Beranda Biodata Biografi Rene Descartes – Filsuf Perancis

Biografi Rene Descartes – Filsuf Perancis

447
2

Biografiku.com – Biografi Rene Descartes. Ia dikenal sebagai seorang filsuf kenamaan dan juga terkenal sebagai seorang matematikawan asal Perancis. Rene Descartes dijuluki sebagai Bapak Filsafat Dunia Modern karena pemikiran-pemikirannya. Rene Descartes juga merupakan tokoh yang mempunyai peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

Biodata Rene Descartes

Biografi Rene DescartesNama : René Descartes / Renatus Cartesius
Lahir : Descartes, Perancis, 31 Maret 1596
Wafat : Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650
Orang Tua : Joachim Descartes (ayah), Jeanne Brochard (ibu)
Istri : Francine Descartes
Anak : Helena Jans van der Strom

Biografi Rene Descartes

Rene Descartes dilahirkan di desa La Haye-lah, Descartes, Perancis pada tanggal 31 Maret 1596. Ayahnya bernama Joachim Descartes dan ibunya bernama Jeanne Brochard.

Masa Muda

Waktu muda Rene Descartes ia habiskan di sekolah Yesuit, College La Fleche. Begitu berumur dua puluh, Rene Descartes mendapat gelar ahli hukum dari Universitas Poitiers walau tidak pernah mempraktekkan ilmu yang ia dapat sama sekali.

Meskipun Rene Descartes memperoleh pendidikan yang baik, tetapi dia yakin betul tak ada ilmu apa pun yang bisa dipercaya tanpa ilmu matematika atau ilmu pasti.

Karena itu, bukannya Rene Descartes meneruskan pendidikan formalnya, ia kemudian mengambil keputusan berkelana keliling Eropa dan melihat dunia dengan mata kepalanya sendiri.

Latar belakang keluarga yang berada membuat Rene Descartes dapat berkeliling Eropa dengan leluasa dan mudah. Dari tahun 1616 hingga 1628, Descartes berkeliling kesana-kemari dari satu negeri ke negeri lain.

Rene Descartes bahkan ikut dalam tiga dinas ketentaraan yang berbeda-beda (Belanda, Bavaria dan Honggaria), walaupun tampaknya dia tidak pernah ikut bertempur sama sekali. Ia mengunjungi Italia, Polandia, Denmark dan negeri-negeri lainnya.

BACA JUGA :  Biografi Robert Budi Hartono - Orang Terkaya Nomor Satu Di Indonesia

Di tahun 1616 hingga 1628, Rene Descartes mengumpulkan apa saja yang dianggapnya merupakan metode umum untuk menemukan sebuah kebenaran dalam ilmu pengetahuan.

Ketika Rene Descartes berumur tiga puluh dua tahun, Descartes memutuskan menggunakan metodenya dalam suatu percobaan membangun gambaran dunia yang sesungguhnya. Dia lantas menetap di Negeri Belanda dan tinggal di sana selama tidak kurang dari dua puluh satu tahun.

Menulis Buku Rules for the Direction of the Mind

Dalam Biografi Rene Descartes diketahui bahwa sekitar tahun 1629, Rene Descartes menulis sebuah buku yang terkenal yang bernama Rules for the Direction of the Mind. Buku ini memberikan garis-garis besar mengenai metodenya dalam memperoleh pengetahuan.

Tetapi, buku yang ia tulis ini tidak komplit dan tampaknya ia tidak berniat menerbitkannya. Namun buku tersebut diterbitkan untuk pertama kalinya, 50 tahun sesudah Descartes wafat.

Dari tahun 1630 sampai 1634, Rene Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah. Untuk mempelajari lebih mendalam tentang anatomi dan fisiologi, dia melakukan penjajakan secara terpisah-pisah.

Menulis Buku Le Monde

Pemikiran Rene Descartes ia fokuskan di bidang-bidang yang berdiri sendiri seperti optik, meteorologi, matematika dan berbagai cabang ilmu lainnya. Rene Descartes kemudian menulis hasil-hasil penyelidikan ilmiahnya dalam buku yang disebut Le Monde (Dunia).

Tetapi, di tahun 1633, tatkala buku karya Rene Descartes hampir rampung, dia dengan penguasa gereja di Italia mengutuk Galileo Galilei karena menyokong teori Copernicus bahwa dunia ini sebenarnya bulat, bukannya datar, dan bumi itu berputar mengitari matahari, bukan sebaliknya.

Meskipun di Negeri Belanda, Rene Descartes tidak berada di bawah kekuasaan gereja Katolik, Rene Descartes sengat berhati-hati untuk tidak menerbitkan bukunya walau dia pun sebenarnya sepakat dengan teori Copernicus.

BACA JUGA :  Biografi Karl Marx - Bapak Komunis
Menulis Buku Discourse on Method

Sebagai gantinya, di tahun 1637 Rene Descartes menerbitkan bukunya yang sangat terkenal berjudul Discourse on the Method for Properly Guiding the Reason and Finding Truth in the Sciences (biasanya diringkas saja Discourse on Method).

Discourse ditulis dalam bahasa Perancis dan bukan Latin sehingga semua kalangan intelegensia dapat membacanya, termasuk mereka yang tak peroleh pendidikan klasik. Sebagai tambahan Discourse ada tiga esai.

Dalam Biografi Rene Descartes, ia menyuguhkan contoh-contoh penemuan-penemuan yang telah dilakukannya dengan menggunakan metode itu. Tambahan pertamanya Optics, Descartes menjelaskan hukum pelengkungan cahaya (yang sesungguhnya sudah ditemukan oleh Willebord Snell).

Dia juga mempersoalkan masalah lensa dan pelbagai alat-alat optik, melukiskan fungsi mata dan pelbagai kelainan-kelainannya serta menggambarkan teori cahaya yang hakekatnya versi pemula dari teori gelombang yang belakangan dirumuskan oleh Christian Huygens.

Tambahan keduanya terdiri dari perbincangan ihwal meteorologi, Descartes membicarakan soal awan, hujan, angin, serta penjelasan yang tepat mengenai pelangi.

Dia mengeluarkan sanggahan terhadap pendapat bahwa panas terdiri dari cairan yang tak tampak oleh mata, dan dengan tepat dia menyimpulkan bahwa panas adalah suatu bentuk dari gerakan intern.

(Tetapi, pendapat ini telah ditemukan lebih dulu oleh Francis Bacon dan orang-orang lain). Tambahan ketiga Geometri, dia mempersembahkan sumbangan yang paling penting dari kesemua yang disebut di atas, yaitu penemuannya tentang geometri analitis.

Ini merupakan langkah kemajuan besar di bidang matematika, dan menyediakan jalan buat Newton menemukan Kalkulus. Mungkin, bagian paling menarik dari filosofi Descartes adalah caranya dia memulai sesuatu.

Meneliti sejumlah besar pendapat-pendapat yang keliru yang umumnya sudah disepakati orang, Descartes berkesimpulan untuk mencari kebenaran sejati dia mesti mulai melakukan langkah yang polos dan jernih.

BACA JUGA :  Biografi dan Profil Napoleon Bonaparte

Untuk itu, dia mulai dengan cara meragukan apa saja, apa saja yang dikatakan gurunya. Meragukan kepercayaan meragukan pendapat yang sudah berlaku, meragukan eksistensi alam di luar dunia, bahkan meragukan eksistensinya sendiri. Pokoknya, meragukan segala-galanya.

Buku Meditations on First Philosophy

Di tahun 1641, Rene Descartes menerbitkan bukunya yang termasyhur berjudul Meditations on First Philosophy. Dan bukunya Principles of philosophy muncul tahun 1644. Ke dua buku itu aslinya ditulis dalam bahasa Latin dan terjemahan Perancisnya terbit tahun 1647.

Meskipun Descartes seorang penulis yang lincah dengan gaya prosanya yang manis, nada tulisannya terasa kuno. Betul-betul dia tampak (mungkin akibat pendekatannya yang rasional, dia seperti cendikiawan abad tengah.

Sebaliknya Francis Bacon, walau dilahirkan tiga puluh lima tahun sebelum Descartes, nada tulisannya modern). Tergambar jelas dalam tulisan-tulisannya, Descartes seorang yang teguh kepercayaannya tentang adanya Tuhan.

Dalam pemikiran Rene Descartes, Dia menganggap dirinya seorang Katolik yang patuh; tetapi gereja Katolik tidak menyukai pandangan-pandangannya, dan hasil karyanya digolongkan ke dalam “index” buku-buku yang terlarang dibaca.

Bahkan di kalangan Protestan Negeri Belanda (waktu itu mungkin negeri yang paling toleran di Eropa), Descartes dituduh seorang atheist dan menghadapi kesulitan dengan penguasa. Tahun 1649 Descartes menerima tawaran bantuan keuangan yang lumayan dari Ratu Christina, Swedia, agar datang ke negerinya dan menjadi guru pribadinya.

Namun Descartes amat kecewa ketika dia tahu sang Ratu ingin diajar pada jam lima pagi hari. Dia khawatir udara pagi yang dingin bisa membuatnya mati.

Rene Descartes Wafat

Apa yang ia takutkan menjadi kenyataan. Rene Descartes terkena pneumonia. Ia meninggal 11 Februari 1650. Cuma empat bulan sesudah sampai di Swedia.

Loading...