Beranda Biografi Cara Menulis Biografi Yang Baik Dan Benar Dan Kaidah Kebahasaannya

Cara Menulis Biografi Yang Baik Dan Benar Dan Kaidah Kebahasaannya

568
Belum Ada Rating Untuk Artikel Ini

Biografiku.com – Definisi menulis biografi sebenarnya adalah bertujuan untuk menulis yang berdasarkan pada suatu kisah nyata atau menulis kisah hidup seseorang atau diri sendiri.

Cara Menulis BiografiSebenarnya tujuan untuk menulis biografi ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan pribadi seseorang dalam kehidupan nyata pada khalayak umum.

Tulisan biografi tidak akan di pahami atau dimengerti ketika kita menyampaikannya dengan cara yang membosankan dan terkesan kata-katanya ribet susah dimengerti.

Maka dari itu untuk menulis biografi juga ada aturannya sehingga pesan-pesan yang disampaikan bisa terbaca dengan enak, dan apa saja panduannya. Untuk mengetahui tentang cara menulis biografi, mari kita simak di bawah ini.

Bagaimana Cara Menulis Biografi Yang Baik dan Benar

1. Masuk dan Pahami Kehidupan Narasumber

Jika anda tahu tentang cara menulis biografi, maka mulailah dengan cara memasuki kehidupan pribadi narasumber mengenai kisah nyatanya.

Cara Menulis BiografiPahami dan mengertilah tentang kehidupan nyatanya, cobalah untuk semakin masuk lebih kedalam pada kehidupan narasumber.
Karena hal ini akan memberikan efek yang menarik seolah-olah

kita merasakan dan mengalami juga dan dengan begitu kita bisa lancar untuk menulis. Jadi apa yang dirasakan oleh narasumber kita pun seolah-olah ikut merasakannya dan akan menulis biografi lebih hidup ceritanya.

2. Menentukan Gagasan

Yang dimaksud dengan gagasan awal dalam cara menulis biografi di sini adalah pokok inti dari cerita tersebut yang di ceritakan dari narasumber.

Cara Menulis BiografiUntuk mendapatkan gagasan cerita yaitu dengan cara dengarkanlah saat narasumber bercerita tentang kisahnya lalu buatlah kesimpulan yang kira-kira bisa pas dengan kisahnya dan mengarah kepada apa.

BACA JUGA :  Biografi John Petrucci - Gitaris Terbaik Dunia

Jadi istilahnya dapatkan angle yang bagus inti dari kisah biografi seseorang yang kita dalami ceritanya karena di situlah terletak poin atau gagasannya.

Dan perlu di ingat jangan mengambil gagasan yang sederhana maka nanti hasilnya akan biasa-biasa saja sehingga di anggap kurang menarik oleh pembacanya.

3. Rekam Kisah Nyatanya Kehidupan Narasumber

Yang dimaksud merekam untuk menulis biografi adalah saat ketika kita menggali cerita kisah narasumber yang bersejarah. Menggali cerita sama dengan menggali jiwa seseorang maka berusahalah untuk menyatu dan memahaminya.

Cara Menulis BiografiDalam seni menulis juga jangan terpaut hanya dengan cerita-cerita dasarnya saja, anda bisa menulis ceritanya yang agak mendramatisir sehingga ceritanya bisa lebih bernyawa saat dibaca.

Buatlah naskah dari hikmah-hikmah yang anda dapatkan dari setiap detail ceritanya yang menarik dan bisa dijadikan suatu pesan oleh para pembacanya.

4. Menulis Cerita Yang Mengagumkan

Di balik cerita biografi tentunya ada suatu cerita yang mengagumkan dan inilah yang termasuk dikatakan seninya menulis biografi atau cara menulis biografi.

Cara Menulis BiografiKarena ibaratnya adalah anda seorang pendongeng yang menceritakan pesan-pesan kehidupan asli dan nyata. Maka dari itu kita di tuntut untuk menulis cerita yang luar biasa dan sampai-sampai sang pembaca tidak akan bosan untuk mengulangi membaca lagi dan lagi.

Penulis wajib untuk menulis dengan cara yang bagus, cara yang bisa menyenangkan untuk di baca dan bisa membuat ketagihan pada pembacanya.

Teks Biografi

Kaidah Kebahasaan Biografi

Selanjutnya kita akan membahas Kaidah Kebahasaan Biografinya. Berikut penjelasannya :

  • Pronomina, dalam teks biografi terdapat “siapa” (partisipan) melakukan “apa” (peristiwa) di suatu (waktu) dan (tempat) tertentu (keterangan). Pada teks biografi partisipannya adalah seorang tokoh yang diceritakan yang terlibat pada peristiwa masa lalu.
  • Pengacuan, merupakan merupakan kalimat pengganti yang mendapatkan arti memberikan penegasan pada kalimat sebelumnya yang diacunya.
  • Partisipan Manusia, yaitu orang yang ikut serta dalam kegiatan suatu cerita yang merupakan tokoh lain dalam cerita.
  • Konjungsi Temporal, adalah kata hubung yang menunjukkan urutan waktu kejadian, misalnya saat itu, saat itu, lalu, ketika, kemudian, dan lain-lain. Namun tidak tertutup kemungkinan penggunaan konjungsi lain pada teks tersebut seperti, tetapi, karena, dan, meskipun dan lain-lain.
  • Kalimat Simpleks atau Tunggal, Kalimat simpleks atau kalimat tunggal merupakan kalimat yang terdiri dari satu verba utama yang menggambarkan satu aksi, peristiwa, atau keadaan yaitu (Subjek-Predikat-*Pelengkap-*Keterangan)
Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'