Beranda Biografi Tokoh Indonesia Biografi Nadiem Makarim, Kisah Inspiratif Pendiri Gojek Menjadi Menteri

Biografi Nadiem Makarim, Kisah Inspiratif Pendiri Gojek Menjadi Menteri

52215

Biografiku.com – Profil dan Biografi Nadiem Makarim. Ia dikenal sebagai pendiri Gojek, perusahaan startup transportasi berbasis online yang paling terkenal di Indonesia dan sudah beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara.

Nadiem Makarim saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Faktanya, Nadiem Makarim merupakan Menteri termuda diantara menteri lain di kabinet Indonesia maju. Berikut profil dan biografi Nadiem Makarim.

Biografi Nadiem Makarim - Pendiri Gojek

Biodata Nadiem Makarim

Nama : Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A
Lahir : Singapura, 4 Juli 1984
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Orang Tua : Nono Anwar Makarim (ayah), Atika Algadrie (ibu)
Istri : Franka Franklin
Anak : Solara Franklin Makarim
Total Kekayaan : 1.4 trilyun Rupiah (Majalah Globe Asia, 2018)

Biografi Nadiem Makarim Singkat

Nadiem Makarim dilahirkan di Singapura pada tanggal 4 Juli 1984. Ia anak tunggal dari Nono Anwar Makarim yang diketahui merupakan seorang pengacara dan praktisi hukum terkenal yang merupakan bekas bos dari pengacara Hotman Paris Hutapea. Ibu Nadiem bernama Atika Algadri, anak dari Hamid Algadri yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan.

Pendiri Gojek ini diketahui memiliki saudara bernama Rayya Makarim yang bekerja sebagai seorang penulis naskah film. Istri Nadiem Makarim diketahui bernama Franka Franklin. Nadiem Makarim sendiri beragama Islam sementara istrinya berama Kristen.

Mereka berdua melangsungkan pernikahannya di Bali pada tahun 2014 yang lalu. Dari pernikahannya ini, Nadiem makarim mempunyai anak bernama Solara Franklin Makarim

Pendidikan Nadiem Makarim

Pendiri Gojek ini mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Dari informasi yang didapat, Nadiem Makarim menyelesaikan masa SMA di Singapura.

Setelah lulus ia kemudian berangkat ke Amerika Serikat dan kuliah di Brown University di jurusan International Relations. Bos Gojek ini juga pernah mengikuti program pertukaran pelajar di London School of Economics.

BACA JUGA :  Biografi Cut Nyak Meutia - Kisah Perjuangan Pahlawan Wanita Dari Aceh

Tamat dari Brown University, Nadiem Makarim kemudian mengambil program Master Business Of Administration (MBA) di salah satu kampus paling bergengsi di dunia yakni Harvard Business School di Harvard University.

Riwayat Pekerjaan Nadiem Makarim

Walaupun dikenal sebagai lulusan universitas paling bergengsi di dunia, Nadiem Makarim tidak lupa diri. Ia lebih memilih kembali ke Indonesia untuk berkontribusi ketimbang bekerja di luar negeri.

‘…Saya dididik dari kecil untuk kembali dan berkontribusi di tanah air walaupun seumur hidup lebih sering bersekolah di luar negeri. Orang tua saya sangat nasionalis, dan karena itu passion saya untuk tanah air sangat besar – Nadiem Makarim

Konsultan Manajemen di Mckinsey & Company

Selepas lulus dari Brown University, Nadiem Makarim mengawali karirnya sebagai seorang konsultan manajemen di perusahaan konsultan Mckinsey & Company di tahun 2006 dan kemudian berhenti karena melanjutkan studinya di Harvard University.

Co-Founder Zalora Indonesia

Setelah menyelesaikan masternya di Harvard University, Nadiem bekerja sebagai Co-Founder Zalora Indonesia sekaligus Managing Editor disana.

CIO startup Kartuku

Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian bergabung dengan perusahaan startup Kartuku, sebuah perusahaan penyedia layanan pembayaran non-tunai di Indonesia.

Namun kelak perusahaan Kartuku diakuisisi oleh Nadiem Makarim untuk memperkuat lini Gopay dari Gojek. Di Kartuku, ia menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku.

Mendirikan Gojek

Setelah memiliki banyak pengalaman selama bekerja di perusahan ternama, Nadiem Makarim kemudian memutuskan resign atau mengundurkan diri dari tempat ia bekerja.

…Saya tidak betah bekerja di perusahaan orang lain, saya ingin mengontrol takdir saya sendiri – Nadiem Makarim

Di usia yang masih muda, dan memiliki jiwa enterpreneurship yang tinggi, Ia mencoba merintis perusahaan sendiri. Ia kemudian mendirikan perusahaan Gojek pada tahun 2010.

Awal Ide Bisnis Gojek

Pepatah mengatakan ‘Pengalaman mengajarkan segalanya’, mungkin itulah yang dialami oleh Nadiem ketika mendirikan Gojek.

Nadiem yang kala itu sedang bekerja di Mckinsey & Company, lebih sering menggunakan jasa ojek ketimbang menggunakan mobil karena mobilitasnya yang tinggi serta tingkat kemacetan di Jakarta yang tinggi.

Disisi lain, ia menemukan kenyataan bahwa ia sulit menemukan ojek saat dibutuhkan. Ia juga melihat kenyataan bahwa tukang ojek hanya menghabiskan waktunya menunggu pelanggan dan cukup sulit mencari pelanggan.

BACA JUGA :  Biografi Achmad Zaky, Kisah From 'Zero to Hero' dari Pendiri Bukalapak

Fakta tersebut ia dapat dari hasil berbincang-bincang dengan beberapa ojek langganannya. Disinilah ia melihat ada masalah supply and demand yang menurutnya tidak sesuai. Sehingga dengan mendirikan Gojek bisa menjadi problem solving untuk masalah yang ia alami.

Disni Nadiem berharap bahwa dengan layanan transportasi yang cepat serta pengiriman yang cepat untuk membantu warga jakarta.

Awal Berdirinya Gojek

Dari masalah tersebut, Nadiem Makarim kemudian mendirikan Gojek pada tahun 2010. Ia menggunakan garasi mobilnya sebagai Kantor pertama dari Gojek yang beralamat di Jl. Kerinci, Jakarta Selatan.

Saat itu, sistem pemesanan Gojek belum menggunakan aplikasi seperti sekarang. Nadiem pada awalnya menggunakan call center sebagai perantara antara driver Gojek dan pelanggan.

Sistemnya, pelanggan menelpon call center untuk melakukan orderan ojek, kemudian call center menginformasikan detail orderan kepada pengemudi ojek untuk dilaksanakan.

Faktanya, selama tiga tahun sejak berdiri, Nadiem membiayai operasional perusahaan dari uangnya sendiri karena belum mendapatkan investor.

Suntikan Modal Untuk Gojek

Lambat laun usaha Nadiem Makarim mulai berkembang. Di tahun 2014, ia pertama kali mendapatkan suntikan dana untuk mengembangkan Gojek dari Northstar Group, sebuah perusahaan investasi asal Singapura.

Kemudian Redmart Limited dan Zimplistic Pte Ltd ikut menyuntikkan dananya di Gojek melihat perkembangan positif dari Gojek yang dibangun oleh Nadiem Makarim.

Gojek Menjadi Trending di Tahun 2015

Tahun 2015 bisa dikatakan sebagai tahun terbaik dari Gojek sebagai sebuah perusahaan startup. Di tahun itu, Gojek meluncurkan aplikasi pertama di platform mobile phone. Ini juga merupakan langkah untuk menarik minat pelanggan baru menggunakan jasa Gojek sekaligus memperkenalkan model bisnisnya di masyarakat luas.

Tak butuh waktu lama, Masyarakat kemudian berbondong-bondong menggunakan aplikasi Gojek. Selain itu, pemberitaan media yang gencar mengenai Gojek sebagai aplikasi transportasi berbasis online turut mengangkat nama Gojek di mata masyarakat Indonesia.Biografi Nadiem Makarim - Pendiri GojekGojek mengedukasi masyarakat bahwa dengan aplikasi Gojek maka masyarakat dapat dengan mudah memesan dan mendapatkan layanan ojek yang aman dan nyaman serta cepat.

Dengan segera munculnya Gojek ini kemudian merevolusi gaya hidup masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi terutama ojek.

BACA JUGA :  Biografi Jerry Shen - Pendiri Perusahaan Asus

Pengguna aplikasi Gojek terus menerus bertambah banyak. Disisi lain guyuran dana dari investor terus bertambah bagi Gojek seperti dari Softbank hingga Google. Nadiem Makarim sebagai CEO Gojek terus memperluas lini bisnis Gojek.

Gojek kemudian memperkenalkan lini bisnis lainnya seperti jasa pengantaran paket melalui Go-Send, Jasa Pemesanan makanan melalui Go-food, Jasa pembersihan rumah melalui go-clean serta jasa pembayaran melalui Go-Pay.

Kesuksesan Nadiem Makarim Sebagai Pendiri Gojek

Inovasi layanan serta strategi perusahaan yang bagus membuat Gojek berkembang sangat pesat dan dikenal sebagai perusahaan jasa transportasi berbasis online terbesar di Indonesia.

Pada awal berdirinya tahun 2010, Nadiem Makarim hanya memiiki 20 driver gojek. Di tahun 2019, ia dan Gojek sudah memiliki 2 juta driver gojek yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Pengguna Gojek sudah mencapai ratusan juta dan menangani pemesanan lebih dari 3 juta pemesan setiap harinya. Ekspansi Gojek sendiri sudah mencapai 5 negara di Asia Tenggara dan tersebar di  207 kota.

Gojek kemudian bertransformasi sebagai salah satu perusahaan startup tersukses di Indonesia yang berada di level Decacorn. Decacorn adalah sebutan untuk perusahaan dengan nilai atau valuasi perusahaan mencapai 140 triliun.

Berapa Total kekayaan Nadiem Makarim?

Dilansir dari majalah Globe Asia, Suami dari Franka Franklin itu kini memiliki total kekayaan senilai 100 juta dollar Amerikat atau sekitar 1.4 trilyun Rupiah. Kekayaannya ini berasal dari saham yang ia miliki di Gojek sebanyak 5 persen.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Setelah lama menjadi CEO Gojek, kemudian pada bulan Oktober 2019 ia kemudian memilih mengundurkan diri dari Gojek, Perusahaan yang ia sudah bangun selama bertahun-tahun. Walaupun memutuskan mundur, Nadiem Makarim masih memiliki saham sekitar 4,81 persen.

Setelah mundur dari Gojek, Nadiem Makarim kemudian ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju tahun 2019 hingga 2024. Nadiem Makarim menjadi menteri termuda di dalam kabinet tersebut.

Itulah informasi mengenai Biografi Nadiem Makarim Sang pendiri gojek dan kisah berdirinya perusahaan GO-JEK. Semoga Informasi ini dapat bermanfaat dan menjadi Inspirasi bagi para pembaca www.biografiku.com sekalian.

loading...
Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'