Beranda Pelukis Terkenal Biografi Van Gogh, Kisah Pelukis Terkenal Yang Hidup Tragis dan Dianggap Gila

Biografi Van Gogh, Kisah Pelukis Terkenal Yang Hidup Tragis dan Dianggap Gila

5
(1315)

Biografiku.com | Van Gogh dikenal sebagai pelukis terkenal dengan aliran post-impressionism. Karya lukisannya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan termasuk paling mahal di dunia. Lukisannya beraliran post impressionisme mewakili era spontanitas emosional dalam seni lukis.

Biografi Van Gogh, Kisah Pelukis Terkenal

Salah satu lukisan Van Gogh bahkan dihargai lebih dari 1 triliun rupiah. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Namun akhir hidupnya amat tragis karena dianggap gila dan memutuskan bunuh diri. Bagaimana kisahnya?

Biografi van Gogh

Nama lengkapnya adalah Vincent Willem van Gogh lahir tanggal 30 Maret 1853 dan wafat tanggal 29 Juli 1890. Ia merupakan sulung dari 6 bersaudara. Ayahnya merupakan pendeta protestan di Groot Zundert, Belanda. Vincent adalah orang yang muram, gelisah, dan temperamental, namun pengetahuannya sangat luas.

Hal ini dapat dilihat di 700 surat yang dikirimkannya pada saudara yang paling dikasihinya, Theo. Saudaranya itu juga bertugas sebagai manajernya. Surat-surat ini kemudian diterbitkan sebagai catatan kehidupan Van Gogh pada 1911.

Pada masa mudanya, ia bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni. Setelah beberapa waktu bekerja sebagai guru, Ia kemudian menjadi seorang misionaris yang bekerja di wilayah pertambangan yang sangat miskin.

Belajar ke Belanda

Pada usia 16 tahun, ia pergi belajar ke Den Haag, Belanda. Disana ia juga bekerja pada pamannya. Profesi pamannya adalah pedagang karya seni yang menjadi rekananan perusahaan internasional. Ini membuat van Gogh mengenal dunia seni.

Disana van Gogh mulai belajar melukis pada Anton Mauve. Setelah gagal menangani klien, ia dikirim ke London dan kemudian berpindah-pindah ketempat paman-pamannya yang lain.

BACA JUGA :  Biografi Gioachino Antonio Rossini

Kemampuannya dalam berkhutbah mengejutkan semua orang. Ia pun kemudian belajar injil di Belgia. Namun ia tak selesai karena bekerja sebagai pendeta dikalangan pekerja tambang miskin disana.

Biografi Van Gogh, Kisah Pelukis Terkenal

Pada usia 27 tahun, ia kembali ke Belanda. Disana ia membuat sebuah karya lukisan tentang kemanusiaannya yang berjudul The Potato Eaters (1885). Lukisan tersebut gelap dan muram. Lukisan itu juga mengungkapkan kesedihan dan kemiskinan orang-orang dalam lukisannya.

Ia kemudian mengasah bakat seninya dengan mendaftar di akademi seni di Antwerpen, Belgia. Namun baru beberapa hari, ia memilih pergi setelah setelah gurunya mengatakan bahwa sapuan kuasnya terlalu berat.

Pindah ke Perancis

Di Belgia, ia sempat dipengaruhi gaya lukisan Peter Paul Rubens dan pelukis Jepang bernama Hokusai. Setelah itu ia bersama dengan Theo pergi ke Paris, Perancis pada tahun 1886. Setelah itu, Vincent pindah ke Arles, Perancis sementara Theo tetap tinggal dan bertugas menjual lukisan van Gogh.

Ia kemudian memutuskan menggunakan warna-warna cerah dalam lukisannya. Tujuannya untuk mengungkapkan simbolime dalam lukisannya tentang ladang-ladang, pohon-pohon dan kehidupan pedesaan. Ini terlihat dalam lukisan van Gogh berjudul Light watch tahun 1888 dan Starry Night tahun 1889.

Biografi Van Gogh, Kisah Pelukis Terkenal

Ia juga mengundang pelukis Paul Gauguin untuk bergabung. Namun mereka bertengkar dan Gauguin memilih pergi. Ini kemudian membuat Van Gogh mengalami depresi berat.

Awalnya ia mengikuti tipikal pelukis di zamannya dengan gaya impresionisme. Namun ia merasakan ketidakpuasan terhadap pengekangan ekspresi seni. Khususnya oleh pakem impresionisme membuat ia beralih pada gaya ekspresionisme.

Dianggap Gila dan Bunuh Diri

Ia diagnosa menderita epilepsi yang cukup parah. Diagnosa ini dibuat oleh 2 orang dokter berbeda yang merawatnya. Ia bahkan juga pernah memotong telinganya sendiri karena depresi.

BACA JUGA :  Biografi Voltaire, Kisah Filsuf Terkenal Pemicu Revolusi Perancis

Pada akhir hidupnya, ia merasa dirinya menjadi gila. Akibatnya ia kemudian dikirim ke rumah sakit jiwa Saint Paul-de-Mausole di Perancis. Namun meskipun sebagai pasien rumah sakit jiwa, ia tetap melukis.

Setelah dinyatakan sembuh dari kejiwaannya, Ia kemudian keluar dari rumah sakit jiwa dan tinggal di sebuah pondokan. Namun disana depresinya belum hilang total. Ia kemudian menembak dirinya sendiri pada tanggal 27 Juli 1890.

Ia ditemukan oleh pemilik pondokannya di hutan dalam keadaan sekarat. Dua hari setelahnya, Van Gogh meninggal dunia. Ia pun dimakamkan di samping kakaknya, Theo. Faktanya selama masa hidupnya, Vincent Van Gogh hanya menjual 1 lukisan yang berjudul “Red Vineyard at Arles” tahun 1889.

Mengapa Lukisan van Gogh sangat Mahal?

Ketika ia masih hidup, karyanya tidak sesuai dengan selera seni saat itu sehingga lukisannya hanya terjual 1 buah saja. Kritikus seni pada zaman itu sering menyeroti gaya lukisan van Gogh karena membuat terobosan baru. Dan terobosan ini menjadi sebuah pionir dalam seni seperti Pablo Picasso.

Setelah kematiannya, saudara iparnya yang bernama Jo tetap mempertahankan seni dari van Gogh dan terus mempromosikan reputasinya. Lambat laun, Banyak kolektor mulai membeli karya lukisan van Gogh. Kemudian keterampilan serta orisinalitasnya mulai dihargai.

Biografi Van Gogh, Kisah Pelukis Terkenal

Beberapa lukisan van Gogh seperti Lukisan Labourer in a Field terjual senilai 81 juta dollar pada tahun 2017. Lukisan tersebut menjadi salah satu lukisannya yang sangat mahal, terutama karena nilai historisnya yang mencapai rekor nilai penjualan tertinggi. 

Beri Rating Artikel Ini

Advertisement