Beranda Biografi Biografi W.R. Soepratman, Kisah Pahlawan Pencipta Lagu Indonesia Raya

Biografi W.R. Soepratman, Kisah Pahlawan Pencipta Lagu Indonesia Raya

21918
5/5 (1)

Biografiku.com – Biografi W.R. Soepratman. Pahlawan Nasional ini dikenal oleh rakyat Indonesia sebagai orang yang menciptakan lagu kebangsaan Republik Indonesia. Selain sebagai seorang komponis, WR Supratman juga merupakan seorang wartawan dan ikut terlibat dalam sumpah pemuda tahun 1928. Berikut profil dan biografi W.R Supratman.

Profil dan Biografi W.R Supratman

W.R. Supratman lahir dengan nama lengkap Wage Rudolf Supratman pada tanggal 9 Maret 1903 di Jatinegara, Jakarta. Ayahnya bernama Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, sersan di Batalyon VIII, KNIL Belanda. Ibunya bernama Siti Senen. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem.

Riwayat Pendidikan W.R Supratman

Pada tahun 1914, WR Supratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang berkebangsaan Belanda bernama Willem van Eldik.

WR Supratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama 3 tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2.

Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar. Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan surat kabar Sin Po.

Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan.

Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

BACA JUGA :  Biografi Kim Jong Il

Supratman dipindahkan ke kota Singkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem, sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer.

Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik

Sejarah Lagu Indonesia Raya

WR Soepratman tidak beristri serta tidak mempunyai anak angkat. Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu.

Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Soepratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya.

Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum (secara intrumental dengan biola atas saran Soegondo berkaitan dengan kodisi dan situasi pada waktu itu, lihat Sugondo Djojopuspito).

Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional.

Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan pada hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia, lagu ciptaan WR Supratman tersebut kemudian ditetapkan sebagai lagu kebangaaan Indonesia.

BACA JUGA :  Biografi Septinus George Saa - Kisah Sang Jenius dari Tanah Papua

Sejak saat itu, Polisi Rahasia Belanda selalu memata-matai gerak-gerik dan kehidupan WR Supratman. Ini membuat kehidupannya tidak lagi tenteram.

Pada tahun 1930, saat WR Supratman pergi ke Bandung melihat sidang ketua PNI Ir. Soekarno dengan kawan-kawannya. Ketika bertemu Ir. Soekarno melihat WR Supratman, Soekarno berkata melihatnya dan spontan mengucapkan kata-kata:

…Daar hebt je de komponis van Indonesia Raya? Strijdt voort voor Onse Vrijheid Meneer Soepratman. Merdeka!” (Bukankah Anda pencipta lagu Indonesia Raya? Berjuang teruslah demi kemerdekaan kita Tuan Soepratman)

WR Supratman menggantungkan hidupnya dari mencari berita untuk harian Sin Po. Di Jakarta, WR Supratman dikenal dengan sebutan Bapak Lagu Indonesia Raya.

Indonesia Raya Menjadi Lagu Kebangsaan Indonesia

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Rudolf Supratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan.

Jatuh Sakit dan Wafat

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang terakhir “Matahari Terbit” pada awal Agustus 1938, ia ditangkap oleh Belanda.

Ini terjadi ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM jalan Embong Malang, Surabaya. Ia selanjutnya ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya.

Biografi WR Supratman

Dari penjara, WR Supratman yang mulai sakit-sakitan tinggal di rumah kakaknya, Roekijem Soepratijah van Eldik.

…Mas, nasibku sudah begini. Inilah yang disukai Pemerintah Belanda. Biarlah saya meninggal, saya ikhlas. Saya toh sudah beramal, berjuang dengan caraku, dengan biolaku. Saya yakin Indonesia pasti Merdeka! – W.R. Supratman

Wage Rudolf Soepratman atau W.R. Supratman meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 di rumah kakaknya di jalan Jalan Mangga, Tambaksari, Surabaya.

BACA JUGA :  Biografi Ibnu Taimiyyah - Sang Mujahid Besar

W.R. Soepratman meninggal dunia, tanpa meninggalkan apa-apa, tanpa istri dan anak, juga tanpa meninggalkan harta. Ia hanya meninggalkan secarik kertas not-not musik, lagu ciptaannya yang terakhir kepada bangsanya sebagai bentuk perjuangan WR Supratman.

Dalam buku biografi WR Supratman yang berjudul Meluruskan Sejarah dan Riwayat hidup Wage Rudolf Soepratman: Pencipta lagu kebangsaan Republik Indonesia “Indonesia Raya” dan pahlawan nasional yang ditulis oleh Anthony C. Huutabarat dikatakan bahwa Jasad WR Supratman dimandikan dan disucikan secara agama Islam oleh keluarganya.

WR Supratman kemudian dimakamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir di Kuburan Umum Kapas, Jalan Kenjeran, Surabaya.

Hari Musik Nasional

Hari kelahiran WR Supratman, 9 Maret, oleh Megawati saat menjadi presiden RI, diresmikan sebagai Hari Musik Nasional. Namun tanggal kelahiran ini sebenarnya masih diperdebatkan.

Hal ini karena ada pendapat yang menyatakan WR Supratman dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.  Pendapat ini didukung keluarga Supratman dan dikuatkan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.

Beri Rating Artikel Ini

Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'