Beranda Pendiri Perusahaan Biografi William Lever, Pendiri Unilever Yang Menemukan Sabun Cuci Sunlight

Biografi William Lever, Pendiri Unilever Yang Menemukan Sabun Cuci Sunlight

4.9
(179)

Biografiku.com | William Lever dikenal sebagai pendiri Unilever. Perlu diketahui bahwa Unilever merupakan salah satu perusahaan produsen produk kebutuhan rumah tangga terbesar di dunia bersama dengan P&G serta Nestlé. Kantor pusat Unilever berada di London, Inggris. Perlu diketahui bahwa sejak didirikan oleh William Lever, Unilever menjadi salah satu perusahaan tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini. Berikut Biografi William Lever serta sejarah berdirinya Unilever.

Biografi William Lever, Pendiri Unilever

Biografi William Lever

Pendiri Unilever ini dikenal lahir dengan nama lengkap William Hesketh Lever. Ia lahir pada tanggal 19 September 1851 di Bolton, Inggris. Hesketh bersama dengan saudaranya yang lain merupakan salah satu bangsawan Inggris. Ia bersekolah di sekolah swasta hingga usia 9 tahun.

Setelahnya, ayahnya memasukkan William ke sekolah gereja. Disana ia menimba ilmu hingga usia 15 tahun. Pada waktu itu, pendidikan merupakan hal yang istimewa. Tak lama kemudian, William mulai membantu ayahnya menjalankan bisnis grosir di kota Bolton, Inggris.

Menemukan Sabun Cuci Sunlight

Setelah beberapa tahun bekerja bersama ayahnya, William berhasil membuat dan memproduksi sabun cuci bernama Sunlight. Melihat peluang yang bagus, William kemudian mencoba masuk ke dalam bisnis sabun cuci rumahan pada tahun 1885. Untuk itu, ia menyewa pabrik sabun kecil yang tidak menguntungkan dan berusaha mengembangkannya.

Biografi William Lever, Pendiri Unilever

Ia berencana untuk memproduksi dan memasarkan berbagai produk berkualitas tinggi dengan harga yang berbeda. Ia menggunakan strategi berdasarkan pengalamannya dengan produk mentega dan produk komoditas lainnya sebelumnya. Alih-alih ia menjual sabun berdasarkan beratnya yang kala itu banyak beredar di pasaran. William memotongnya menjadi beberapa ukuran kecil yang mudah diatur dan dibungkus satu per satu.

BACA JUGA :  Biografi Mochtar Riady, Bankir dan Pengusaha Kaya Pendiri Lippo Group

Mendirikan Level Brothers

Pada tahun 1886, bersama dengan saudaranya yakni James Lever, William kemudian mendirikan perusahaan bernama Lever Brothers yang merupakan cikal bakal Unilever. Perusahaan yang didirikan oleh William ini menjadi perusahaan pertama yang memproduksi sabun dari minyak nabati dan sekarang menjadi bagian dari Unilever multinasional Inggris.

Melalui perusahaannya tersebut, William mendaftarkan beberapa merk dagang untuk produknya diantaranya merk Sunlight. Sunlight menjadi sabun cuci rumah tangga yang cepat terkenal di Inggris. William juga mempopulerkan gaya hidup bersih di London melalui produk yang ia keluarkan. Selain itu, William juga memperkenalkan sabun cuci khusus pakaian dengan merk Sunlight Self-Washer Soap.

Selain itu, produk tersebut dengan cepat sukses secara global. Ini membuat Lever Brothers dengan cepat memasarkankan produk mereka di seluruh dunia. Salah satu alasan keberhasilan Lever Brothers melalui sabun mereka adalah adalah strategi dari William. Ia tidak hanya mengutamakan bagaimana penjualan produk itu bisa sukses, tetapi juga fokus pada pembuatan dan kualitas produknya.

Produk yang dibuat oleh William Lever yakni sabun cuci sangat laku keras. Pada akhir tahun 1887, Pabrik yang ia miliki dalam memproduksi sabun sudah tidak mampu untuk menambah kapasitas produksi. Pendiri Unilever ini memindahkan seluruh kegiatan produksinya ke lokasi baru di wilayah Birkenhead di Merseyside, Inggris.

Biografi William Lever, Pendiri Unilever

Disana ia membeli lahan yang luas untuk membangun pabrik besar yang dapat meningkatkan produksi sabunnya. Di lokasi itu juga, Ia mendirikan desa bernama Port Sunlight yang menampung para pekerja di pabriknya. William sukses membawa Lever Brothers sebagai salah satu perusahaan produsen produk rumah tangga terkemuka di Inggris.

William Lever sang pendiri Unilever meninggal pada tanggal 7 Mei 1925. Ia wafat sebelum menyaksikan bergabungnya perusahaan yang dirikan menjadi salah satu perusahaan besar bernama Unilever.

BACA JUGA :  Biografi Jack Ma, Kisah Orang Terkaya di China Di Tolak Bekerja di 30 Perusahaan

Berdirinya Unilever

Pada tahun 1872, dua pengusaha Belanda bernama Jurgens dan Van den Bergh mendirikan perusahaan yang memproduksi margarin. Karena banyaknya pesaing dalam industri margarin di Belanda membuat Jurgen dan Van de Berth memutuskan bergabung dengan produsen margarin lain di Bohemia tahun 1920.

Dan pada tahun 1927, ada tiga perusahaan termasuk perusahaan Jurgen dan Van de Berth membentuk perusahaan bernama Margarine Unie yang berlokasi di Belanda. Ini dengan tujuan memperkuat perusahaan dengan adanya penggabungan tersebut.

Pada tahun 1930, Lever Brothers milik William Lever yang kala itu dipimpin oleh Frances D’Arcy Cooper bergabung dengan Margarine Unie. Penggabungan dua perusahaan berbeda negara ini merupakan hal yang tidak biasa pada waktu itu. Namun kedua perusahaan memiliki visi yang sama bahwa bahwa dengan penggabungan maka akan memperkuat jaringan global dan menciptakan peluang baru.

Biografi William Lever, Pendiri Unilever

Akhirnya nama “Unilever” tercipta dari dua penggabungan perusahaan tersebut. Sejak kematian William Lever pada tahun 1925, Frances D’Arcy Cooper ditunjuk menjadi ketua Lever Brothers. Di era Cooper, salah satu tindakan revolusionernya adalah memimpin berbagai perusahaan yang ia pimpin termasuk Unilever menjadi satu perusahaan Inggris-Belanda.

Unilever pasca William Lever

Pada tahun 1930-an, Unilever terus mengembangkan bisnisnya dengan mempromosikan produknya di wilayah Amerika Latin. Untuk terus berkembang, Unilever mengadaptasi strategi baru di tahun 1940 dengan memperluas area bisnis mereka. Mereka juga menciptakan bisnis baru seperti produk makanan dan produk kimia.

Unilever menyadari bahwa hubungan antara pemasaran dan riset pengembangan produk menjadi fokus penting perusahaan. Oleh karena itu, Unilever memperluas kegiatannya dengan membuat kerjasama dengan dua perusahaan penting di Amerika, yakni perusahaan Thomas J. Lipton yang membuat produk teh kemasan dan pasta gigi merek Pepsodent pada tahun 1944.

BACA JUGA :  Biografi Eddy Katuari & Keluarga, Pengusaha Sukses Pemilik Wings Group yang Jarang Terekspos

Pada tahun 1957 Unilever melanjutkan aksinya dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan pembuat makanan beku Inggris Bird Eye dan pada tahun 1961, Unilever bekerjasama dengan pembuat es krim Amerika yakni Good Humor.

Restrukturisasi Unilever

Pada 1980-an Unilever melakukan restrukturisasi revolusioner dengan menjual sebagian besar bisnis anak perusahaannya. Unilever berfokus pada bisnis inti perusahaan. Akhirnya produk makanan, perlengkapan mandi, deterjen, dan bahan kimia khusus dipilih sebagai bisnis utama atau inti Unilever.

Unilever Saat Ini

Saat ini, Unilever menjadi merek produk rumah tangga, perawatan pribadi, serta produk makanan paling banyak dikonsumsi di dunia. Pada tahun 2021, Unilever memperoleh pendapatan 52,44 miliar Euro. Unilever memiliki dua perusahaan utama yang berbasis di Rotterdam, Belanda dan di London, Inggris.

Biografi William Lever, Pendiri Unilever Yang Menemukan Sabun Cuci Sunlight

Dalam persaingan bisnis, Unilever masih memiliki dua pesaing utama bernama yakni Nestle dan perusahaan P & G. Unilever memiliki beberapa produk makanan di seluruh dunia seperti Blue Band, Ben and Jerry, Walls, dan Brooke bond. Untuk produk rumah tangga mereka memiliki merk Surf, Sun, Radiant, Domestos, dan Skip. Dan untuk produk perawatan pribadi, Unilever memiliki merk Ponds, Vaseline, Rexona, Lux, Dove, Lifebuoy, Pepsodent, Sunsilk dan Axe/Lynx.

Di Indonesia sendiri, distribusi produk Unilever dipegang oleh PT Unilever Indonesia Tbk. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari Unilever yang beroperasi di Indonesia. Unilever Indonesia bersaing dengan Perusahaan Wings milik keluarga Katuari serta Indofood milik Anthonie Salim yang juga memproduksi produk rumah tangga di Indonesia.

Beri Rating Artikel Ini

Advertisement