, Amerika Serikat pada tahun 1903.

Biografi Kahlil Gibran

Bertemu Mary Haskell

Dalam biografi Kahlil Gibran diketahui bahwa pada tahun itu juga, Kahlil Gibran menerbitkan karya sastra pertamanya. Dan di tahun 1907, Kahlil Gibran bertemu dengan Mary Heskell, seorang wanita yang sangat berpengaruh dalam kehidupan dan karier Kahlil Gibran.

Mary Elizabeth Haskell adalah seorang kepala sekolah terkenal di Boston. Ia juga mennjadi editor Kahlil Gibran. Selain sebagai kepala sekolah,  Haskell juga seorang penyair, seniman, dan penulis.

Mary Haskell juga mendukung Gibran secara finansial selama di Boston. Namun tidak diketahui apakah Mary Haskell dan Kahlil Gibran menjalin hubungan atau tidak, sebab Haskell menikah dengan pria lain.

Belajar Seni di Paris

Mary Haskell juga yang memperkenalkan Gibran dengan Emilie Michel, seorang guru bahasa Prancis yang membantu Gibran belajar seni di Paris, Perancis pada tahun 1908. Disana ia menimba ilmu di School of Beaux Arts dan Julian Academy.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Pada tahun 1903, Kahlil Gibran menerima kabar dari konsulat Turki bahwa adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun bernama Sultana meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Tak lama kemudian, Kakaknya laki-lakinya yang bernama Peter yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC.

Dan ibunya yang bernama Kamilah juga meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adik perempuannya yang bernama Marianna yang masih tersisa. Dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya, Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran melalui upah dari menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.

Karya Pertama Kahlil Gibran

Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya yang berjudul Spirits Rebellious ditulis di Boston dan diterbitkan di New York. Karyanya ini berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya.

Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Sudut pandang Kahlil Gibran mengenai tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi kemudian mengilhami cara pandangnya dalam menulis syair.

Ini kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab. Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Tinggal di New York

Kemudian di tahun 1911, Kahlil Gibran memilih menetap di New York, Amerika. Disana ia banyak menulis syair dan cerita pendek baik dalam bahasa arab serta bahasa inggris. Selain sastra, ia juga hobi melukis.

Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di jalan 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis. Sebelum tahun 1912, Karya berjudul Broken Wings telah diterbitkan dalam Bahasa Arab.

Biografi Kahlil Gibran

Kahlil Gibran dikenal sebagai penyair yang sangat produktif. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan seninya.

Ia juga suka melakukan korespondensi dengan wanita kaya Lebanon bernama May Ziadeh yang tinggal di Kairo, Mesir. Pada tahun 1918, Kahlil Gibran menerbitkan buku sastra pertamanya dalam bahasa inggris yang berjudul The Madman. Selain The Madman, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah Twenty Drawing yang terbit tahun 1919, dan The Forerunne yang terbit tahun 1920.

Pada tahun 1920 juga Kahlil Gibran bersama dengan para penulis serta penyair yang berasal dari Arab mendirikan Al Rabitat al Qualamiya atau The Pen bond Society. Itu merupakan sebuah perkumpulan para sastrawan yang berasal dari Arab.

Menerbitkan Karya The Prophet

Pada tahun 1923, Karya Kahlil Gibran yang paling terkenal bernama The Prophet diterbitkan dan langsung menuai kesuksesan. Pada tahun itu juga ia menjalin pertemanan dengan penyair wanita bernama Barbara Young yang kemudian menjadi orang kepercayaanya.

Biografi Kahlil Gibran - The Prophet

Dalam biografi Kahlil Gibran diketahui bahwa karya sastra dan syair Kahlil Gibran lebih banyak dipengaruhi oleh Alkitab. Tak mengherankan bila pada tahun 1926, ia menyelesaikan karyanya yang berjudul Sand and Foam.

Dan pada tahun 1928, ia menerbitkan karyanya yang berjudul Jesus, the Son of Man. Naskah dramanya yang berjudul Lazarus ia selesaikan pada tahun 1929. Setelah itu ia menerbitkan karya lainnya yang berjudul The Earth Gods pada tahun 1931.

Kahlil Gibran Meninggal Dunia

Pada tanggal 10 April 1931, penyair besar Kahlik Gibran meninggal dunia di sebuah rumah sakit di St. Vincent’s Hospital, New York di usia 48 tahun. Penyebab kematiannya karena sirosis hati dan TBC, penyakit yang sama diderita oleh Penyair Chairil Anwar.

Jasadnya kemudian dibawa ke Lebanon. Kahlil Gibran dimakamkan pada tanggal 21 Agustus di kota kelahirannya di Bsharri tepatnya di biara Mar Sarkis (Saint Serge) yang kini berubah menjadi museum.

Setelah kematiannya, Karyanya Kahlil Gibran yang berjudul The Wanderer yang selama ini ada di tangan Mary kemudian terbit namun tanpa nama pada tahun 1932.

Beri Rating Artikel Ini