Beranda Biografi Tokoh Indonesia Biografi Martha Christina Tiahahu, Pahlawan Wanita Pemberani Dari Maluku

Biografi Martha Christina Tiahahu, Pahlawan Wanita Pemberani Dari Maluku

1689

Biografiku.com – Profil dan Biografi Martha Christina Tiahahu. Pahlawan wanita dan pemberani ini berasal dari tanah Maluku di Nusa Laut. Ia merupakan salah satu pahlawan nasional yang terkenal dengan perlawanannya melawan penjajah kolonialisme Belanda.

Biografi Martha Christina TiahahuDalam sejarah Indonesia, ia merupakan pahlawan wanita yang paling muda diantara banyak pahlawan lainnya dan wafat di usia muda di laut Banda. Berikut profil dan biografi dari Martha Christina Tiahahu secara lengkap dan singkat.

Profil dan Biografi Martha Christina Tiahahu Singkat

Martha Christina Tiahahu dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1800 di Abubu Nusalaut, Maluku. Ia merupakan anak pertama dari Kapitan Paulus Tiahahu salah satu tokoh yang membantu perjuangan Kapitan Pattimura ketika perang Pattimura meletus. Ibu Martha diketahui meninggal saat ia masih kecil.

Masa Kecil Martha Christina Tiahahu

Sejak kecil, Martha Christina Tiahahu dikenal sangat pemberani serta memiliki kemauan keras. Ia juga selalu mengikuti ayahnya kemanapun ia pergi bahkan ketika ayahnya melakukan pertemuan untuk merencanakan perang.

Pada tahun 1817, di waktu yang sama pula, Kapitan Pattimura juga melakukan perlawanan melawan Belanda di pulau Saparua, Maluku. Pertempuran melawan Belanda kala itu meluas dari Saparua hingga ke pulau Nusalaut.

Perjuangan Melawan Kolonial Belanda

Di usianya yang muda, Martha memiliki keberanian yang tinggi. Dalam buku biografi Martha Christina Tiahahu yang ditulis oleh L. J. H. Zacharias (1981), disebutkan bahwa sudah tiga kali Martha meminta izin kepada ayahnya untuk ikut berperang namun selalu ditolak.

BACA JUGA :  Biografi Muhammad Yamin, Kisah Sastrawan dan Pahlawan Nasional Indonesia

Larangan tersebut tidak pernah dia hiraukan, Martha tetap ingin ikut bertempur. Dia ikut bertempur melawan belanda di Saparua membantu Kapitan Pattimura. Perlawanan ini termasuk pertempuran besar yang pernah terjadi di Indonesia yaitu perang pattimura.

Kala itu benteng Beverwijk berhasil diduduki oleh Belanda tanpa perlawanan sebab Guru Soselissa salah seorang penduduk menyatakan menyerah atas nama rakyat.

Di daerah Ouw dan Ulath, serta Saparua. Martha bertempur bersama rakyat beserta para raja serta para kapitan. Di Kondisi peperangan, ia menolong membawa senjata dan membantu orang yang terluka. Ketika bertempur, Martha Christina suka memegang tombak.

Namun kala itu karena persediaan amunisi yang kurang membuat rakyat mundur ke pegunungan. Pertempuran pun berlanjut. Pada tanggal 11 Oktober 1817, 100 orang pasukan Belanda yang dipimpin oleh Richemont dan Meyer menggempur daerah Ulath.

Biografi Martha Christina TiahahuMartha bersama rakyat bertempur sengit mempertahankan tanahnya. Dalam peperangan tersebut, perwira Belanda bernama Richemont tertembak mati oleh peluru rakyat. Pasukan Belanda yang kemudian dipimpin oleh Meyer terkepung di tanjakan Ouw. Mereka bertahan dari serangan rakyat disegala penjuru.

Pertempuran semakin sengit ketika Meyer terkena peluru di leher. Meyer kemudian dievakuasi ke kapal Eversten dan komando pasukan Belanda diambil alih oleh Vermeulen Kringer.

Tepatnya pada tanggal 12 Oktober 1817, Vermeulen Kringer memerintahkan serangan umum di daerah Ouw dan Ulath. Rakyat yang mulai kehabisan amunisi kemudian melempari pasukan Belanda dengan batu.

Pasukan Belanda kala itu mengetahui bahwa pasukan rakyat sudah mulai kehabisan amunisi. Mengetahui hal tersebut Pasukan Belanda kemudian maju dengan senjata lengkap dengan sangkur yang terhunus.

Dalam waktu singkat, daerah Ouw dan Ulath rata dengan tanah. Rakyat yang melakukan perlawanan akhirnya mundur dan bertahan di pegunungan.

BACA JUGA :  Biografi Fatmawati Soekarno - Sang Penjahit Bendera Pusaka
Tertangkap Belanda

Perlawanan kemudian berakhir dengan ditangkapnya beberapa pemimpin pertempuran termasuk didalamnya Martha Christina Tiahahu dan ayahnya Kapitan Paulus Tiahahu. Mereka kemudian dibawa dikapal Eversten bersama dengan tahanan lainnya, dikapal itu juga terdapat Kapitan Pattimura yang juga tertangkap.

Di Kapal beberapa tahanan di interogasi dan kemudian dijatuhi hukuman mati atas perlawanan mereka termasuk ayah Martha. Terkecuali Martha sebab ia masih sangat muda. Ia hanya akan dibawa ke Jawa untuk menjalani tanam paksa.

Hukuman mati ayahnya akan dilaksanakan pada 17 November 1817. Saat proses eksekusi mati, Martha tidak diijinkan melihat kematian ayahnya. Ayahnya dibunuh dengan puluhan peluru dari serdadu Belanda. Bahkan tubuhnya juga ditusuk dengan Kelewang.

Pahlawan Termuda Yang Mati di Laut Banda

Martha akan diasingkan ke pulau Jawa dan dipaksa bekerja di perkebunan kopi. Dia ditempatkan di sebuah ruangan kosong yang gelap. Karena kematian ayahnya, membuat dia merasa depresi dan seperti kehilangan akal.

Saat sakit, dia tidak mau menerima obat apapun. Dia pun tidak mau makan, membuat tubuhnya semakin lemas. Semangat hidupnya sudah hilang begitu saja. Hanya ada rasa putus asa karena kematian ayahnya.

Biografi Martha Christina TiahahuDi usia 17 tahun, seharusnya dia tidak menjadi tahanan kolonial. Namun menjadi tahanan orang tuanya yang siap dinikahkan. Tahun 1818, tubuh Martha semakin lemah.

Pada tanggal 2 januari 1818 dini hari, Martha Christina Tiahahu menghembuskan nafas terakhirnya. Dia wafat di antara perairan pulau buru dan pulau manippa. Jasadnya kemudian dilarung ke laut dengan penghormatan militer. Sekarang tubuhnya bersemayam di laut Banda.

Sosok wanita pemberani ini harus dijadikan inspirasi wanita indonesia. kisah hidupnya yang inspiratif. Di usia muda dia sudah berani melawan kolonial belanda.

BACA JUGA :  Biografi KH Ahmad Dahlan, Kisah Perjuangan Sang Pendiri Muhammadiyah

Dia juga seorang anak yang berbakti dengan ayahnya, Walaupun sejak kecil dia sudah ditinggal mati oleh ibunya. Sehingga kedekatan dengan ayahnya terjalin sangat kuat.

Di masanya martha termasuk wanita yang berpengaruh. Tidak hanya membawa senjata melawan kolonial. Namun dia juga memprovokasi wanita lain untuk berjuang melawan Belanda.

Bahkan aparat belanda kewalahan melawan kegilaanya. Setelah ayahnya meninggal, martha sempat mencoba melanjutkan perjuangan ayahnya.

Sayangnya sebelum sampai di pulau jawa, martha sudah meninggal dunia dan mayatnya dilarung di laut banda. Itulah sedikit cerita tentang profil dan biografi Martha Christina Tiahahu secara singkat dan lengkap. Semoga menginspriasi.

loading...
Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'