Beranda Pahlawan Nasional 7 Biografi Pahlawan Wanita Indonesia Yang Paling Terkenal

7 Biografi Pahlawan Wanita Indonesia Yang Paling Terkenal

5

Biografiku.com – Profil dan biografi pahlawan wanita Indonesia yang terkenal. Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, sudah ada ratusan tokoh yang diberi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berkat jasa-jasa mereka pada Indonesia.

Diantara ratusan tokoh tersebut, terdapat 17 orang wanita yang diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional Wanita yang berjasa bagi Indonesia. Berikut kami rangkum Biografi Pahlawan Wanita Indonesia secara singkat dan lengkap.

Biografi Pahlawan Wanita Indonesia
RA Kartini

RA Kartini atau Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia. Pelopor kebangkitan wanita Indonesia ini merupakan salah satu tokoh perempuan yang paling terkenal.

Biografi RA KartiniWanita kelahiran 21 April 1879 ini lahir dari kalangan bangsawan pribumi. Ia memperoleh pendidikan sampai ELS (Europese Lagere School) yakni sekolah untuk kaum Belanda dan bangsawan pribumi yang setara Sekolah Dasar.

Setelahnya, ia kemudian dipingit sesuai dengan kebudayaan masyarakat Jawa kala itu. Selama di rumah, Kartini rajin melakukan korespondensi atau surat menyurat dengan teman-temannya di Eropa.

Ia juga banyak membaca majalah-majalah terbitan Eropa. Dari kegiatannya itu kemudian membuka pemikirannya mengenai kedudukan wanita pribumi khususnya emansipasi wanita dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

RA Kartini menganggap bahwa kemerdekaan wanita yang sesungguhnya yakni dengan adanya emansipasi wanita. Adanya persamaan hukum serta kebebasan adalah bentuk dari gerakan emansipasi wanita menurut Kartini.

Tak lama kemudian Kartini dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang kala itu menjabat sebagai Bupati Rembang. Suaminya membebaskan ia mendirikan sekolah wanita untuk pribumi yang terletak disamping kantor suaminya.

Namun setelah melahirkan anaknya yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat, RA Kartini beberapa hari kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904 dan dimakamkan di Rembang, Jawa Tengah.

Setelah RA Kartini wafat, surat-suratnya yang berisi pemikiran RA Kartini kemudian dikumpulkan dan disusun menjadi sebuah buku. Buku tersebut kemudian dikenal dengan nama Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Pemikiran Kartini mengenai emansipasi wanita yang tertuang dalam buku tersebut mengubah pandangan kaum Eropa terhadap wanita pribumi Indonesia.

WR Soepratman bahkan menciptakan lagu berjudul ‘Ibu Kita Kartini’ sebagai bentuk penghormatan dan mengenang RA Kartini. Atas jasa RA Kartini, pemerintah Indonesia memberikan penghargaan kepada pahlawan wanita ini dengan gelar Pahlawan Kemerdekaan Indonesia. Hal itu tertuang dalam SK Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964.

Hari lahir Kartini bahkan diperingati sebagai Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Namanya juga banyak digunakan sebagai nama jalan dan nama tempat dibeberapa daerah di Indonesia.

Baca Biografi RA Kartini Singkat dan Lengkap

Fatmawati Soekarno

Fatmawati Soekarno dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Fatmawati merupakan istri dari presiden Ir Soekarno dan ibu negara pertama Republik Indonesia. Ia juga diketahui merupakan penjahit dari bendera pusaka merah putih yang pertama dikibarkan saat Indonesia merdeka.

Biografi Fatmawati SoekarnoFatmawati merupakan wanita kelahiran Bengkulu, 5 Pebruari 1923. Ia sempat mengenyam pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) kemudian masuk di sekolah Muhammadiyah, Bengkulu.

Di sekolah inilah ia kemudian bertemu dengan Ir. Soekarno yang kala itu menjadi pengajar di sekolah tersebut. Soekarno yang kala itu diasingkan ke Bengkulu tertarik dengan Fatmawati, walaupun kala itu Soekarno telah memiliki istri bernama Inggit Ganarsih.

Soekarno kemudian melamar Fatmawati sebagai istrinya, lamaran tersebut diterima oleh Fatmawati. Namun hal ini membuat hubungan antara Ir. Soekarno dan Inggit Ganarsih kandas. Keduanya memilih berpisah.

BACA JUGA :  Biografi Ir H Juanda - Pahlawan Nasional Indonesia

Soekarno akhirnya menikah dengan Fatmawati pada tahun 1943 di Bengkulu. Setelahnya, Soekarno berangkat ke Jakarta karena posisinya sebagai Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Fatmawati kemudian menyusulnya ke Jakarta.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir Soekarno dan Mohammad Hatta. Namun sebelum itu, Fatmawati diketahui menjahit Bendera pusaka Merah Putih berbekal mesin jahit singer produksi tahun 1941. Bendera yang dijahit oleh Fatmawati itu kemudian dikibarkan setelah pembacaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Pasca proklamasi kemerdekaan, Fatmawati Soekarno menjadi ibu negara pertama Republik Indonesia. Dari pernikahannya dengan Soekarno, ia melahirkan lima orang anak. Fatmawati Soekarno merupakan sosok wanita yang sangat sabar dan kuat. Walaupun Soekarno memilih beristri lagi ia tetap selalu menemani Soekarno dalam keadaan apapun.

Fatmawati Soekarno wafat pada tanggal 14 Mei 1980 ketika perjalanan pulang dari Mekah, Arab Saudi. Ia wafat beberapa tahun setelah Ir. Soekarno wafat. Fatmawati dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta.

Atas jasanya, Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Fatmawati sesuai dengan SK Presiden RI No. 118/TK/2000,tanggal 4 November 2000.

Baca Biografi Fatmawati Soekarno Singkat dan Lengkap

Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien merupakan pahlawan nasional wanita yang berasal dari Aceh. Ia terkenal karena perjuangannya dalam perang Aceh melawan pemerintah kolonial Belanda.

Biografi Cut Nyak DhienWanita kelahiran Lumpadang, Aceh tahun 1848 ini terlibat dalam perang Aceh setelah suaminya yang bernama Ibrahim Lamnga tewas ketika bertempur melawan Belanda. Setelah itu ia kemudian mengangkat senjata melawan Belanda.

Setelah menikah dengan Teuku Umar yang dikenal sebagai salah satu pejuang Aceh, mereka berdua kemudian bahu membahu mengadakan perlawanan dengan Belanda.

Perlawanan dilakukan dengan cara bergerilya di hutan hutan Aceh dan melakukan serangan mendadak pada pasukan Belanda di pos yang diduduki. Perlawanan yang dilakukan oleh Cut Nyak Dien bersama Teuku Umar sempat membuat Belanda kerepotan.

Dalam perjuangannya, Teuku Umar gugur tertembak dalam sebuah serangan pada tanggal 11 Februari 1899. Hal ini membuat Cut Nyak Dien sedih. Namun perlawanan tetap dilakukan oleh Cut Nyak Dien dengan memimpin pasukan kecil bergerilya melawan Belanda.

Kondisi Cut Nyak Dien pun semakin memprihatinkan ketika penyakit Encok serta rabun mata menggerogoti dirinya. Hal ini membuat pasukannya iba. Akhirnya salah satu pasukannya bernama Pang Laot melaporkan posisi Cut Nyak Dien kepada Belanda karena iba.

Cut Nyak Dien akhirnya tertangkap dan kemudian dibawa ke Banda Aceh. Setelah itu, ia kemudian diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat. Identitasnya sebagai seorang pejuang wanita disembunyikan oleh Belanda. Di tempat itulah, Pahlawan wanita asal Aceh ini wafat pada tanggal 6 November 1908.

Atas jasanya, Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada Cut Nyak Dien bersama dengan suaminya Teuku Umar melalui melalui SK Presiden RI No.106 Tahun 1964 pada tanggal 2 Mei 1964.

Baca Biografi Cut Nyak Dien Singkat dan Lengkap

Dewi Sartika

Dewi Sartika dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional wanita Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh emansipasi wanita dan juga penggagas pendidikan untuk kaum wanita Indonesia.

Biografi Dewi SartikaWanita kelahiran Cicalengka, Jawa Barat 4 Desember 1884 ini sejak kecil memiliki wawasan pengetahuan luas mengenai kedaerahan serta kebudayaan Eropa terutama bahasa Belanda.

Ia kerap mengajarkan anak anak pembantunya yang kebanyakan rakyat jelata bisa baca tulis serta bahasa Belanda.

BACA JUGA :  Biografi Martha Christina Tiahahu, Pahlawan Wanita Pemberani Dari Maluku

Tak heran bila Cicalengka menjadi gempar takkala banyak anak-anak dari rakyat jelata sudah bisa baca tulis. Hal ini kemudian membuat kakek Dewi Sartika yang bernama R.A.A.Martanegara membantu cucunya tersebut mendirikan sekolah khusus wanita tahun 1904 bernama Sekolah Isteri.

Peminat sekolah ini terus bertambah membuat Dewi Sartika kemudian memindahkan sekolahnya ke tempat yang lebih besar. Ia kemudian juga mengganti nama sekolahnya menjadi ‘Sekolah Keutamaan Isteri’ pada tahun 1910.

Dewi Sartika sangat menaruh perhatian pada pendidikan kaum wanita. Ia berharap dengan sekolahnya ini dapat membantu para wanita yang kaum pribumi dapat berdiri sendiri serta menjadi pribadi yang terampil.

Suaminya yang bernama Raden Kanduruan Agah Suriawinata juga turut membantunya. Selanjutnya sekolah milik Dewi Sartika kemudian berubah nama menjadi Sakola Raden Déwi. Pemerintah Hindia-Belanda bahkan memberikan penghargaan bintang jasa yakni Orde van Oranje-Nassau kepada Dewi Sartika atas usahanya.

Perintis pendidikan untuk kaum wanita sekaligus tokoh emansipasi wanita ini tutup usia pada tanggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Soekarno kemudian mengangkat Dewi Sartika sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas jasanya.

Baca Biografi Dewi Sartika singkat dan lengkap

Christina Martha Tiahahu

Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu pahlawan wanita yang terkenal di Indonesia. Ia merupakan pahlawan nasional Indonesia yang paling muda diantara para pahlawan lainnya. Pejuang wanita ini berasal dari Maluku.

Biografi Martha Christina TiahahuMartha Christina Tiahahu dikenal sangat pemberani walaupun usianya masih kecil. Ayahnya Kapitan Paulus Tiahahu diketahui salah satu tokoh yang membantu Kapitan Pattimura dalam berjuang melawan Belanda.

Sudah tiga kali wanita kelahiran 4 Januari 1800 di Maluku ini meminta izin ayahnya untuk ikut bertempur namun selalu tidak diberi izin. Walalupun begitu ia tetap ikut bertempur melawan Belanda. Gadis yang selalu menggunakan tombak sebagai senjatanya ini ikut membantu membawa senjata serta menolong rakyat yang terluka.

Perang Maluku merupakan perang besar yang melibatkan rakyat Maluku melawan kolonil Belanda. Belanda yang membawa pasukan besar menggempur Ulath.

Walaupun sempat dibuat terdesak, Belanda dibawah komando Vermeulen Kringer melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Ouw dan Ulath membuat rakyat kemudian bertahan di pegunungan.

Perlawanan rakyat akhirnya berhenti ketika para pimpinan perlawanan seperti Kapitan Pattimura, Kapitan Paulus Tiahahu dan para pimpinan lain tertangkap. Belanda juga menangkap Martha Christina Tiahahu. Mereka yang ditangkap kemudian dibawa ke kapal untuk diadili.

Kapitan Pattimura dijatuhi hukuman gantung di Ambon, ayah Martha Christina Tiahahu dieksekusi mati oleh Belanda. Sementara Martha Christina Tiahahu yang masih muda kemudian dibawa ke Jawa untuk menjalani tanam paksa.

Dalam perjalanan ke pulau Jawa, kondisi Martha Christina Tiahahu yang menjadi tahanan Belanda semakin memprihatinkan. Ia depresi karena kematian ayahnya sehingga menolak untuk makan.

Gadis pemberani ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 2 Januari 1818 di usia 19 tahun. Jasadnya kemudian dilepas ke laut Banda dengan penghormatan militer.

Pemerintah Indonesia kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada Martha Christina Tiahahu atas jasanya ketika berjuang melawan Belanda.

Baca Biografi Martha Christina Tiahahu Singkat dan Lengkap

Cut Nyak Meutia

Cut Nyak Meutia dikenal sebagai salah satu pahlawan wanita asal Aceh. Ia berjuang bersama dengan Cut Nyak Dien, Teuku Umar serta Panglima Polim dalam perang Aceh melawan Belanda.

Biografi Cut Nyak MeutiaSejak dulu Cut Nyak Meutia sangat menentang keberadaan Belanda di tanah Aceh. Perlawanan dengan Belanda sudah dimulai oleh Sultan Aceh yang bernama Sultan Alaiddin Muhammad Daud Syah pada tahun 1901. Kemudian bersama dengan suaminya yakni Teuku Chik Muhammad, mereka membantu sultan melakukan perlawanan dengan Belanda dengan cara bergerilya ke hutan-hutan.

BACA JUGA :  Biografi Dewi Sartika, Kisah Pahlawan Perintis Pendidikan Kaum Wanita

Di tahun 1903, Sultan Aceh bersama dengan Panglima Polim serta para petinggi kerajaan yang melakukan perlawanan menyerah kepada Belanda. Cut Nyak Meutia bersama dengan suaminya kemudian pindah ke wilayah Panton Labu. Namun suaminya kemudian tertangkap Belanda dan dieksekusi mati di pantai Lhokseumawe.

Cut Nyak Meutia kemudian menikah lagi dengan Pang Nangroe sesuai dengan wasiat suaminya. Selanjutnya mereka kemudian kembali melanjutkan perlawanan dengan Belanda dengan cara bergerilya dari hutan ke hutan. Serangan mendadak ke pos Belanda serta sabotase jalur logistik merupakan cara yang dipakai oleh Cut Nyak Meutia bersama dengan suaminya dalam melakukan perlawanan.

Pada tahun 1910, Pang Nangroe gugur terkena tembakan Belanda di wilyah Paya Cicem, Aceh. Cut Nyak Meutia kemudian mengambil alih pimpinan dan memindahkan pasukannya ke wilayah Gayo dan Alas.

Tanggal 24 oktober 1910, Cut Nyak Meutia bersama dengan pasukannya bertempur sengit melawan pasukan Belanda di wilayah Alue Kurieng. Dalam pertempuran ini, Cut Nyak Meutia akhirnya gugur. Jasadnya kemudian dimakamkan di Pirak Timur, Aceh Utara.

Atas jasanya tersebut, Pemerintah Indonesia memberikannya gelar Pahlawan Nasional Indonesia melalui SK Presiden Nomor 107/1964.

Baca Biografi Cut Nyak Meutia Singkat dan Lengkap

Rasuna Said

Rasuna Said dikenal sebagai salah satu pahlawan wanita yang terkenal di Indonesia. Sebagai Pahlawan Nasional, Rasuna Said tidak mengangkat senjata melawan Belanda melainkan melalui tulisan. Ia juga merupakan tokoh yang memperjuangkan hak kaum perempuan Indonesia.

Biografi Rasuna SaidRasuna Said berasal dari Sumatera Barat. Wanita kelahiran Agam, 14 september 1910 ini mengenyam pendidikan di sekolah agama di Padang. Setelah itu ia kemudian menjadi guru di Diniyah Putri Panjang di Padang.

Di usia 20 tahun, Ia memiih bergabung dalam organisasi pergerakan yang memperjuangkan kaum perempuan dan meninggalkan profesinya sebagai seorang guru.

Ia dikenal sering melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda selain itu ia selalu menekankan mengenai kesetaraan hak-hak perempuan pribumi dalam masyarakat.

Karena gerakannya tersebut membuat pemerintah kolonial Belanda kemudian mengasingkan Rasuna Said ke Semarang, Jawa Tengah tahun 1932.

Disana, ia kemudian memilih menjadi seorang jurnalis di sebuah majalah Semarang. Tulisan-tulisannya tetap mengkritik pemerintahan kolonial Belanda.

Setelah itu, ia memilih pindah ke Medan. Di kota itu, ia mendirikan sekolah bernama bernama Perguruan Poeteri dan majalah mingguan bernama Menara Poeteri.

Dalam majalah tersebut, tulisan Rasuna Said selalu menekankan hak-hak perempuan dalam masyarakat. Selain itu juga majalah miliknya juga selalu menyuarakan pergerakan menuju kemerdekaan. Namun kurangnya dana membuat majalah tersebut tutup.

Setelah itu ia kemudian pulang ke Sumatera Barat dan tetap berorganisasi disana. Setelah Indonesia merdeka, Rasuna Said ikut tergabung di komite nasional indonesia, Badan penerangan pemuda indonesia, Anggota dewan perwakilan sumatera, Dewan perwakilan rakyat republik indonesia serikat, serta dewan pertimbangan agung.

Pembela kaum perempuan ini wafat di Jakarta pada tanggal 2 November 1965. Jasadnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Atas perjuangannya dalam membela hak-hak kaum perempuan, Pemerintah Indonesia memberinya gelar Pahlawan Nasional Indonesia kepada Rasuna Said.

Baca Biografi Rasuna Said singkat dan Lengkap

Itulah 7 biografi pahlawan wanita Indonesia yang terkenal. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. 🙂

 

 

loading...
Loading...
'...Sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan dan sejarah juga akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan - NS'